Jika Terbukti Selewengkan Dana, Mahfud Minta ACT Diproses Hukum Menko Polhukam Mahfud Md (dok. Kemenko Polhukam)

MerahPutih.com - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diminta untuk membuka diri ke publik dan menjelaskan kalau mereka tak menyalahgunakan dana amal yang diperoleh dari masyarakat ke dalam aktivitas terlarang.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menilai, organisasi sosial ACT harus diproses hukum jika terbukti menyelewengkan dana kemanusiaan.

Baca Juga:

Komisi III DPR Minta ACT Buka-bukaan soal Audit Dana Sumbangan Publik

"Jika ternyata benar bahwa dana kemanusiaan yang dihimpun oleh ACT itu diselewengkan, maka selain harus dikutuk, penyelewengan itu juga harus dibawa ke proses hukum pidana," kata Mahfud dalam salah satu keterangan unggahan video di akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd, dikutip dari Antara, Selasa (5/7).

Mahfud pun menyampaikan pengalamannya saat memberikan dukungan kepada ACT dan mempromosikan kegiatan organisasi sosial itu demi misi kemanusiaan pada tahun 2018.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan pihak ACT secara tiba-tiba mendatangi kantornya.

"Untuk memberi endorsement (promosi) tersebut, saya pernah tiba-tiba didatangi ke kantor. Saya juga pernah ditodong begitu selesai memberi khotbah di sebuah masjid," kata Mahfud.

Baca Juga:

Kemensos Segera Panggil Pemimpin ACT

Saat itu, Mahfud mengaku merasa senang mempromosikan gerakan manusia dan pihak ACT juga memberikan penjelasan bahwa mereka menghimpun dana kemanusiaan untuk membantu warga Palestina, korban bencana alam di Papua, dan gempuran Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Damaskus, Suriah.

"Ketika itu, saya melihat ACT masih murni bekerja untuk urusan kemanusiaan," kata dia.

Terkait dengan dugaan penyelewengan dana kemanusiaan oleh ACT itu, Bareskrim Polri menyatakan membuka penyelidikan dengan melakukan pengumpulan data serta keterangan.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (4/7), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah melakukan proses penyelidikan, meskipun Polri belum menerima laporan dari masyarakat.(*)

Baca Juga:

Forum Zakat Sebut ACT Bukan Bagian dari Organisasi dan Ekosistem Pengelola Zakat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei Charta Politika Sebut 61 Persen Pemilih Jokowi Pilih Ganjar
Indonesia
Survei Charta Politika Sebut 61 Persen Pemilih Jokowi Pilih Ganjar

Salah satu yang menarik dari survei nasional ini adalah 61 persen pemilih Jokowi-Ma'ruf yang menetapkan pilihannya ke Ganjar Pranowo

PPIH Arab Saudi Siap Sambut Kedatangan Jemaah calon haji Indonesia
Indonesia
PPIH Arab Saudi Siap Sambut Kedatangan Jemaah calon haji Indonesia

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi siap menyambut kedatangan dan memberikan pelayanan bagi 6.383 calon haji Indonesia dengan 16 kloter dari delapan embarkasi

Di atas Kertas Koalisi Prabowo Paling Kuat
Indonesia
Di atas Kertas Koalisi Prabowo Paling Kuat

“Bergabungnya Partai Demokrat menggantikan posisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahad malam, sedikit menurunkan kekuatan koalisi pendukung Prabowo. Namun komposisi koalisi ini tetap lebih unggul daripada koalisi pendukung Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo,” kata analis politik Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting

Dinkes Kota Tangerang Kerahkan 498 Kader Dampingi Ibu Hamil
Indonesia
Dinkes Kota Tangerang Kerahkan 498 Kader Dampingi Ibu Hamil

Peran kader Srikandi membantu Dinas Kesehatan dalam menyasar 40.132 ibu hamil di Kota Tangerang.

Pengendara Kendaraan Listrik Wajib Miliki SIM Khusus
Indonesia
Pengendara Kendaraan Listrik Wajib Miliki SIM Khusus

Saat ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah menentukan penggolongan SIM yang nantinya wajib digunakan para pengendara kendaraan listrik.

Pemerintah Rogoh Kocek Rp 35 Miliar untuk Revitalisasi Keraton Surakarta
Indonesia
Pemerintah Rogoh Kocek Rp 35 Miliar untuk Revitalisasi Keraton Surakarta

"Revitalisasi keraton tidak mudah karena kawasan cagar budaya. Akan ada lelang awal Agustus paling lambat dengan total dana Rp 35 miliar," kata Kuswara.

Erick Thohir Ajak Jalan-Jalan Konsultan Pelatih Timnas U-17 Frank Wormuth ke Sarinah
Indonesia
Erick Thohir Ajak Jalan-Jalan Konsultan Pelatih Timnas U-17 Frank Wormuth ke Sarinah

Konsultan atau penasehat tim pelatih Timnas U-17 itu telah tiba di tanah air pada Selasa (1/8).

Erick Bangga Pada Kekuatan Mental dan Kebersamaan Timnas U-22
Indonesia
Erick Bangga Pada Kekuatan Mental dan Kebersamaan Timnas U-22

Kekuatan itu bisa kembali jadi modal dalam partai final kontra Thailand yang berlangsung pada Selasa (16/5).

MK Putuskan Perppu Cipta Kerja Tak Langgar Aturan, Gugatan Buruh Ditolak
Indonesia
MK Putuskan Perppu Cipta Kerja Tak Langgar Aturan, Gugatan Buruh Ditolak

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) sebagai UU tak melanggar ketentuan pembentukan perundang-undangan.

Pj DKI 1 Akui Susah Bertemu Jokowi Bahas soal Jakarta
Indonesia
Pj DKI 1 Akui Susah Bertemu Jokowi Bahas soal Jakarta

"Enggak (ada pertemuan sore ini dengan Presiden Jokowi), enggak ada, enggak ada," ujar Heru saat menyambangi Kodam Jaya, Jakarta Timur, pada Senin (24/10).