Jika PA212 Gunakan Ideologi Kanan, Sebaiknya Bertransformasi Jadi Partai Politik Reuni 212 di Monas, Senin (2/11). Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Pengamat politik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona menilai sebaiknya Persaudaraan Alumni (PA) 212 bertransformasi menjadi partai politik.

"Kegiatan Reuni 212 adalah konsolidasi ideologi. Gerakan ini memiliki spirit dengan ideologi yang sama. Jika gerakan ini menggunakan ideologi kanan sebagai alat perjuangan, maka sebaiknya bertransformasi menjadi partai politik," kata Mikhael Raja Muda Bataona, di Kupang, Senin (2/12) dikutip Antara.

Baca Juga

Reuni 212 Jadi Ajang Melawan Ketidakadilan dan Dukungan untuk Habib Rizieq

Jika gerakan ini mau memperjuangkan visi misi mereka, seharusnya lewat partai politik karena hal tersebut akan terukur di parlemen saat mereka memperjuangkan kepentingan masyarakat yang mereka wakili.

"Ketika mereka memilih untuk berjuang lewat jalur-jalur gerakan massa atau populisme, maka ini akan menjadi sesuatu yang tidak terlalu kuat secara politik dalam menentukan pengambilan kebijakan," ungkap dia.

Reuni 212. Foto: Twitter
Reuni 212 di Monas, Senin (2/12). Foto: Twitter

Selain itu, gerakan massa dalam studi politik, selalu menjadi batu ujian bagi konsolidasi demokrasi sebuah bangsa, sebab gerakan semacam ini biasanya akan menerjang prosedur-prosedur demokrasi.

Termasuk lewat pemaksaan kehendak dan memperjuangkan ideologi tertentu. Ini yang ditakutkan oleh masyarakat.

Baca Juga

Mantan Peserta Aksi 212 Kesal Dicatut untuk Kepentingan PA 212

Padahal dalam teori politik tentang ideologi, sudah dikatakan bahwa ideologi itu bukanlah sebuah sistem pemikiran/pengetahuan yang tertutup rapat, melainkan rangkaian ide yang cair, tumpang-tindih pada kasus tertentu.

"Artinya tidak semua mereka yang turun ke jalan akan memiliki satu ideologi yang sama sepanjang waktu," ungkap dia. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH