Jika Maju Capres, Prabowo-Anies Jadi Pasangan Paling Kuat di Pilpres 2024 Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjelang rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aa.

MerahPutih.Com - Lembaga survei Y-Publica menyebutkan, elektabilitas Prabowo Subianto masih paling tinggi dalam hasil surveinya.

Y-Publica melakukan survei nasional yang dilakukan pada 11-20 Februari 2020, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) di setiap dapil dengan margin of error ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga:

Tanggapi Kode Sandi Calon Kuat di Pilpres 2024, Prabowo Jawab Singkat Saja

Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono mengatakan, Menteri Pertahanan itu mendapatkan 23,7 persen.

Lalu disusul Anies Baswedan (14,7 persen), dan Sandiaga Uno (10,3 persen). Elektabilitas kader PDI Perjuangan paling tinggi Pranowo (8,0 persen), Risma (3,6 persen), paling buncit Puan (1,1 persen).

Selain itu masih ada Ridwan Kamil (4,9 persen), Erick Thohir (4,1 persen), Mahfud MD (2,9 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (1,6 persen).

Prabowo jadi capres terkuat di Pilpres 2024
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (21/10). Foto: @Gerindra

"Rata-rata mereka diuntungkan dengan posisi saat ini menjabat di kekuasaan, baik menteri maupun gubernur/walikota," kata Rudi Hartono dalam keteranganya, Rabu (4/3).

Sandi dan AHY yang masih menuai investasi elektoral harus meraih jabatan serupa jika ingin tetap bertahan.

Tokoh lain masih rendah elektabilitasnya di bawah 1 persen, sedangkan sisanya tidak tahu/tidak menjawab 17,6 persen.

Dengan elektabilitas yang masih sangat tinggi, Prabowo berpeluang untuk dicalonkan kembali pada Pilpres 2024.

"Jika disimulasikan, pasangan Prabowo-Anies unggul jauh dengan dukungan publik mencapai 35,4 persen, sedangkan Prabowo-Puan yang mencerminkan keterwakilan PDIP hanya didukung sebesar 11,8 persen," kata Rudi.

Pasangan Prabowo-Puan bahkan masih kalah dari Prabowo-Sandi yang sebelumnya bertarung dalam Pilpres 2019 dengan tingkat dukungan mencapai 23,3 persen.

"Ini menjadi tantangan serius bagi PDIP, mengingat kemungkinan Prabowo-Anies menjadi pasangan yang paling kuat dan tidak terkalahkan saat ini," kata Rudi.

Jika Prabowo tidak maju pada 2024, Anies berpeluang menjadi calon presiden yang diunggulkan.

Pasangan nostalgia Pilkada DKI 2017 Anies-Sandi paling favorit dengan dukungan 28,8 persen, disusul Anies-RK (21,0 persen), dan Anies-AHY (9,8 persen). Alternatif lainnya adalah Sandi-RK (31,3 persen), Sandi-Erick (27,6 persen), dan Sandi-AHY (30,3 persen).

Simulasi lain dilakukan terhadap RK, dengan pasangan RK-Ganjar (22,3 persen), RK-Erick (14,8 persen), dan RK-AHY (9,3 persen). Lalu Ganjar-Sandi (20,3 persen), Ganjar-Erick (16,8 persen), dan Ganjar-RK (11,8 persen).

"Nama Puan tidak muncul dalam simulasi pilpres tanpa Prabowo, menunjukkan rendahnya dukungan terhadap penerus dinasti politik PDI Perjuangan," katanya.

Sebagai catatan, keseluruhan sebanyak 25 tokoh yang ditanyakan kepada responden sebagai capres.

Dalam simulasi capres-cawapres, dipilih 5 nama sebagai capres unggulan berdasarkan opini yang berkembang pasca-Pemilu 2019. Masing-masing dipasangkan dengan sisa nama yang tersedia, menghasilkan tiga pasangan paling unggul dan sebagian sisanya tidak tahu/tidak menjawab.

Baca Juga:

Ahmad Dhani Tetap Dukung Prabowo Jadi Presiden

Sementara, elektabilitas PDI Perjuangan masih berada di atas dan mengalahkan partai-partai lainnya, namun peta pemilihan calon presiden tampaknya tidak linear dengan pemilihan legislatif.

Hal ini berdasarkan survei Y-Publica yang menyebutkan stok kader PDI Perjuangan memang cukup berlimpah, di antaranya Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan Puan Maharani yang masuk dalam 10 besar pilihan masyarakat.

"Meskipun PDI Perjuangan unggul, yakni mencapai 30,3 persen tetapi tokoh-tokoh yang berpeluang maju dalam Pilpres masih rendah elektabilitasnya," pungkas Rudi Hartono.(Knu)

Baca Juga:

Hasil Survei Median Sebut Prabowo Jadi Capres Terkuat di Pemilu 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPRD DKI Tetap Ngotot Gelar Pilwagub di Tengah Corona, Ada Apa?
Indonesia
DPRD DKI Tetap Ngotot Gelar Pilwagub di Tengah Corona, Ada Apa?

Andyka menuturkan pihaknya sudah melayangkan surat kepada kepolisian untuk melaksanakan rapat paripurna pemilihan wagub

Warga Jateng Mudik Saat Wabah COVID-19, Ganjar: Mereka Semua Berstatus ODP
Indonesia
Warga Jateng Mudik Saat Wabah COVID-19, Ganjar: Mereka Semua Berstatus ODP

"Ya benar mulai ada gerakan pemudik dari Jabodetabek yang masuk ke sejumlah daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah," ujar Ganjar

Semester Genap, Pemprov DKI Putuskan Siswa Tetap Belajar dari Rumah
Indonesia
Semester Genap, Pemprov DKI Putuskan Siswa Tetap Belajar dari Rumah

Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pembelajaran dari rumah bagi seluruh pelajar di tahun ajaran semester genap 202/2021.

Jokowi: Kita Beruntung Memilih PSBB Bukan 'Lockdown'
Indonesia
Jokowi: Kita Beruntung Memilih PSBB Bukan 'Lockdown'

Sudah ada 4 provinsi dan 22 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB

Warga Pilih Nabung, Modal Bank Naik
Indonesia
Warga Pilih Nabung, Modal Bank Naik

Dengan likuiditas melimpah dengan modal yang cuku, realisasi penyaluran kredit menurun 1,53 persen dari Rp5.549 triliun pada Juni 2020 menjadi Rp5.536 triliun pada Juli 2020.

Pemda Tidak Boleh Paksakan Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Pemda Tidak Boleh Paksakan Sekolah Tatap Muka

Para orang tua/komite sekolah termasuk organisasi guru dan komunitas untuk bersama-sama mengawasi dan memantau rencana pembukaan sekolah.

Anies Teken Pergub Baru, Warga tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda sampai Rp1 Juta
Indonesia
Anies Teken Pergub Baru, Warga tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda sampai Rp1 Juta

Dalam Pergub itu, denda progresif tak mengenakan masker saat keluar rumah di tengah PSBB transisi bisa mencapai Rp 1 juta.

Doni Monardo Resmikan Fasilitas Isolasi dan Observasi Penyakit Infeksi di Lamongan
Indonesia
Doni Monardo Resmikan Fasilitas Isolasi dan Observasi Penyakit Infeksi di Lamongan

“Saya mengharapkan Pemerintah Kabupaten Lamongan dapat mengelola fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya,” ucap Doni

Gugus Tugas Libatkan Multipihak dalam Tangani Pademi Corona
Indonesia
Gugus Tugas Libatkan Multipihak dalam Tangani Pademi Corona

Pentaheliks tersebut adalah pemerintah, akademisi atau pakar, masyarakat, lembaga usaha, dan media massa.

Dana PEN Dorong Perputaran Uang Rp300 Triliun di Masyarakat
Indonesia
Dana PEN Dorong Perputaran Uang Rp300 Triliun di Masyarakat

Sejak April 2020, total realisasi anggaran penanganan COVID-19 dan PEN hingga pekan kedua Oktober 2020, sudah hampir menyentuh angka 50 persen atau Rp344,43 triliun dari Rp695,2 triliun yang dialokasikan.