Jokdri Divonis 1,5 Tahun Bui, Ini Reaksi Istri dan Anaknya Istri dan anak terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skorJoko Driyono. Foto: ANTARA News/Pamela Sakina)

MerahPutih.com - Air mata istri dan anak Joko Driyono tumpah di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan seusai hakim memvonis mantan Ketum PSSI tersebut dengan 1,5 tahun penjara.

Majelis Hakim PN Jakarta Selatan membacakan vonis kepada pria yang akrab disapa Jokdri pada Selasa (23/7) siang WIB.

Baca Juga: Kronologi Penetapan Status Tersangka Joko Driyono

Istri Jokdri terlihat beberapa kali mengusap punggung anak laki-lakinya yang sedang mengusap air matanya saat duduk di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Selain itu, pengganti Jokdri sebagai Plt Ketua Umum PSSI Gusti Randa juga terlihat menghadiri sidang.Gusti menemui istri dan merangkul anak Jokdri setelah sidang ditutup dan melakukan sedikit perbincangan.

Terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono (Jokdri) saat menghadiri sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/7). Foto: ANTARA
Terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono (Jokdri) saat menghadiri sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/7). Foto: ANTARA

“Tadi saya ketemu dengan Ibu (istri Jokdri) tentu sebagai kolega kami menguatkan mental kepada anak-anaknya. Tidak lebih dari itu,” ujar Gusti dilansir Antara.

Baca Juga: Usai Jadi Tersangka, Joko Driyono Dicekal ke Luar Negeri

Setelah berbincang dengan Gusti, istri dan anak Jokdri bergegas keluar menuju kendaraan pribadinya dan enggan menjawab pertanyaan awak media.

Sementara, vonis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Jokdri sebelumnya, yakni dua tahun enam bulan penjara.

Hakim Ketua Kartim Haeruddin mengatakan vonis lebih rendah karena beberapa pertimbangan, yaitu terdakwa bersikap sopan dan mengakui kesalahannya selama persidangan, terdakwa dianggap telah berjasa pada dunia sepak bola serta perbuatan yang dilakukan terdakwa tersebut tidak terkait dengan tindakan pengaturan skor pada pertandingan.

Baca Juga: Mantan Ketum PSSI Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara

Dia memberi waktu tujuh hari kepada JPU dan terdakwa untuk mempertimbangkan keputusan tersebut. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien Positif Corona Kabur, RSUP Persahabatan Akui Teledor
Indonesia
Pasien Positif Corona Kabur, RSUP Persahabatan Akui Teledor

Peristiwa ini disebut sudah berlangsung seminggu lalu. Pasien dijemput keluarganya.

Pimpinan KPK Angkat Bicara Soal Isu Liar Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
Pimpinan KPK Angkat Bicara Soal Isu Liar Kebakaran Gedung Kejagung

Terlebih, saat ini pihak kepolisian bekerjasama dengan para petugas Damkar tengah mencari pemicu terjadinya kebakaran

Hari Pertama Masuk Kerja Masa Transisi, Anies: Karyawan Harus Pakai Masker Sepanjang Waktu
Indonesia
Hari Pertama Masuk Kerja Masa Transisi, Anies: Karyawan Harus Pakai Masker Sepanjang Waktu

Anies meminta karyawan untuk menggunakan masker saat masuk kerja hingga pulang.

KPK Apresiasi MA Tolak Kasasi Adik Ketum PAN Zulkifli Hasan
Indonesia
KPK Apresiasi MA Tolak Kasasi Adik Ketum PAN Zulkifli Hasan

Majelis hakim menyatakan Zainudin Hasan tetap dihukum 12 tahun pidana penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan

Massa Aksi 212 di Depan Gedung DPR Tak Indahkan Protokol Kesehatan COVID-19
Indonesia
Massa Aksi 212 di Depan Gedung DPR Tak Indahkan Protokol Kesehatan COVID-19

Terlihat massa aksi memanjang spanduk Habib Rizieq Shihab di jembatan penyeberangan orang (JPO) depan gedung DPR/MPR RI.

5,6 Juta UMKM Dapat Restrukturisasi Kredit
Indonesia
5,6 Juta UMKM Dapat Restrukturisasi Kredit

Nominal restrukturisasi UMKM yang bertambah Rp9,4 triliun dari Rp307,82 triliun menjadi R317,29 triliun atau naik 3,08 persen.

Jika Kampanye Terbuka Dilarang KPU, Ini Langkah Gibran
Indonesia
Jika Kampanye Terbuka Dilarang KPU, Ini Langkah Gibran

"Saya punya target harus 80 persen ke atas menangnya. Jangan menangnya hanya 50 persen, 60 persen, apalagi 70 persen. Harus sebaik mungkin hasilnya," kata Gibran.

Satu Keluarga di Sukoharjo Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pembunuhan
Indonesia
Satu Keluarga di Sukoharjo Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pembunuhan

Keempat korban berinisial dan H selaku pasutri dan kedua anaknya berinisial R dan D merupakan satu keluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Din Syamsuddin Akan Temui Kapolri Minta Syahganda Cs Dibebaskan
Indonesia
Din Syamsuddin Akan Temui Kapolri Minta Syahganda Cs Dibebaskan

"Presidium KAMI akan menemui Kapolri di Mabes Polri menuntut pembebasan para tokoh KAMI," kata Din Syamsuddin

Waketum Gerindra Tantang Ahok Jadi Dirut Pelni
Indonesia
Waketum Gerindra Tantang Ahok Jadi Dirut Pelni

"Sebaiknya Ahok ditempatkan di BUMN yang revenue dan profit serta setoran deviden tidak ada ke negara," kata Poyuono