Jokowi Ambil Bagian di Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan, Ini Tugasnya Teatrikal penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan saat melakukan aksi damai di halaman gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/9). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo mengaku ikut ambil bagian dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK, Novel Baswedan oleh Tim Gabungan bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Kalau saya urusannya mengawasi, memonitor agar masalah ini segera selesai," kata Presiden Jokowi usai peninjauan Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik di Gedung BKPM Jakarta, Senin (14/1).

Jokowi menyebut, setiap kasus memang harus ada bukti bukti awal yang komplit. "Saya bagian ngejar-ngejar saja, harus cepat selesai, itu saja tugas saya," katanya.

Ia mengatakan pembentukan tim gabungan kasus Novel merupakan rekomendasi Komnas HAM yang keluar sekitar 21 Desember 2018.

"Itu rekomendasi dari Komnas HAM. Hati-hati, itu rekomendasi dari Komnas HAM kepada Polri agar dibentuk tim investigasi atau tim gabungan agar masalah itu cepat selesai yang terdiri dari KPK, Polri dan para pakar," ucap Jokowi dikutip Antara.

Surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019 (ist)

Sebelumnya, dalam surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019, tim gabungan ini bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut. Surat tugas tersebut berlaku selama enam bulan mulai 8 Januari 2019 sampai 7 Juli 2019.

Total ada 65 orang dalam tim gabungan itu. Jenderal Tito Karnavian bertindak sebagai penanggung jawab. Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto bertindak sebagai Wakil Penanggung Jawab. Sementara, Komjen Putut Eko Bayuseno, Komjen Arief Sulistyanto, Irjen Listyo Sigit bertugas mengasisteni penanggung jawab dan wakil penanggung jawab.

Ada pula tim pakar yang terdiri dari Tujuh orang. Mereka adalah Indriyanto Seno Adji, Hermawan Sulistyo, Amzulian Rifai, Hendardi, Poengky Indarti, Nur Kholis dan Ifdhal Kasim. Untuk Tim KPK terdiri dari 5 orang yang terdiri dari penyidik, penyelidik dan pengawas internal KPK.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis dipercaya sebagai Ketua Tim dengan Wakil Ketua Tim Brigjen Nico Afinta. Brigjen Wahyu Hadiningrat didapuk sebagai Kasubtim analisis dan evaluasi dengan membawahi 5 anggota. Brigjen M Iqbal sebagai Kasubtim Humas membawahi 2 anggota.

Sementara, Kombes Slamet Uliandi menjabat sebagai Kasubtim Analisis/IT membawahi 6 anggota. Kombes Roycke Harry Langie dan AKBP Dedy Murti Haryadi sebagai Kasubtim dan Wakasubtim penyidikan membawahi 16 anggota. AKBP Jerry Raymond Siagian dan AKBP Sapta Maulana Marpaung bertugas sebagai Kasubtim dan Wakasubtim penyelidikan dengan 1 orang anggota. AKBP Jaya Putra sebagai Kasubtim Bantuan Teknis membawahi 8 anggota. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH