Jika Gerindra Dipimpin Orang Lain, Prabowo Sulit Nyapres di 2024 Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

MerahPutih.com - Partai Gerindra akan menggelar kongres luar biasa pada hari Sabtu (8/8) ini. Agendanya yakni menunjuk Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum kembali.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, Prabowo akan tetap mengamankan posisi Ketua Umum dalam KLB nanti karena masih punya niat mencalon presiden (nyapres) di 2024.

Baca Juga:

Besok Prabowo Bakal Ditetapkan Jadi Ketum Gerindra

"Jika jabatan Ketum masih dipegang, itu akan memudahkan untuk bisa jadi capres," jelas Ujang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/8).

Ujang melihat, hal ini akan sulit jika Ketum Gerindra dipegang orang di luar Prabowo.

"Kalau ketumnya orang lain, maka sedikit sulit dikendalikan," kata Ujang.

Ia juga melihat, dukungan Partai Gerindra kepada anak dan menantu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution adalah untuk kepentingan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Diketahui, Gibran didukung Gerindra dalam Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah. Sementara itu, partai kepala burung Garuda juga mendukung menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan.

Menurut dia, jika dilihat, hal tersebut hanya soal barter kepentingan jangka panjang.

“Bisa barter kepentingan antara Jokowi dengan Prabowo, lantaran Prabowo butuh Jokowi untuk menjadi capres di 2024. Jadi wajar jika Gerindranya dukung anak dan menantu Jokowi,” terang dia.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjawab pertanyaan wartawan sebelum melakukan pertemuan dengan Sekjen Demokrat, Sekjen PKS, dan Sekjen PAN di Jakarta, Rabu (1/8/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aa.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aa.

Ujang melihat, Gerindra kemungkinan bakal merombak struktur kepengurusan. Namun, nama Fadli Zon (FZ) tetap dipertahankan di struktur inti meski tetap kritis terhadap pemerintah.

"Soal kepengurusan mungkin juga banyak yang berubah. Tapi soal FZ itu tetap akan ada dalam kepengurusan Gerindra ke depan. FZ itu aset Gerindra," kata Ujang.

Menurut dia, Fadli Zon tidak akan disingkirkan meski kritis terhadap pemerintah. Di DPR saja, kata dia, Fadli masih diberi jabatan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).

"Tetap punya jabatan walaupun bukan Wakil Ketua DPR lagi. Jadi di Gerindra pun FZ masih akan mendapatkan tampat," pungkasnya.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menggelar kongres luar biasa (KLB) pada Sabtu (8/8), yang digelar dengan protokol kesehatan ketat. KLB merupakan hasil kesepakatan pimpinan partai dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) pada 4 Juni 2020.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, merujuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), kongres harus digelar pada tahun ini.

Baca Juga:

Jokowi Bakal Pidato Saat Prabowo Dikukuhkan Jadi Ketum Gerindra

Hanya saja, pelaksanaan kongres yang berbarengan dengan situasi pandemi COVID-19, membuat saat rapimnas memutuskan agar kongres pertama diselenggarakan secara luar biasa.

Muzani melanjutkan, KLB rencananya diselenggarakan secara virtual dan fisik. Mereka yang hadir secara virtual merupakan para pengurus DPC seluruh Indonesia dan sebagian pengurus pusat. Sedangkan mereka yang datang ke lokasi adalah pengurus DPD yang mendapatkan mandat dari DPC di provinsinya.

Sementara itu, KLB akan membahas pertanggungjawaban DPP yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan pandangan dari DPD sekaligus penetapan Prabowo sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Gerindra. (Knu)

Baca Juga:

Petinggi Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Usung Denny Indrayana di Pilgub Kalsel

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polri Mendadak Tunda Pengungkapan Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung
Indonesia
Polri Mendadak Tunda Pengungkapan Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung

Agenda yang rencananya digelar pada Rabu (30/9) itu ditunda hingga besok, Kamis (1/10).

Catherine Wilson Positif Pakai Sabu dan Metamfetamin
Indonesia
Catherine Wilson Positif Pakai Sabu dan Metamfetamin

Namun, tak dirinci sudah berapa lama dia mengkonsumsi sabu

Dakwah di Pesantrennya Sendiri, Bahar Bin Smith Kena Tegur Anak Buah Yasonna
Indonesia
Penantang Gibran Sediakan 20.000 e-KTP Syarat Dukungan untuk Tutupi Kekurangan di KPU
Indonesia
Penantang Gibran Sediakan 20.000 e-KTP Syarat Dukungan untuk Tutupi Kekurangan di KPU

"Batas mininal syarat dukungan agar lolos jalur independen harus menumpulkan 35.870 e-KTP. Kami masih yakin bisa memenuhi syarat tersebut," ujar Robert

Anies Segera Cabut Izin Operasi Perusahaan yang Beroperasi Saat PSBB
Indonesia
Anies Segera Cabut Izin Operasi Perusahaan yang Beroperasi Saat PSBB

Ada 10 sektor yang diizinkan beroperasi saat pemberlakuan PSBB

[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Relawan Vaksin COVID-19 yang Jadi Plonga-plongo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Relawan Vaksin COVID-19 yang Jadi Plonga-plongo

Akun Kim Joong-Un Juga menambahkan narasi pada unggahannya tersebut yang berbunyi, sebagai berikut: “Waduh Menular…”

JakPro Janji Perbaiki Kerusakan Batu Alam di Monas
Indonesia
JakPro Janji Perbaiki Kerusakan Batu Alam di Monas

"Ya nanti kita perbaiki lagi lah," ujar Dwi Wahyu Daryoto

Polri Gagalkan Penyelundupan 200 Kg Sabu-sabu dari Myanmar
Indonesia
Polri Gagalkan Penyelundupan 200 Kg Sabu-sabu dari Myanmar

Wakabareskrim Irjen Wahyu Hadiningrat mengatakan, penyelundupan sabu itu melibatkan jaringan internasional dan disimpan di sejumlah gudang di Jakarta dan Bangka Belitung.

Ini Kata PSI Terkait Rencana Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme
Indonesia
Ini Kata PSI Terkait Rencana Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme

PSI menilai perpres pelibatan TNI dalam penanganan terorisme belum prioritas pemerintah.

KPK Perpanjang Penahanan Sejumlah Tersangka Korupsi PT DI
Indonesia
KPK Perpanjang Penahanan Sejumlah Tersangka Korupsi PT DI

KPK memperpanjang penahanan tiga tersangka kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran PT Dirgantara Indonesia (DI).