Jokowi Bakal Tagih Tito Soal Kasus Novel Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dukung Novel Baswedan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4). (MP/Dery Ridwansah)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo akan meminta perkembangan pengusutan kasus penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan ke Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

"Pasti nanti akan dilihat, ditanyakan perkembangannya," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10).

Baca Juga:

Klaim Alami Kemajuan, Ini Alasan Polri Enggan Beberkan Perkembangan Kasus Novel

Pada 19 Juli 2019, Jokowi memberikan waktu 3 bulan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus tersebut. Waktu 3 bulan itu lebih singkat dari target 6 bulan yang diminta Kapolri sebagai masa kerja Tim Teknis yang akan melanjutkan hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF).

Artinya, tenggat waktu 3 bulan tersebut akan berakhir pada 19 Oktober 2019 atau tepatnya pada esok hari.

Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dukung Novel Baswedan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4). (MP/Dery Ridwansah)
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dukung Novel Baswedan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4). (MP/Dery Ridwansah)

"Kebiasaan yang dilakukan Pak Jokowi begitu, selalu mengecek perkembangan pekerjaan yang beliau perintahkan," kata Moeldoko.

Pada 17 Juli 2019, Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang yang diduga terkait kasus tersebut dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik.

Baca Juga:

Wadah Pegawai KPK Tagih Janji Jokowi Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Kapolri Tito Karnavian lalu membentuk lagi Tim Teknis atas hasil investigasi yang didapat TPF yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Idham Azis dengan masa kerja 6 bulan untuk melanjutkan setiap rekomendasi yang sudah dikeluarkan TPF Novel Baswedan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di gedung Bina Graha, Jakarta pada Rabu (16/10/2019). (ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di gedung Bina Graha, Jakarta pada Rabu (16/10/2019). (ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo)

Untuk diketahui, Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya. (Knu)

Baca Juga:

Novel Buka Fakta 6 Anggota DPR Ancam Terpidana Korupsi e-KTP Miryam Haryani


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH