Jika Masih Berkoar Soal Mahar, PAN Ancam Polisikan Andi Arief Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Foto: Kricom

MerahPutih.com - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Soni Sumarsono meminta kepada sekjen Partai Demokrat Andi Arief untuk tidak lagi berkoar soal mahar politik Sandiaga Uno senilai Rp 500 miliar.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) telah menjelaskan bahwa cuitan wasekjen partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu fitnah. Pasalnya tidak ada mahar politik seperti yang disampaikan Andi Arief.

"Kita minta Andi Arief sudah lah stop bicara mahar politik terhadap PAN dan PKS, kan hubungan elite sudah baik jangan diperburuk lagi soal mahar politik," kata Soni di Warung Daun Jakarta Pusat, Sabtu, (11/8).

Lebih jauh bacaleg anggota DPR RI dapil Depok Jawa Barat itu menjelaskan, dari awal, terkait cuitan Arief itu, pihaknya menuntut Arief segera meminta maaf kepada PAN dan PKS. Namun, semuanya berbalik arah lantaran dengan bergabungnya partai Demokrat kepada koalisi oposisi, sehingga, polemik mahar politik itu dianggap selesai.

Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief

"Kita dari awal kan sudah meminta Andi Arief untuk minta maaf. Namun, dengan bergabungnya Demokrat dan koalisi besar kita harapkan polemik mahar politik selesai," tambahnya.

Tetapi, jika hal tersebut tidak diindahkan oleh Andi, dan masih melakukan hal yang sama secara terus menerus, maka PAN, kata Soni, tak ragu akan menuntut Andi Arief ke melalui proses hukum.

"Kalau terus disampaikan PAN akan menuntut secara hukum, tidak ada keraguan PAN akan memproses ini secara hukum," tegas Soni.

Meskipun tuduhan itu adalah sikap pribadi Andi, tapi dia tidak bisa dipisahkan dari posisi Wasekjen Demokrat. Soni berharap Demokrat memberikan sanksi kepada Andi jika kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial.

"Membikin suasana koalisi tidak nyaman. ini sudah masuk pencemaran nama baik," tegasnya.

Soni pun mengklaim, mungkin tuduhan Andi terkait mahar politik tersebut merupakan sebuah ungkapan kekecewaan karena AHY gagal jadi cawapres dan Prabowo memilih Sandi.

"Bergabungnya Demokrat saling menjaga marwah masing-masing partai. Yang tepuk tangan kan koalisi sebelah. Kenapa kita saling menyerang, ada apa ini?," tutupnya.

Berita ini merupakan laporan Gomes Roberto, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Bekasi dan sekitarnya. Baca juga artikel terkait dalam: PAN Sebut Ma'ruf Amin Jebakan Batman Buat Jokowi


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH