Jika Anak Bunda Hiperaktif, Lakukanlah ini! Anakmu Terlalu Hiperaktif Lakukan Hal Ini (Foto: Pixabay/Bessi)

MEMILIKI buah hati adalah anugerah yang harus kita syukuri dan jaga dengan segenap diri. Apalagi bila dikaruniai lebih dari satu anak. Namun apa jadinya kalau salah satu anak agak berbeda dengan yang lainnya, hiperaktif misalnya.

Sayangnya anak-anak hiperaktif kemudian dianggap memiliki sisi salah. Padahal tidak seperti itu orangtua menyikapinya. Menurut laman flintobox, hiperaktif merupakan peningkatan aktivitas motorik yang menyebabkan anak menjadi lebih agresif dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Kamu perlu membimbingnya agar anak menjadi nyaman dengan dirinya sendiri. Bagaimana ya caranya?

Baca Juga: Tak cuma di Sekolah, Orangtua Juga Harus Tanamkan Hal ini kepada Anak


1. Perhatikan minat anak

minat
Bicara dari hati ke hati dengan anak (Foto: Pixabay/Ast25rulos)

Kenali anak lebih dalam. Pantau gerak-geriknya sehari-hari maka orangtua akan menemukan apa sebenarnya potensi yang terkubur di dalam dirinya. Jangan sesekali memaksakan kegiatan yang ia tak sukai. Selalu dukung penuh apa yang senang ia lakukan, sejauh merupakan kegiatan yang positif.


2. Selalu memberikan pemahaman pada lembaga akademik

pemahaman
Yakinkan sekolah untuk menerima anak. (Foto: Pixabay/Akshayapatra)


Beberapa sekolah tidak mau menerima anak yang hiperaktif. Ini karena dianggap dapat mengganggu kegiatan kelas. Orangtua harus bisa meyakinkan sekolah, akan selalu membimbing dan mengawasi. Berikanlah kegiatan ekstra yang dapat membuat kondisinya lebih stabil. Seperti membiarkannya belajar sambil bermain mobil-mobilan atau sambil menggambar sesuatu. Jangan lupa koordinasi dengan wali kelas agar memahami kondisi anak.

Baca Juga: Mengapa Anak Jadi Pemalu? Karena Keturunan hingga Korban 'Bullying'


3. Kegiatan Non-Akademik

non akademik
Berikan anak kegiatan non-akademik. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Anak hiperaktif membutuhkan kegiatan ekstra. Tujuannya untuk menghabiskan energinya ada dalam diri anak. Coba kenali dan gali potensi yang ada di dalam dirinya. Jika si anak suka bermain bola atau melukis, dukunglah! Kegiatan non-akademik ini akan membantu mereka untuk mencurahkan pikiran yang membantu kondisinya relatif stabil.

4. Terapkan disiplin

disiplin
Terapkan disiplin sejak dini. (Foto: Pixabay/Ddimitrova)

Meskipun mendisiplinkan anak hiperaktif, sulit. Orangtua tidak boleh menyerah melakukannya. Sama seperti anak lain yang perlu didisiplinkan. Maka mereka akan mengenal batasan-batasan dalam melakukan sesuatu. Pada akhirnya mereka akan terbiasa mengendalikan dirinya sendiri. (mar)

Baca Juga: Anak Mogok di Hari Pertama Sekolah? Begini Tips Jitu Menghadapinya


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH