John Kei Kembali Berulah, Polisi Dinilai Gagal Jaga Kamtibmas Jakarta Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana saat merilis penangkapan John Kei dan anak buahnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Pengamat Kepolisian Edison Siahaan menilai aksi kejahatah yang dilakukan John Kei cs menjadi tamparan keras bagi institusi Polri. Pasalnya, di tengah statusnya sebagai napi yang mendapat pembebasan bersyarat, ia lolos dari pantauan.

Edison mengatakan, peristiwa tersebut menjadi potret nyata lemahnya kesiapan Polri sebagai aparat yang berperan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Baca Juga

Penangkapan John Kei Bukti Negara Tak Boleh Kalah sama Preman

"Peristiwa yang terjadi dalam waktu yang nyaris bersamaan mengkonfirmasi kekhawatiran publik akibat belum maksimalnya sistim yang dibangun dalam mengantisipasi semua yang potensi mengganggu Kamtibmas," jelas Edison kepada MerahPutih.com di Jakarta, Selasa (23/6).

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana (tengah) memimpin jumpa pers penangkapan John Kei cs di Mako Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020). ANTARA/Fianda Rassat
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sujana (tengah) memimpin jumpa pers penangkapan John Kei cs di Mako Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020). ANTARA/Fianda Rassat

Edison menyebut, Polisi padahal memiliki catatan tentang John Kei, sosok yang berpengaruh di kelompoknya itu mendapat pembebasan bersyarat dari LP Nusakambangan pada Desember 2019 lalu.

Tetapi, dalam rangka memelihara Kamtibmas dan upaya antisipasi terhadap segala potensi gangguan, Kapolda Irjen Nana Sudjana tidak menjelaskan, tentang pengawasan terhadap John Kei yang sejak Desember 2019 sudah bebas menghirup udara segar.

"Publik tidak mendengar apa saja yang dimonitor atau diawasi polisi terhadap para napi yang mendapat pembebasan bersyarat atau yang telah menjalani masa tahanan. Terutama sosok-sosok yang memiliki catatan panjang tentang aksi-aksi brutal yang pernah dilakukannya," terang pendiri Indonesia Traffic Watch ini.

Edison menyebut, para pelaku seperti mendapat peluang untuk bertindak brutal, atau mungkin karena para pelaku yakin polisi tidak akan segera hadir.

Respon petugas keamanan di komplek Green Lake City juga lebih ditingkatkan, sebab tidak segera meminta bantuan ke pihak kepolisian.

Tersangka kejahatan John Kei dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
Tersangka kejahatan John Kei dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

Begitu juga aksi pembantaian sadis di Duri Kosambi, Jakarta Barat yang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan dengan aksi brutal di Green Lake City. Proses pembantaian terjadi begitu sadis dan disaksikan masyarakat luas dengan mata telanjang.

"Begitukah buruk kah kondisi Kamtibmas di Ibu kota?," sesal Edison.

Baca Juga

Ini Kekesalan Menkumham Tahu John Kei Berbuat Ulah di Tengah Pembebasan Bersyarat

Edison berharap, gendaknya, peristiwa ini menjadi momentum untuk membangun sistim deteksi sebagai upaya antisipasi dalam memelihara Kamtibmas. Serta menjadi pelajaran untuk kembali pada hakekat polisi sebagai penjaga kehidupan yang tentu tidak boleh jauh dari objek yang dijaga.

"Polisi tidak kemana-mana tetapi ada dimana-mana," tutup Edison. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPR Berharap Pers Bisa Tangkal Hoaks COVID-19
Indonesia
Ketua DPR Berharap Pers Bisa Tangkal Hoaks COVID-19

Putri Megawati Soekarnoputri itu berharap pers dapat mengedukasi masyarakat dan menangkal hoaks terkait COVID-19 agar tidak menyesatkan masyarakat.

Abdi "Slank" Diangkat Jadi Komisaris Telkom
Indonesia
Abdi "Slank" Diangkat Jadi Komisaris Telkom

RUPST juga menunjuk Bono Daru Adji dan Abdi Negara Nurdin sebagai Komisaris Independen serta Arya Mahendra Sinulingga selaku komisaris.

Di Depan Anak Buah Erick Thohir, Anies Klaim Penanganan Corona di DKI Berjalan Baik
Indonesia
Di Depan Anak Buah Erick Thohir, Anies Klaim Penanganan Corona di DKI Berjalan Baik

Kehadiran Jenderal Andika dan Komjen Gatot untuk berdiskusi mengenai langkah-langkah yang dilakukan Pemprov DKI dalam penanganan COVID-19.

Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Artis Agung Saga dalam Kasus Narkoba
Indonesia
Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Artis Agung Saga dalam Kasus Narkoba

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap artis Agung Saga kembali terkait narkoba.

Dukung Anies, Golkar Tegaskan Miliki Saham Bir Bertentangan Norma Keagamaan
Indonesia
Dukung Anies, Golkar Tegaskan Miliki Saham Bir Bertentangan Norma Keagamaan

Upaya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melepas kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta didukung penuh Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta.

KPK Kukuh Minta Komnas HAM Jelaskan Alasan Pemeriksaan Firli Bahuri Cs
Indonesia
KPK Kukuh Minta Komnas HAM Jelaskan Alasan Pemeriksaan Firli Bahuri Cs

"Hal ini penting agar kami bisa menyampaikan data dan informasi sesuai dengan yang dibutuhkan dalam pemeriksaan tersebut," ujarnya.

Komisi B Panggil Petinggi Sarana Jaya, Tanyakan Nasib Rumah DP 0 Rupiah
Indonesia
Komisi B Panggil Petinggi Sarana Jaya, Tanyakan Nasib Rumah DP 0 Rupiah

Komisi B DPRD DKI Jakarta memanggil BUMD Pembangunan Sarana Jaya (PSJ) hari ini, Rabu (15/3).

November, UNAIR Uji Coba Klinis Vaksin Merah Putih
Indonesia
November, UNAIR Uji Coba Klinis Vaksin Merah Putih

Untuk uji klinis, keputusannya pada November baru dimulai. UNAIR akan memulai uji klinis vaksin merah putih.

Anies Pecat 8 Oknum Petugas Dishub DKI yang Nongkrong di Warkop saat PPKM Darurat
Indonesia
Anies Pecat 8 Oknum Petugas Dishub DKI yang Nongkrong di Warkop saat PPKM Darurat

"Delapan oknum Dishub itu dicopot sama pak gubernur," ungkapnya.

Pecah Rekor Setelah 16 Bulan Kasus COVID-19 di Tanah Air Penambahan Capai 15.308
Indonesia
Pecah Rekor Setelah 16 Bulan Kasus COVID-19 di Tanah Air Penambahan Capai 15.308

Kasus aktif COVID-19 atau pasien yang dirawat dan isolasi kini mencapai 160.524 orang