JK Tolak Ahok Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Begini Tanggapan Hasto Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto. (Foto: merahputih.com/Fadli)

MerahPutih.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto memaparkan alasan belum memasukkan Basuksi Tjahaja Purnama dalam jajaran timnya.

Hasto menyatakan pihaknya bukan melarang Basuki Tjahaja Purnama (BTP) untuk terlibat dalam kampanye Pemilu 2019.

Justru, kata dia, pihaknya memberi kesempatan BTP untuk menjalankan agenda pribadinya seusai menjalani pidana penjara atas perkara penistaan agama.

"Maksudnya bukan dilarang, tetapi pak BTP keluar negeri, dua setengah bulan di luar negeri. Kemudian ada agenda-agenda pribadi harus dijalankan," kata Hasto Kristiyanto kepada wartawan di kantor DPP PDIP Menteng, Jakarta, Rabu (13/2).

Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) saat diperiksa Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (7/11). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)
Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) saat diperiksa Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (7/11). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Menurut Sekjen PDIP, dengan waktu kampanye yang sudah mepet yang tinggal 62 hari, maka tidak mungkin bagi BTP untuk dapat berkampanye. Sementara, BTP berniat jalan-kalan keluar negeri selama 2,5 bulan.

"Jadi, itu kan sudah lewat pemilu. Kalau pak BTP ada di luar negeri, ada tugas-tugas pribadinya juga, yang menjadi impian yang dilakukan sendiri," kata Hasto.

Jadi, ada baiknya BTP menyelesaikan keinginan pribadinya.

Sebelum itu, Ketua Dewan Pengarah TKN Jusuf Kalla menolak Ahok jika ingin bergabung dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Alasanya, JK khawatir Ahok dapat menggerus suara paslon, karena dia masih diasosiasikan dengan kasus penodaan agama.

JK menduga, kubu lawan akan memainkan isu bergabungnya Ahok sebagai penista agama untuk menyudutkan Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau saya ditanya sebagai Ketua Dewan Pengarah, Jangan (gabung TKN)," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, baru-baru ini. (Fdi)

Kredit : fadhli


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH