Jerman dan Perancis Minta Pemimpin Catalonia Batalkan Kemerdekaan Masyarakat Catalonia. (PAU BARRENA/BLOOMBERG)

MerahPutih.com - Pemerintah Jerman dan Perancis meminta pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont untuk membatalkan keinginannya merdeka dari Spanyol.

Menurut Kanselir Jerman Angela Merkel, persatuan negara berjuluk Kota Matador itu harus tetap diutamakan daripada deklarasi kemerdekaan yang didengungkan para pimpinan Catalonia. Hal tersebut, kata Merkel, bisa menimbulkan konflik besar.

Selain itu, Menteri Perancis untuk Urusan Eropa Nathalie Loiseau juga menegaskan bahwa keinginan Puigdemont untuk lepas dari Spanyol merupakan kesalahan yang berdampak besar bagi Catalonia sendiri.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamara meminta, jangan sampai ada yang melampaui batas terhadap aksi massa di Spanyol.

"Saya menyerukan orang-orang dalam pemerintahan Catalonia. Kalau ada deklarasi kemerdekaan sepihak, bakal ada keputusan-keputusan hukum dan demokrasi," kata Saenz seperti yang dikutip dari Reuters, Senin (9/10).

Pemerintah Madrid, yang berjuang mengatasi krisis politik terbesar di Spanyol sejak usaha kudeta militer pada tahun 1981, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menanggapi deklarasi sepihak seperti itu.

Sepekan sejak referendum mengenai kemerdekaan yang pemerintah pusat tolak, pemungutan suara tersebut berdampak pada iklim usaha di kawasan terkaya di Spanyol itu.

Puigdemont dijadwalkan akan berpidato di parlemen regional pada Selasa (10/10) siang waktu setempat dan pemerintah Madrid khawatir parlemen akan memberikan suara bagi deklarasi kemerdekaan sepihak. (*)

Sumber: Reuters


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH