Jika Tak Puas, Novel Baswedan Diminta Lakukan Banding Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (30/4/2020). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)

MerahPutih.com - Terdakwa penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, masing-masing divonis dua tahun dan 1,5 tahun penjara. Keduanya mendapat hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa selam 1 tahun penjara.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai, penyidik KPK Novel Baswedan bisa melakukan banding atas vonis yang dinilai masih rendah terhadap dua pelaku penyerangannya, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis.

Baca Juga:

KPK Sebut Vonis Peneror Novel Jadi Preseden Buruk bagi Pemberantasan Korupsi

Menurut Stanislaus, melakukan banding bisa dilakukan ketika Novel sebagai korban merasa tidak puas dengan hasil keputusan majelis hakim yang hanya menjatuhkan vonis 2 dan 1,6 tahun penjara.

“Jika Novel Baswedan memandang bahwa vonis pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya terlalu rendah maka sebaiknya Novel menggunakan haknya untuk banding,” kata Stanislaus kepada wartawan, Sabtu, (18/7).

Apalagi menurut Stanislaus, Novel adalah orang yang sangat paham dengan hukum. Dia juga aktif di lembaga hukum.

"Novel bukan orang awam. Dia adalah orang yang mengabdikan dirinya untuk menegakkan hukum,” ujarnya.

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Menurut alumni S2 Universitas Indonesia (UI) itu, keputusan majelis hakim tentunya berdasarkan pertimbangan fakta-fakta persidangan.

“Novel Baswedan tentu paham bahwa vonis pelaku penyiraman diputuskan oleh hakim berdasarkan fakta-fakta persidangan,” tuturnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Djuyamto menjatuhkan vonis kepada dua orang terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Dalam putusan yang dibacakan majelis hakim pada hari tersebut, Ronny Bugis dijerat dengan 1,5 tahun penjara, sementar untuk Rahmat Kadir divonis dengan 2 tahun penjara.

Baca Juga:

Dua Penyerang Novel Divonis Ringan, Hakim Diduga Dipengaruhi

Usai putusan majelis hakim PN Jakarta Utara itu keluar, Novel Baswedan malah mengucapkan "selamat" kepada Presiden Joko Widodo atas vonis dua pelaku penyiraman air keras, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

Menurutnya, putusan tersebut dinilai tak sesuai harapannya.

“Selamat Bapak Presiden @jokowi. Anda berhasil membuat pelaku kejahatan tetap bersembunyi, berkeliaran dan siap melakukannya lagi!” kata Novel lewat akun Twitter-nya @nazaqistsha, Jumat, 17 Juli 2020. (*)

Baca Juga:

Vonis Rendah Dua Penyerang Novel Tutup Celah Upaya Bongkar Aktor Intelektual

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
'Welcome The New Normal', Jokowi Dijadwalkan Tinjau Operasional Mal di Bekasi
Indonesia
'Welcome The New Normal', Jokowi Dijadwalkan Tinjau Operasional Mal di Bekasi

Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri pembukaan kembali Mal Summarecon Bekasi sekitar pukul 13.00 WIB

Penyidik Cari Unsur Pidana dalam Kasus Obat Corona Hadi Pranoto
Indonesia
Penyidik Cari Unsur Pidana dalam Kasus Obat Corona Hadi Pranoto

Polda Metro Jaya mencari adakah unsur pidana dibalik konten YouTube musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji yang mewawancarai Hadi Pranoto.

 Zulhas Minta Maaf Kepada Amien Rais Saat Penutupan Kongres V PAN
Indonesia
Zulhas Minta Maaf Kepada Amien Rais Saat Penutupan Kongres V PAN

Kadang-kadang juga keluarga yang terbawa terbuka, saya memohon maaf kepada pak Amin dan bu Amien dan keluarga atas apa yang terjadi," katanya.

600 WNI Alumni ISIS akan Dipulangkan, Begini Respons Mabes Polri
Indonesia
600 WNI Alumni ISIS akan Dipulangkan, Begini Respons Mabes Polri

Menurut Argo, pihaknya menunggu adanya rapat teknis untuk menggelontorkan masukan terkait rencana pemulangan WNI eks ISIS.

Jokowi Lantik Mahfud MD hingga Mantan Deputi BIN Jadi Anggota Kompolnas
Indonesia
Jokowi Lantik Mahfud MD hingga Mantan Deputi BIN Jadi Anggota Kompolnas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik sembilan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masa jabatan 2020-2024 di Jakarta, Rabu (19/8)

 Kisah Sopir Bus Kena PHK, Mudik Jalan Kaki Ratusan Kilometer Jakarta-Solo
Indonesia
Kisah Sopir Bus Kena PHK, Mudik Jalan Kaki Ratusan Kilometer Jakarta-Solo

"Saya kena PHK tanggal 8 Mei sebagai sopir bus pariwisata. Awalnya saya gunakan uang Rp500.000 untuk membeli tiket bus AKAP jurusan Jakarta-Solo, tetapi yang datang justru mobil Elf," kata Budi

Ketua DPD: Pelaksanaan Pilkada 2020 Berjalan Lancar
Indonesia
Ketua DPD: Pelaksanaan Pilkada 2020 Berjalan Lancar

DPD mengapresiasi pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember lalu. Pelaksanaan Pilkada berjalan dengan lancar.

Polresta Surakarta Bongkar Kasus Pembunuhan Dua Orang dengan Cara Diracun Tikus
Indonesia
Polresta Surakarta Bongkar Kasus Pembunuhan Dua Orang dengan Cara Diracun Tikus

Tersangka mengaku nekat membunuh seorang laki-laki dan perempuan itu dengan motif ingin mengambil uang senilai Rp725 juta milik korban lelaki.

Reza Artamevia Direhabilitasi Pekan Depan
Indonesia
Reza Artamevia Direhabilitasi Pekan Depan

Penyanyi Reza Artamevia ternyata baru mulai menjalani proses rehabilitasi pekan depan.

Update Corona DKI Rabu (20/5): Positif 6.150, Sembuh 1.425 Orang
Indonesia
Update Corona DKI Rabu (20/5): Positif 6.150, Sembuh 1.425 Orang

Kasus ositif bertambah 97 pasien dari hari kemarin sebanyak 6.053 orang.