Jhon Kei Mengaku Sebar Anak Buahnya ke Tiga Lokasi Buru sang Paman John Kei dikawal oleh petugas Polda Metro Jaya setelah dihadirkan dalam jumpa pers di Mako Polda Metro Jaya pada Senin (22/6/2020). ANTARA/Fianda Rassat

Merahputih.com - Polisi mengatakan John Refra Kei alias John Kei menyebar anak buahnya ke tiga lokasi untuk mencari keberadaan pamannya, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Pertama, anak buah John Kei ditempatkan pada sebuah lokasi guna mengawasi penyerangan oleh anak buah lainnya. Namun, polisi tidak merinci lokasi persisnya.

"Di klaster lain, (anak buah) ditugaskan memantau dan patroli," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Rabu (24/6).

Baca Juga:

Soroti Kebrutalan John Kei, Bamsoet Tantang Polri Tindak Oknum Beking Preman

Kedua, John Kei menerjunkan anak buahnya ke wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Di sana, anak buah John Kei melakukan penyerangan dan penganiayaan hingga menyebabkan satu anak buah Nus Kei yaitu Yustus Corwing alias ER tewas. Satu lainnya yakni Angky mengalami putus pada jari tangan.

John Kei juga menyebar anak buahnya untuk menyerang rumah Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

"Di Kosambi menyebabkan dua korban yakni satu orang meninggal dunia dan satu orang luka berat dengan jari tangan putus. Saat itu mencari Nus Kei tetapi tak ditemukan di lokasi (Perumahan Green Lake City)," katanya.

John Kei dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya menangkap dia bersama puluhan anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
John Kei dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya menangkap dia bersama puluhan anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Polisi menemukan senjata api dalam kondisi berkarat diduga milik John Kei. "Itu ada senjata api yang kita temukan, senjata api itu dalam kondisi berkarat," ujar Yusri.

Namun demikian, ternyata senjata api tersebut bukanlah senjata api yang dipakai anak buah John Kei menyerang kediaman paman John, yakni Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

Diketahui anak buah John Kei mengumbar tujuh kali tembakan secara membabi buta di sana. Senjata api berkarat tersebut kini tengah diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) guna memastikan jenisnya.

Baca Juga:

Anak Buah John Kei Pakai Narkoba saat Lakukan Penyerangan

Sementara itu, polisi sendiri masih memburu keberadaan tiga anak buah John Kei yang buron dan diyakini menyimpan senpi yang dipakai untuk menyerang Nus Kei.

"Berdasarkan keterangan saksi memang bukan senjata api itu yang digunakan saat di Green Lake, tapi ada senjata api lain," katanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Dalami Korupsi PT DI Lewat 2 Eks KSAU
Indonesia
KPK Dalami Korupsi PT DI Lewat 2 Eks KSAU

Kedua eks Kasau diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia tahun 2007 sampai 2017.

Komnas HAM Akan Minta Keterangan Ahli Ungkap Kematian 6 Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Akan Minta Keterangan Ahli Ungkap Kematian 6 Laskar FPI

Semoga minggu depan para ahli bisa menyesuaikan jadwalnya

UU Cipta Kerja Ancam Kesejahteraan Jurnalis
Indonesia
UU Cipta Kerja Ancam Kesejahteraan Jurnalis

"Selain dari aspek prosedur pembahasan, penolakan publik terutama pada substansi dari Omnibus Law yang dinilai sangat merugikan buruh dan kepentingan negara dalam jangka panjang," kata Abdul

Wagub DKI Ingatkan Anak Buahnya Jangan Sembarangan Beri SIKM ke Pemudik
Indonesia
Wagub DKI Ingatkan Anak Buahnya Jangan Sembarangan Beri SIKM ke Pemudik

"Terkait SIKM juga sudah dikeluarkan, kami minta dapat diberikan orang tertentu saja," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5)

Kabaharkam Polri Minta Tim Gabungan Perluas Pencarian Sriwijaya Air SJ 182
Indonesia
Kabaharkam Polri Minta Tim Gabungan Perluas Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Komjen Agus berpesan agar selalu mengecek kesiapan dan kesehatan anggota.

Pengamat Soroti Luputnya Pendidikan dari Pidato Jokowi Hari Ini
Indonesia
Pengamat Soroti Luputnya Pendidikan dari Pidato Jokowi Hari Ini

Fokus pidato Jokowi cuma satu imbauan moral soal pentingnya bangkit bersama di tengah pandemi COVID-19

 [HOAKS atau FAKTA]: Tes Corona di Bandara Soetta Dimintai Duit Rp550 Ribu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tes Corona di Bandara Soetta Dimintai Duit Rp550 Ribu

“Adapun penumpang yang domestik mereka harus tes di luar bandara, artinya dari rumah sakit,” kata Anas.

KAI Daop 8 Masih Evakuasi 7 Gerbong Anjlok di Stasiun Kota Lama
Indonesia
KAI Daop 8 Masih Evakuasi 7 Gerbong Anjlok di Stasiun Kota Lama

PT KAI Daop 8 kini tengah mengevakuasi tujuh gerbong kereta api yang berjalan mundur tanpa lokomotif di Stasiun Kota Lama, Malang pada Rabu (18/11).

Terorisme Dinilai Jadi Ancaman Serius Sektor Pariwisata
Indonesia
Terorisme Dinilai Jadi Ancaman Serius Sektor Pariwisata

Kemampuan aparat kepoliisian dalam hal teknologi juga cukup mumpuni

Kasus Corona di Tanah Air Capai 64.958
Indonesia
Kasus Corona di Tanah Air Capai 64.958

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 814 pasien menjadi 29.919 yang sembuh.