Jokowi Berambisi Remajakan Sawit Rakyat Seluruh Indonesia Presiden Jokowi didampingi Mentan saat meninjau kebun sawit rakyat di Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (13/10). (Biro Pers Setpres)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menghadiri Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit dan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Jumat (13/10).

Program peremajaan ini dilakukan mengingat produktivitas kelapa sawit di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal berdasarkan potensi yang dimiliki, Indonesia seharusnya dapat memproduksi sawit hingga delapan ton per hektare dalam satu tahun.

Presiden Jokowi mengatakan peremajaan sawit tua di Musi Banyuasin seluas 4.400 hektare biayanya ditanggung oleh pemerintah. Selain itu, lahan kebun kelapa sawit yang masuk dalam kawasan hutan akan dikeluarkan dari kawasan hutan. Bahkan, sertifikat untuk kebun kelapa sawit milik rakyat pun sudah disiapkan pemerintah.

“Sudah saya perintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk diberikan sertifikat tapi khusus untuk kebun kelapa sawit milik rakyat,” tutur Presiden Jokowi.

Pemerintah juga akan melakukan peremajaan kebun kelapa sawit yang terfokus di setiap daerah di tanah air. Mulai dari Sumatera Selatan, kemudian dilanjutkan provinsi lain di Sumatera, yakni Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.

“Tahun ini kita akan konsentrasi di Sumatera, tahun depan Kalimantan. Kita ingin kerja fokus biar gampang dicek dan dikontrol,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi didampingi Mentan saat meninjau kebun sawit rakyat di Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (13/10). (Biro Pers Setpres)
Presiden Jokowi (kiri) bersama para petani saat peremajaan kebun sawit rakyat di Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (13/10). (Biro Pers Setpres)

Presiden Jokowi pun berjanji akan kembali ke Musi Banyuasin pada awal tahun 2019 mendatang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dan mengetahui perkembangan kebun sawit.

“Hari ini sudah mulai replanting, awal 2019 akan saya cek kembali. Kerja dengan saya pasti dicek, enak saja tidak dicek,” ucap Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, peremajaan tanaman kelapa sawit sangat penting dilakukan. Mengingat kondisi pertanaman kelapa sawit khususnya milik rakyat yang sudah tua dan rusak menjadi faktor utama rendahnya produktivitas kelapa sawit di Indonesia. Selain itu, sejumlah petani di tanah air juga belum menggunakan benih unggul.

“Ini bibit nanti kalau sudah gede bisa produksinya 8 ton per hektare, biasanya pohon (umur) 20 tahun hanya 2 ton (per hektare) berarti empat kali lipat,” kata Presiden Jokowi. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Jokowi Resmikan Peremajaan Ribuan Hektare Kelapa Sawit

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH