Jadi Bos BUMN, Ahok Diingatkan Jangan Kasar dan Rendahkan Orang Lagi Basuki Tjahja Purnama. (Foto: MP/Kanugrahan)

Merahputih.com - Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma berharap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bisa benar-benar menjalankan amanah dengan baik dan tidak lagi bersikap arogan jika benar mendapat jabatan di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Tegas dan kritis itu boleh. Tapi bersikap kasar dan merendahkan orang lain jangan lagi terulang,” ujar Lieus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11).

Baca Juga

Hanya Orang yang tidak Waras Menolak Ahok Jadi Bos BUMN

Lieus juga mengingatkan bahwa tidak ada alasan bagi bangsa ini untuk terus menerus memendam kebencian pada Ahok. Apalagi Ahok telah menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang baik dan taat akan hukum saat tersandung kasus penistaan agama.

“Sekali lagi, bahwa Ahok pernah dinyatakan bersalah, toh dia sudah menerima hukumannya. Siapa sih diantara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan?," jelas dia.

Ahok alias BTP saat berada di Gedung DPRD DKI Jakarta
Mantan Gubernur DKI Jakarta BTP alias Ahok saat berada di Gedung DPRD DKI Jakarta (MP/Asropih)

"Hanya saja kadang kesalahan kita berbeda-beda, Lagi pula, tidak ada jaminan pejabat yang gak pernah dihukum, tidak akan melakukan kesalahan,” sambung Lieus.

Karena, kasus penistaan agama yang pernah menjerat Ahok tidak bisa dijadikan dasar untuk menghalangi mantan Gubernur DKI itu menjadi pejabat BUMN.

Baca Juga

Politikus PDIP Beberkan 4 Alasan Ahok Pantas Jadi Bos BUMN

Ia yakin, kasus itu sudah dijadikan pelajaran oleh Ahok dan berubah.

"Lagi pula siapa tahu hukuman yang dijalaninya dulu membuat Ahok sudah berubah. Dia jadi tidak lagi emosional dan tidak lagi bicara kasar,” sambung eks juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH