berita-singlepost-banner-1
Jokowi akan Bikin Kejutan Saat Memilih Calon Menteri Presiden Jokowi. (Antaranews)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Direktur Voxpol, Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut permintaan jatah kursi menteri menjelang terbentuknya kabinet baru pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin memenuhi unsur kepatutan sebagai bentuk usulan.

Pangi memprediksi Jokowi bakal memilih nama-nama yang tak tenar atau yang tak disangka media

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Foto: Ist
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Foto: Ist

"Jokowi selalu memberikan kejutan. Ingat dulu saat 2014, beberapa nama yag diberitakan akhirnya tak mendapat posisi menteri. Malah yang tak disangka yang mendapatkannya," jelas Pangi saat diskusi MNC Trijaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/7).

BACA JUGA: Politisi PDIP: Jatah Menteri Tergantung Jokowi dan Megawati

Dirinya mengatakan pengajuan nama-nama kader partai politik pendukung merupakan hal wajar usai "peperangan politik" dalam Pilpres.

"Jadi ini bagi-bagi pundi sisa perang saja. Misalnya NasDem ngotot ingin tetap pegang kursi Jaksa Agung. Dia tahu posisi ini penting," kata Pangi.

Pangi juga mengungkap adanya indikasi dari sejumlah partai yang sebelumnya menjadi lawan politik Joko Widodo selama kontestasi Pilpres 2019, mulai merapat ke pemerintah untuk minta diakomodasi dalam susunan kabinet baru.

"Belum lagi ada parpol yang mencoba masuk di tengah jalan," katanya.

BACA JUGA: Ini Kriteria Menteri yang Cocok Duduki Jabatan Menteri Versi PKS

Tingginya perebutan kursi di kabinet baru, kata Pangi, bisa saja diantisipasi dengan menambah kementerian atau jabatan baru dalam susunan kerja pemerintah ke depan.

"Dulu Soesilo Bambang Yudhoyono mengakali dengan wakil menteri, itu untuk mengakomodasi kepentingan. Kalau ada nomenklatur baru itu bisa saja. Kalau memang penting, silakan saja menambah kementerian baru," ujarnya.

Ia hanya mengingatkan Joko Widodo untuk disiplin dalam menentukan jatah kursi di kabinet baru 2019-2024 dalam mengakomodasi tuntutan dari kalangan pendukung.

Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma)
Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma)

"Presiden Joko Widodo harus tetap disiplin tempatkan orang. Misalnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengajukan sepuluh nama atau Nasdem 11 nama untuk duduk di jabatan menteri," kata Pangi. (Knu)

BACA JUGA: PDIP Yakin Jokowi Tidak Kesulitan Memilih Calon Menteri


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6