Jimly Sebut Oposisi Harus Dipertahankan di Era Jokowi-Ma'ruf Amin Jimly Asshiddiqie (kanan). (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)

MerahPutih.com - Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyebut sistem pemerintahan akan lebih baik jika memiliki oposisi.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menilai tak selayaknya jika semua kubu bergabung dengan pemerintah.

Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie. (MP/Ponco Sulaksono)

"Bagi dua saja, biar ada yang mengimbangi," ujar Jimly kepada wartawan, Sabtu (6/7).

BACA JUGA: Rugi, Kalau Tidak Ada Partai Politik yang Berani Ambil Peran Oposisi

Adanya oposisi, membuat kedua pihak bisa saling mengawasi satu sama lain.

"Check and balance dalam sistem demokrasi kita akan semakin mendewasakan kehidupan kebangsaan."

Ia pun menerangkan bahkan dalam Al Quran disebutkan harus ada dua golongan di muka bumi ini agar dapat saling mengontrol dan mengendalikan. Jika tidak, maka bumi bisa hancur.

"Peradaban material, peradapan spiritual hancur kalau tidak ada keseimbangan. Maka hasil pemilihan umum ini, biar saja lah kita pelihara," ucapnya.

BACA JUGA: Rekonsiliasi Diharapkan Tak Hilangkan Kubu Oposisi

Menurut Jimly pihak Prabowo maupun Jokowi sudah menerima keputusan MK dan hasil dari KPU.

"Saya rasa untuk rekonsiliasi alamiah saja kita harus mengelola tidak usah dipaksakan toh semua sudah menerima," kata Jimly.

Yang terpenting saat ini, kata dia yaitu pendukung Jokowi dan Prabowo bersatu kembali serta menghormati putusan MK.

Prabowo Subianto yang diusung beberapa partai kembali kalah dalam Pilpres 2019 ( ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Prabowo Subianto yang diusung beberapa partai kembali kalah dalam Pilpres 2019 ( ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

"Yang jauh lebih penting bagi kita bagaimana mengelola perbedaan itu sampai 5 tahun bisa saja itu sakitnya masih ada jadi udah kita saling menghormati saja," ungkap Jimly.

BACA JUGA: 3 Parpol yang Disarankan Tetap Jadi Oposisi

Jika tidak menerima satu sama lain, kata Jimly akan terjadi sikap politik yang tidak sehat. Sebab itu, dia menghimbau agar kedua kubu pendukung untuk memikirkan cita-cita ke depan.

"Saya ingin mengajak segenap warga bangsa untuk memikirkan jangka panjang," kata Jimly. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenkes Tetap Lakukan Surveilans Evaluasi Pelaksanaan PTM
Indonesia
Kemenkes Tetap Lakukan Surveilans Evaluasi Pelaksanaan PTM

Dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, sekolah harus memastikan telah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik di lingkungan sekolah.

Lebih dari 75 Napiter Nyatakan Setia Kepada NKRI
Indonesia
Lebih dari 75 Napiter Nyatakan Setia Kepada NKRI

Ada pula napiter yang takut ancaman kelompok atau jaringannya

Pemprov DKI Tindak Lanjuti Daerah Penyangga Minta Dana Hibah Terkait Banjir
Indonesia
Pemprov DKI Tindak Lanjuti Daerah Penyangga Minta Dana Hibah Terkait Banjir

Pemprov DKI mengakui sejumlah kepala daerah penyangga ibu kota menyurati Gubernur Anies Baswedan meminta dukungan bantuan dana hibah untuk penanganan banjir.

Ditemukan Klaster di Lima Sekolah, UNS Pastikan Kuliah Tatap Muka Tetap Jalan
Indonesia
Ditemukan Klaster di Lima Sekolah, UNS Pastikan Kuliah Tatap Muka Tetap Jalan

Satgas COVID-19 Solo mencatat adanya temuan klaster pembelajaran tatap muka (PTM) di lima sekolah.

Demokrat Tegaskan Foto AHY Pelesiran Saat SBY Sakit Hoaks tak Bermoral
Indonesia
Demokrat Tegaskan Foto AHY Pelesiran Saat SBY Sakit Hoaks tak Bermoral

Netizen NKRI mengunggah postingan foto keluarga AHY berswafoto di sebuah kota di luar negeri.

Ketua DPD Tegaskan Presidential Threshold Tak Sesuai Konstitusi
Indonesia
Ketua DPD Tegaskan Presidential Threshold Tak Sesuai Konstitusi

Artinya setiap partai politik peserta pemilu berhak dan dapat mengajukan pasangan capres dan cawapres

Penundaan Pemilu 2024 Berpotensi Ancam Stabilitas, Langkah Tegas Jokowi Ditunggu
Indonesia
Penundaan Pemilu 2024 Berpotensi Ancam Stabilitas, Langkah Tegas Jokowi Ditunggu

Presiden Jokowi didesak harus bersikap tegas menolak wacana penundaan pelaksanaan Pemilu 2024.

Bank DKI Realisasikan Kredit DP 0 Rupiah Sebesar Rp 198,8 Miliar
Indonesia
Bank DKI Realisasikan Kredit DP 0 Rupiah Sebesar Rp 198,8 Miliar

Bank DKI telah merealisasikan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 198,8 Miliar kepada 730 penerima manfaat program DP 0 Rupiah.

Kendalikan Banjir di IKN Nusantara, Proyek Bendungan dan Drainase Dipercepat
Indonesia
Kendalikan Banjir di IKN Nusantara, Proyek Bendungan dan Drainase Dipercepat

Bendungan yang memiliki luas genangan 280 hektare dan kapasitas tampung 10,6 juta meter kubik ini sudah cukup lama direncanakan.

Tim DVI Masih Lakukan Identifikasi Pada Jasad Korban Kebakaran Lapas Tangerang
Indonesia
Tim DVI Masih Lakukan Identifikasi Pada Jasad Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Korban luka akibat insiden kebakaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang bertambah sebanyak dua orang. Tambahan dua korban itu sebelumnya telah mendapat perawatan di Poliklinik Lapas Kelas 1 Tangerang.