JHL Group Kembali Berikan Bantuan ke Pemakaman Khusus COVID-19 dan Perkampungan Warga Beberapa paket sembako yang disumbangkan JHL Group untuk para petugas pemakaman di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. (Dok/JHL Group)

MerahPutih.com - Masa pandemi COVID-19 membuat berbagai elemen masyakat menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama. Salah satunya adalah JHL Group yang tak pernah surut mengalirka bantuan bagi yang membutuhkan.

Sejak 30 Maret lalu, grup usaha milik Jerry Hermawan Lo itu mendirikan posko bantuan pencegahan COVID-19 di depan JHL Auto, Gading Serpong, Tangerang.

Berbagai bantuan disalurkan oleh JHL Group melalui posko tersebut. Mulai bantuan perlengkapan medis ke rumah sakit-rumah sakit di sekitar Tangerang Raya. Bantuan sembako untuk warga yang membutuhkan. Yang terbaru, JHL Group mengulurkan bantuan ke para penggali kubur di permakaman khusus COVID-19.

Dua permakaman itu adalah TPU Pondon Rangon, Jakarta Timur dan TPU Buniayu, Kabupaten Tangerang. Senin (20/4) JHL Group kembali memberikan bantuan APD baju hazmat, sembako dan bahkan alat perlengkapan memggali makam ke TPU Pondok Rangon.

“Pekerjaan mereka sangat mulia. Resikonya tinggi namun kadang kita tak begitu memperhatikan keberadaannya,” kata owner JHL Group Jerry Hermawan Lo.

Karena itu, salah satu program bantuan JHL Group adalah membantuk petugas-petugas penguburan khusus COVID-19.

Selain ke TPU, di hari yang sama, JHL Group melalui yayasan Merah Putih Kasih Fondation (MPKF) Peduli juga membagikan ratusan paket sembako di permukiman warga membutuhkan di kawasan Kapuk Kamal, Cengkareng.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari JHL Group ini. Semoga bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami di tengah wabah virus corona. Semoga JHL Group selalu diberkahi dan semakin Jaya,” ujar salah seorang warga Abdul Manaf. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kurva COVID-19 di DKI Landai Berkat PSBB Ketat
Indonesia
Kurva COVID-19 di DKI Landai Berkat PSBB Ketat

Indikatornya, angka tingkat penularan COVID-19 atau reproduction number (Rt) DKI Jakarta masih berada di posisi 1,1.

Penyidik Cari Unsur Pidana dalam Kasus Obat Corona Hadi Pranoto
Indonesia
Penyidik Cari Unsur Pidana dalam Kasus Obat Corona Hadi Pranoto

Polda Metro Jaya mencari adakah unsur pidana dibalik konten YouTube musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji yang mewawancarai Hadi Pranoto.

Riwayat Kegiatan Menhub Budi Karya dan Menteri-menteri yang Ada di Dekatnya
Indonesia
Riwayat Kegiatan Menhub Budi Karya dan Menteri-menteri yang Ada di Dekatnya

Pada 11 Maret lalu, Budi mengikuti rapat terbatas di Istana Negara bersama menteri-menteri yang lainnya.

 Wali Kota Solo Minta Kemendikbud Mulai Tahun Ajaran 2020/2021 Pada Januari
Indonesia
Wali Kota Solo Minta Kemendikbud Mulai Tahun Ajaran 2020/2021 Pada Januari

"Sekolah saya usulkan (Kemendikbud) agar dibuka pada Januari 2021. Kembalikan konsep tahun sebelumnya," ujar Rudy

Jokowi: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Pulih Tercepat Setelah Tiongkok
Indonesia
Jokowi: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Pulih Tercepat Setelah Tiongkok

IMF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4 persen pada 2021

Suharso Pakai Jet Pribadi saat Konsolidasi Partai, Elite PPP: Dari Mana Uangnya?
Indonesia
Suharso Pakai Jet Pribadi saat Konsolidasi Partai, Elite PPP: Dari Mana Uangnya?

"Ini Ketua Umum PPP menyewa pesawat ke Medan dan Aceh urusan partai, dari mana uangnya? Harus dijelaskan," ucap anggota Majelis Pakar PPP Nizar Dahlan

Ketua DPR Dukung Karantina Wilayah Cegah COVID-19
Indonesia
Ketua DPR Dukung Karantina Wilayah Cegah COVID-19

Dalam rapat paripurna tersebut, terdapat 45 anggota DPR RI yang hadir secara fisik, dan 297 orang lainnya yang melakukan teleconference virtual.

Masyarakat Diminta Tak Resah dengan Ledakan yang Mengguncang Kawasan Menteng
Indonesia
Masyarakat Diminta Tak Resah dengan Ledakan yang Mengguncang Kawasan Menteng

Hasil pemeriksaan Labfor Polri masih ditunggu guna memastikan kejadian tersebut.

Pakar Intelijen Desak Paslon Patuhi Larangan Kampanye Rapat Umum di Pilkada 2020
Indonesia
Pakar Intelijen Desak Paslon Patuhi Larangan Kampanye Rapat Umum di Pilkada 2020

Kampanye metode tersebut dan jenis pengerahan massa lainnya berpotensi menciptakan klaster COVID-19 yang membahayakan publik.