Jerat Pidana Para Provokator Penolakan Jenazah COVID-19 Ilustrasi: Petugas medis yang bertugas menggunakan APD di tengah pandemi COVID-19. (Antaranews)

Merahputih.com - Kasus penolakan pemakaman jenazah yang positif COVID-19 membuat banyak orang miris. Mabes Polri pun memperingatkan masyarakat untuk tidak menghalangi pemakaman jenazah COVID-19. Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, mereka yang masih nekat menghalangi pemakaman jenazah positif COVID-19 akan dijerat pidana.

Contohnya adalah tiga tersangka yang kini sedang diproses Polda Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah, sejumlah orang menolak jasad perawat yang meninggal karena positif virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. Tersangka dikenakan pasal provokasi dan menghalang-halangi petugas pemakaman yang hendak melakukan tugas.

Baca Juga: Polda Jateng Tangkap Ketua RT di Semarang yang Tolak Pemakaman Perawat Terpapar COVID-19

Para tersangka itu ditahan di Polda Jateng. Mereka dikenakan Pasal 212 dan 214 KUHP dan Pasal 14 ayat 1 UU 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Penolakan Pemakaman COVID-19
personel TNI menjaga proses pemakaman jenazah yang positif virus Corona. Di beberapa tempat sempat terjadi penolakan pemakaman jenazah yang positif Corona sampai akhirnya aksi itu dikategorikan sebagai melawan hukum. (Antaranews)

Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Argo mengatakan, kepolisian belum memberlakukan tindakan represif. Pasalnya warga yang taat PSBB lebih mendominasi. “Tindakan represif ini akan kita lakukan sebagai jalan terakhir,” kata Argo.

Baca Juga: Polda Jateng Tangkap Ketua RT di Semarang yang Tolak Pemakaman Perawat Terpapar COVID-19

Argo menuturkan, kepolisian masih berharap masyarakat paham dan dapat menjadi pemutus penyebaran virus corona. Pihaknya juga akan semakin gencar melakukan sosialisasi.

”Tapi kami yakin masyarakat semakin paham dan semakin jadi pahlawan. Nanti ada kegiatan di jalan. Ada pembatasan roda dua roda empat. Sudah juga regulasi yang ada,” ujar Argo. (knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TemanKIP Cara Jokowi Bantu Uang Kuliah Mahasiswa Terancam DO
Indonesia
TemanKIP Cara Jokowi Bantu Uang Kuliah Mahasiswa Terancam DO

Bantuan itu direalisasikan pemerintah pada semester depan. Sebab semester ini proses perkuliahan sudah berjalan.

2.016 TKA Asing Bekerja di Bekasi
Indonesia
2.016 TKA Asing Bekerja di Bekasi

Suhup mengatakan 2.016 tenaga asing di wilayahnya didominasi pekerja Asia Timur

Bulog Jual 50 Merek Beras di E-Commerce
Indonesia
Bulog Jual 50 Merek Beras di E-Commerce

Beras dikemas vakum dengan ukuran 5kg, serta 1kg untuk beras khusus seperti beras Fortivit, beras merah, beras hitam, dan beras susu.

Ini Pesan Ibu Negara di Hari Anak
Indonesia
Ini Pesan Ibu Negara di Hari Anak

Adaptasi terhadap kebiasaan baru tersebut harus selalu dilakukan sebagai upaya menghindari penularan dan penyebaran virus corona.

Pemerintah Diingatkan Perbaiki Sejumlah Aturan di Program Tapera
Indonesia
Pemerintah Diingatkan Perbaiki Sejumlah Aturan di Program Tapera

Program Tapera dipastikan menjadi solusi bagi pekerja untuk memiliki rumah saat rekomendasi KSPI dijalankan.

Mulai Februari, Tilang Elektronik Diberlakukan bagi Motor di Sudirman-Thamrin
Indonesia
Mulai Februari, Tilang Elektronik Diberlakukan bagi Motor di Sudirman-Thamrin

Adapun, jenis pelanggaran yang dapat tertangkap kamera ETLE untuk pengendara motor sama dengan pelanggaran pengendara mobil.

Pabrik Masker Ilegal Raup Untung hingga Rp250 Juta Per Hari
Indonesia
Pabrik Masker Ilegal Raup Untung hingga Rp250 Juta Per Hari

Produsen masker ini berusaha mencari keuntungan di tengah tingginya permintaan masker akibat kekhawatiran soal isu virus corona (COVID-19).

TNI/Polri Lakukan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Lingkungan Internal
Indonesia
TNI/Polri Lakukan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Lingkungan Internal

"Hari ini dan Rabu, seluruh kantor TNI dan kantor polisi di seluruh Indonesia melakukan pendisiplinan penggunaan masker," kata Argo

 Ganjar Bantah Blusukan ke Sejumlah Wilayah di Tanah Air Terkait Pilpres 2024
Indonesia
Ganjar Bantah Blusukan ke Sejumlah Wilayah di Tanah Air Terkait Pilpres 2024

"Tugas saya berkeliling, betul-betul urusan kewajiban sebagai Ketua Umum Kagama. Yang rata-rata kalau pengda (pengurus daerah) didatangi itu senang," kata Ganjar

Dipuji Soal Akta Kelahiran La Lembah Manah, Wali Kota Solo: Saya Bekerja Tidak Mencari Pujian
Indonesia
Dipuji Soal Akta Kelahiran La Lembah Manah, Wali Kota Solo: Saya Bekerja Tidak Mencari Pujian

"Saya berbalik berterima kasih jika programnya bermanfaat bagi masyarakat. Saya bekerja bukan mencari pujian," ujar Rudy