John Kei Bikin Video Provokasi Sebelum Serang Nus Kei Polda Metro Jaya gelar kasus John Kei dalam rangkaian pengeroyokan yang menewaskan satu orang. ANTARA/Polda Metro Jaya

MerahPutih.com - Penyebab John Kei cs menyerang kelompok Agrapinus Rumatora Kei alias Nus Kei diduga bukan hanya karena perselisihan bagi hasil penjualan tanah di Ambon.

Diduga, salah satu penyebab lainnya adalah karena adanya video yang dinilai John Kei cs memprovokasi mereka. Polisi tak menampik adanya video ini. Polisi menyebut ada kemungkinan video ini jadi salah satu penyebab preman tersebut menyerang sang paman.

Baca Juga

Putri John Kei Kaget Sang Ayah Kembali Berbuat Onar

"Apakah (video) itu betul beredar? Iya, apakah itu bisa jadi pemicu? Jawabannya mungkin iya, tapi itu merupakan rangkaian panjang dari peristiwa hubungan diantara dua personel tersebut (John Kei dan Nus Kei)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (1/6)

Video tersebut, lantas dijadikan barang bukti dalam kasus John Kei melawan Nus Kei ini. Tubagus menambahkan, selain video tersebut, ada sejumlah barang bukti lain seperti riwayat pesan WhatsApp antara Nus Kei dan John Kei yang dijadikan barang bukti juga dalam kasus tersebut.

"Semua rangkaian buktinya sudah ada dari mulai percakan telepon dari WhatsApp, dari berbagai macam ada yang menunjukkan bahwa adanya konflik diantara dua orang tersebut," katanya lagi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (kedua kiri) didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) dan Dirreskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (kanan) bertanya kepada tersangka kasus kejahatan John Kei (kedua kanan) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap 30 orang yakni John Kei beserta anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (kedua kiri) didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) dan Dirreskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (kanan) bertanya kepada tersangka kasus kejahatan John Kei (kedua kanan) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap 30 orang yakni John Kei beserta anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Untuk diketahui, polisi melakukan penggerebekan terhadap kelompok John Kei di perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu malam, 21 Juni 2020. Sebanyak 25 orang diamankan.

Penggerebekan ini terkait aksi penyerangan di rumah Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang.

Kemudian, aksi penganiayaan sadis terhadap Yustus Corwing Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Status John Kei dan komplotannya saat ini sudah menjadi tersangka.

Baca Juga

Tak Ikut Penyerangan, Anak Buah John Kei Ini Ditangkap atas Kasus Lain

Polisi juga sudah melakukan gelar rekonstruksi kasus John Kei di lima lokasi pada Rabu (24/6). Dalam perkembangannya, total sudah ada 35 orang termasuk John Kei yang dicokok.

Polisi menyebut masih ada tujuh anak buahnya yang buron. Namun, menurut polisi tak menutup kemungkinan masih ada anak buah John Kei lain yang ternyata juga terlibat di luar tujuh orang buron tersebut. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI: 4,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Telah Disuntikan ke Warga
Indonesia
Pemprov DKI: 4,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Telah Disuntikan ke Warga

"Totalnya sampai dengan jam 21 kemarin itu sudah 4.574.139 dosis itu dosis 1 dan 2," ujar Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria

Sandiaga Uno dan Istrinya Positif Corona
Indonesia
Sandiaga Uno dan Istrinya Positif Corona

Pengusaha nasional Sandiaga Uno positif terpapar virus corona (COVID-19).

KPK Perpanjang Masa Penahanan Lima Tersangka Korupsi Proyek Fiktif Waskita Karya
Indonesia
KPK Perpanjang Masa Penahanan Lima Tersangka Korupsi Proyek Fiktif Waskita Karya

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyatakan masa penahanan kelima tersangka diperpanjang selama 40 hari ke depan terhitung sejak 12 Agustus 2020

OTT Bupati Nganjuk Dipimpin Kasatgas KPK Yang Tidak Lolos TWK
Indonesia
OTT Bupati Nganjuk Dipimpin Kasatgas KPK Yang Tidak Lolos TWK

Berdasarkan informasi, pegawai yang dimaksud adalah Harun Al Rasyid selaku Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyelidik.

Kampanye Cagub Kepri Ansar Ahmad Tuai Kritikan
Indonesia
Kampanye Cagub Kepri Ansar Ahmad Tuai Kritikan

Kampanye tatap muka yang dilakukan Calon Gubernur Kepri Ansar Ahmad menuai kritikan

Untuk Sementara, Sirkuit Formula E Jakarta Tetap di Monas
Indonesia
Untuk Sementara, Sirkuit Formula E Jakarta Tetap di Monas

Nanti ada panitia dengan penyelenggara dengan pihak Formula E yang mengerti tempat terbaik

Novel Baswedan Ajak Masyarakat Dukung Program Vaksinasi Presiden Jokowi
Indonesia
Novel Baswedan Ajak Masyarakat Dukung Program Vaksinasi Presiden Jokowi

Novel mengajak masyarakat untuk mendukung program vaksinasi yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Setiap Hari, 100 Butir Ekstasi Dibikin di Rumah Sakit oleh Napi AU
Indonesia
Setiap Hari, 100 Butir Ekstasi Dibikin di Rumah Sakit oleh Napi AU

AU diduga memproduksi ekstasi semenjak dirawat di Rumah Sakit. Ia menjalani perawatan karena sakit keram di bagian perut sejak dua bulan lalu.

Ganja Masuk Komoditas Binaan di 2006, Petani Belum Dilegalkan
Indonesia
Ganja Masuk Komoditas Binaan di 2006, Petani Belum Dilegalkan

"Ganja termasuk kelompok komoditas tanaman obat, ditanam hanya untuk keperluan medis dan secara legal oleh UU Narkotika, itu yang kita jadikan acuan," ungkap Tommy.

60 Raja Nusantara Bakal Hadiri Penobatan Sultan Sepuh Cirebon
Indonesia
60 Raja Nusantara Bakal Hadiri Penobatan Sultan Sepuh Cirebon

PRA Luqman telah disiapkan ayahnya untuk menggantikan kedudukannya. Luqman yang sebelumnya bergelar Pangeran Raja (PR), diberi gelar PRA saat Sultan Arief hendak menunaikan ibadah haji.