Kesehatan
Johnson & Johnson Tunda Uji Coba Vaksin COVID-19 Karena Peserta Uji Coba Sakit Perusahaan farmasi internasional berlomba membuat vaksin COVID-19. (Foto: Pexels/Markus Winkler)

SEJAK awal pandemi COVID-19 meledak di seluruh dunia, perusahaan Johnson & Johnson langsung berinisiatif untuk menciptakan vaksin yang dapat menyembuhkan virus dengan nama lain corona itu. Hal tersebut seolah menjadi secercah harapan bagi masyarakat dunia yang terdampakkan virus corona.

Namun secara mengejutkan, Johnson & Johnson mengumumkan menghentikan penelitiannya pada vaksin COVID-19.

Baca Juga:

Ini Sejumlah Vaksin yang Dikembangkan di Indonesia

vaksin
Responden terkena penyakit yang belum jelas. (Foto: Pexels/cottonbro)

Sebuah dokumen yang dikirim ke peneliti luar yang menjalankan uji klinis 60 ribu pasien menyatakan bahwa "aturan berhenti" telah dipenuhi. Sistem online yang digunakan untuk mendaftarkan pasien dalam penelitian telah ditutup dan bahwa data dan papan pemantauan keamanan sebuah independen komite yang mengawasi keamanan pasien dalam uji klinis juga akan dibentuk. Dokumen tersebut diperoleh oleh STAT.

Dihubungi oleh STAT, J&J mengonfirmasi penghentian sementara penelitian dilakukan karena "penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada responden." Perusahaan tersebut menolak memberikan rincian lebih lanjut.

“Kita harus menghormati privasi peserta ini. Kami juga mempelajari lebih lanjut tentang penyakit peserta ini, dan penting untuk mengetahui semua faktanya sebelum kami membagikan informasi tambahan," demikian pernyataan resmi perusahaan tersebut.

Baca Juga:

Meski Mendesak, Peluncuran Vaksin COVID-19 Mesti Persiapan Matang

vaksin
Jeda penelitian berbeda dengan penangguhan klinis. (Foto: Pexels/Miguel Á. Padriñán)

Johnson & Johnson menekankan bahwa apa yang disebut kejadian buruk (penyakit, kecelakaan, dan hasil medis buruk lainnya) merupakan hal yang bisa terjadi dalam penelitian klinis. Mereka juga menjelaskan bahwa jeda penelitian berbeda dengan penangguhan klinis, yang merupakan tindakan regulasi formal yang dapat bertahan lebih lama. Penelitian vaksin saat ini tidak dalam pengawasan klinis. Johnson & Johnson mengatakan bahwa meskipun biasanya mengkomunikasikan pemeriksaan klinis kepada publik, biasanya tidak menginformasikan kepada publik tentang jeda studi.

Badan pemantau data dan keamanan berkumpul untuk meninjau kasus tersebut. J&J mengatakan bahwa dalam kasus seperti ini tidak selalu langsung terlihat apakah peserta yang mengalami kejadian buruk menerima pengobatan studi atau plasebo.

Meskipun uji klinis berhenti untuk sementara, hal itu menimbulkan perhatian yang sangat besar karena saat ini sejumlah perusahaan farmasi berlomba untuk menguji vaksin terhadap SARS-CoV-2 atau virus yang menyebabkan COVID-19.

Baca Juga:

Kelompok Masyarakat Ini Dapat Prioritas Vaksin COVID-19

vaksin
Di lingkup kecil ada banyak kejadian medis. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

“Jika kami melakukan penelitian terhadap 60 ribu orang, itu adalah lingkup kecil,” kata sumber itu. “Di lingkup kecil ada banyak kejadian medis.”

Pada 8 September, sebuah studi besar tentang vaksin COVID-19 lain yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford ditunda karena dugaan reaksi merugikan pada seorang pasien di Inggris Raya. Dipercaya bahwa pasien menderita myelitis transversal, masalah sumsum tulang belakang. Penelitian tentang vaksin dilanjutkan kira-kira seminggu setelah dihentikan sementara.

Johnson & Johnson mulai mendaftarkan sukarelawan dalam studi Fase 3 pada 23 September. Para peneliti berencana mendaftarkan 60 ribu peserta di Amerika Serikat dan negara lain. (avia)

Baca Juga:

November, Indonesia Dipastikan Dapat Pasokan Vaksin COVID-19 Asal Tiongkok

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pepaya, Buah Tropis yang Kaya Manfaat
Fun
Pepaya, Buah Tropis yang Kaya Manfaat

Inilah beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh dari mengkonsumsi pepaya.

Tom Holland: Tobey Maguire dan Andrew Garfield Tidak Ada di ‘Spider-Man 3’
ShowBiz
Tom Holland: Tobey Maguire dan Andrew Garfield Tidak Ada di ‘Spider-Man 3’

Tidak perlu kecewa karena jalan ceritanya masih tetap seru.

Semoga Menu 'Start' Windows 11 Tidak Mengecewakan
Fun
Semoga Menu 'Start' Windows 11 Tidak Mengecewakan

Windows 11 mulai melakukan uji coba menu 'start'.

4 Musisi Menjadi Kameo Film Indonesia, Siapa Saja?
Hiburan & Gaya Hidup
Animator SpongeBob Tutup Usia
ShowBiz
Animator SpongeBob Tutup Usia

Tuck Tucker menghembuskan napas terakhir di usia ke-59 tahun.

Cara Mendapat Centang Verifikasi Akun Resmi Telegram
Fun
Cara Mendapat Centang Verifikasi Akun Resmi Telegram

Untuk meningkatkan kredibilitas pengguna.

Lewat 'Seperti Takdir Yang Ditulis' Nadin Ceritakan Cinta dan Takdir
ShowBiz
Lewat 'Seperti Takdir Yang Ditulis' Nadin Ceritakan Cinta dan Takdir

Seperti Takdir Kita Yang Tulis sendiri menjadi single pertama dan pembuka menuju mini album bertajuk Kalah Bertaruh.

Di Rumah Aja, saatnya Quality Time bersama Anak
Hiburan & Gaya Hidup
Di Rumah Aja, saatnya Quality Time bersama Anak

Akan membangun dan menguatkan mental anak.

Merayakan Masa Muda, Soundwave Hadirkan Single 'Liberty'
ShowBiz
Merayakan Masa Muda, Soundwave Hadirkan Single 'Liberty'

Single Liberty sekaligus menjadi penanda era baru bagi Soundwave.

‘Godzilla vs Kong’ Diundur Satu Minggu
ShowBiz
‘Godzilla vs Kong’ Diundur Satu Minggu

Satu minggu tampaknya bukan waktu yang lama dibandingkan berbulan-bulan.