Jenis-Jenis Hacking yang Sering Hadir di Tahun Politik Diskusi Polemik di kawasan Menteng. (MP/Kanuraga)

MerahPutih.com - Peretasan akun media sosial pada masa Pemilihan Umum (Pemilu) bukanlah hal yang baru dalam dunia politik Indonesia. Hal ini diungkapkan Peneliti keamanan Siber dari CISSReC, Ibnu Dwi Cahyo.

Ia pun merinci jenis-jenis hacking yang sering terjadi pada pagelaran politik. Untuk kasus serangan hacker ke server Komisi Pemilihan Umum (KPU), kata Ibnu, istilah tersebut ialah hacking election.

"Dia ada macam-macam hacking, ada hacking sistem penyelengara pemilu dan juga hacking kontestan," kata Ibnu saat diskusi Polemik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4).

Ilustrasi Hacker (Foto: Culture Digitally)
Ilustrasi Hacker (Foto: Culture Digitally)

Selain itu, Ibnu juga memaparkan data Badan Sandi Siber Nasional (BSSN), tentang jumlah peretasan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

"Data BSSN merilis, jumlah peretasan di Indonesia naik tajam, angkanya sampai 200 juta kali lipat. Itu semuanya yang sudah terdeteksi. Dan masih ada yang belum," jelasnya.

Melihat fenomena ini, Ibnu menduga, motif lain dari pelaku peretasan yang marak terjadi lantaran tak puas dan geram dengan situasi politik Indonesia.

"Kalau saya tarik lebih jauh, ini kemungkinan tak selalu ulah dari tim kedua calon. Kemungkinan ada pihak dari luar yang tak suka dengan kestabilan demokrasi Indonesia," kata Ibnu.

Untuk menyelesaikan peretasan yang marak, ia berharap pihak kepolisian bersama Kominfo bertindak untuk menyelesaikan. Sebab, mengusut peretasan tak begitu sulit.

"Jejak digital ada bekasnya. Meski ada sebagian yang sulit dideteksi. Tapi saya yakin hal itu sangat bisa diselidiki," ucapnya. (Knu)

Baca Juga: Akun Medsos Timses Diretas, BPN Curigai Kubu Penguasa



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH