JNE Tidak Menimbun, Tapi Mengubur Beras yang Rusak Kuasa hukum perusahaan ekspedisi PT Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) Hotman Paris Hutapea. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Perusahaan jasa ekspedisi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) yang diwakili oleh pengacara Hotman Paris Hutapea mengatakan bahwa beras bantuan sosial Presiden RI (beras Banpres) tidak ditimbun, melainkan dikubur lantaran kondisi rusak.

"JNE tidak pernah timbun beras bantuan presiden. JNE membuang dengan cara mengubur beras yang rusak," ujar Hotman Paris, dikutip Antara, Kamis (4/8).

Baca Juga:

Polri Ungkap JNE yang Menimbun Beras Banpres Sejak November 2021

Hotman menjelaskan dari total beras yang dibagikan sebanyak 6.199 ton untuk 11 kecamatan di Depok, beras yang rusak dan dikubur di daerah Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok tersebut berjumlah 3,4 ton atau 0,05 persen atau setara dengan nominal Rp 37 juta.

Hotman mengatakan adapun beras penggantinya dipesan baru kepada PT SSI (Storesend Elogistics Indonesia) selaku rekanan pemerintah untuk menyalurkan bansos, kemudian dibagikan ke rakyat melalui kantong pribadi JNE sebagai perusahaan.

"Membeli dengan cara honor yang dipotong untuk mengganti beras yang rusak kemudian beras yang baru dibagikan ke rakyat," kata Hotman.

Ia menyebut beras yang rusak pada Mei 2020 sebanyak 3,4 ton tersebut sudah menjadi milik JNE kemudian disimpan lama di gudang selama 1,5 tahun, dan karena terlalu lama kondisinya semakin rusak akhirnya muncul inisiatif untuk menguburnya pada November 2021.

"Akhirnya ada ide, ya sudah dikubur saja. Kebetulan ada lahan yang penjaganya setuju," ucapnya.

Baca Juga:

Polda Metro Hentikan Penyelidikan Kasus Beras Bansos yang Dikubur di Depok

Menurutnya, keputusan untuk menguburkan beras lantaran demi menjaga sensitivitas, mencegah beras disalahgunakan serta menimbulkan masalah karena kondisinya yang telah rusak.

"Apalagi itu karung itu kan ada logonya banpres, kalau kita buang sembarang tempat nanti sama orang diambil dibuang nanti kita yang dituduh membuangnya," katanya.

Ia menyebut penguburan tersebut dilakukan di tanah kosong sedalam tiga meter dan telah meminta izin kepada penjaga lahan.

"Jadi kita memang minta izin ke pihak yang menjaga. Hanya untuk menguburkan tidak membeli menguasai, jadi ya kita tidak mengecek kepemilikan lagi karena kita tidak membeli," kata Hotman. (*)

Baca Juga;

Temuan Sementara Polisi dari Kasus Penimbunan Beras Bansos di Depok

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jakarta Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19, PSI Desak Anies Percepat Booster
Indonesia
Jakarta Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19, PSI Desak Anies Percepat Booster

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Idris Ahmad, meminta Gubernur Anies beserta jajarannya untuk turun tangan langsung sebelum adanya lonjakan COVID-19 yang diperkirakan akan terjadi pada akhir bulan juli ini.

Konser Dream Theater, Promotor Sebut Ada Tamu VVIP dari Para Capres 
Indonesia
Konser Dream Theater, Promotor Sebut Ada Tamu VVIP dari Para Capres 

Band metal asal Amerika Serikat, Dream Theater akan menggelar konser tunggal di halaman parkir Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/8).

Vonis Mati Pemerkosa Santri di Bandung, Aktivis: Tidak Berikan Efek Jera
Indonesia
Vonis Mati Pemerkosa Santri di Bandung, Aktivis: Tidak Berikan Efek Jera

Dalam RUU TPKS diatur secara rinci hukuman untuk pelaku, termasuk pemberatan dan tindakan korektif lainnya sesuai dengan kadar kejahatannya.

DPR Minta Kemendag Stabilkan Harga Tepung Terigu di Tengah Kebutuhan Kue Lebaran
Indonesia
DPR Minta Kemendag Stabilkan Harga Tepung Terigu di Tengah Kebutuhan Kue Lebaran

Komisi VI DPR meninjau harga tepung terigu ke Pasar Puryakencana, Bogor, Selasa (12/4).

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sukabumi, Terasa Sampai Bandung
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sukabumi, Terasa Sampai Bandung

BMKG menegaskan, gempa tidak berpotensi tsunami dan menyarankan hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

Bahas Tahapan Pemilu, KPU Berkirim Surat ke DPR
Indonesia
Bahas Tahapan Pemilu, KPU Berkirim Surat ke DPR

Jika hari pemungutan pilkada digelar pada November 2024, maka hari pemungutan pemilu harusnya digelar pada Februari 2024.

Jangan Lupa, Besok Ada Festival Air di Kota Cimahi
Indonesia
Jangan Lupa, Besok Ada Festival Air di Kota Cimahi

Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) menggelar Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi. Kegiatan dengan judul utama Festival Air ini dilaksanakan pada Minggu (17/10)

Anies Naikkan UMP DKI Rp 225.667, KSPI: Pengusaha Jangan Gelisah
Indonesia
Anies Naikkan UMP DKI Rp 225.667, KSPI: Pengusaha Jangan Gelisah

Naiknya UMP dinilai berpengaruh pada daya beli masyarakat dengan bertambahnya gaji tiap bulan pegawai.

DPRD Wanti-wanti Anies Soal Anggaran Program Sumur Resapan Tahun 2022
Indonesia
DPRD Wanti-wanti Anies Soal Anggaran Program Sumur Resapan Tahun 2022

Anggaran untuk program pembuatan sumur resapan atau drainase vertikal sudah dihapus atau dinolkan oleh DPRD DKI Jakarta dalam APBD tahun 2022.

Sebagian Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan
Indonesia
Sebagian Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta diguyur hujan, Jumat (18/2).