Jokowi Awali Penulisan Al Quran Akbar di Pesantren Al Asy’ariyyah Wonosobo Presiden Jokowi menuliskan huruf "?" pada awalan kata Basmallah di Pembuataan Al Quran Akbar di Pondok Pesantren Al Asy’ariyyah, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (16/6). (ANTARA/Anis Efizudin)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Asy’ariyyah di Jalan K.H. Asy’ariyyah No.9, Kalibeber, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah dalam rangka safari Ramadan. Di sana, Jokowi menuliskan huruf "?" pada awalan kata Basmallah di Pembuataan Al Quran Akbar.

Selanjutnya penulisan ini akan diteruskan oleh penulis Al Quran Akbar yaitu Hayatudi.

Al Quran Akbar tersebut memiliki ukuran panjang 200 cm x lebar 150 cm dan menggunakan kertas HVS pesanan khusus.

Tebal Al Quran Akbar adalah 315 lembar atau 25 cm dan beratnya 315 kg. Lama proses penulisan selama 24 bulan (2 tahun).

Ornamen dari Al Quran Akbar ini adalah Anas Makruf dan jenis tulisan yang digunakan Khot Naskhi untuk isi Al Quran serta Khot Tsuluts untuk nama-nama surat.

Metode penulisan Al Quran Akbar ini dengan menggunakan alat tulis tradisional berupa bambu yang diruncingkan, dan penulis selalu dalam keadaan suci dan berpuasa. Daya tahan Al Qur’an Akbar ini adalah 150 tahun.

Sebelumnya, Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat khususnya para santri untuk mensyukuri segala anugerah yang telah diberikan Allah SWT. Salah satunya adalah dengan menghargai keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia.

"Saya ingin ingatkan bahwa negara kita Indonesia adalah negara besar, negara besar. Kita tahu semuanya bahwa kita memiliki 17 ribu pulau, 516 kabupaten/kota, 34 provinsi, 714 suku yang beragam, serta miliki 1.100 bahasa lokal yang berbeda-beda," ungkapnya.

Selain itu, Presiden juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu pemerintah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Mengingat sekarang ini banyak sekali ujaran kebencian yang disampaikan masyarakat di media sosial.

"Tapi itu bukan santri-santri Ponpes. Itu yang lain. Saya tahu santri-santri di sini," kata Presiden.

Dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Ponpes Al Asy’ariyyah turut mendampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH