Jenderal Polisi Ini Pernah Peringatkan Imigrasi Soal Masuknya Djoko Tjandra Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). (Antara/Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Mantan Kadiv Humas Polri Komjen (Purn) Setyo Wasisto kembali duduk sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus penghapusan red notice dengan terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo, Selasa (24/11).

Dia dihadirkan sebagai saksi lantaran pernah menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol pada periode 2013-2015.

Setyo pernah mengingatkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM maupun Kejaksaan Agung terkait kedatangan Djoko Tjandra ke Indonesia. Pada 2015, ada kabar orang tua Djoko Tjandra meninggal dunia.

Baca Juga:

Selama Pelarian, Djoko Tjandra Disebut Pernah Datangi Dua Negara Ini

"Kami menyurat berdasar referensi red notice," kata Setyo saat bersaksi untuk terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (23/11).

Di sana, Setyo menjelaskan bahwa Djoko Tjandra adalah buronan DPO Kejagung dan mencantumkan ada dua identitas Djoko.

"Karena kami mendapat ada adendum dari red notice, adanya identitas baru dari nomor paspor dari negara Papua Nugini," jelas dia.

Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (19/11/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww
Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (19/11/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww

Setyo mengaku tidak mendapat surat balasan dari Imigrasi saat itu.

Kendati demikian, saat itu ada tim yang berjaga di tempat prediksi Djoko Tjandra akan datang. Ada tim Interpol, Bareskrim, Jejagung, dan Imigrasi.

"Kami ingat betul mendapat laporan pelaksanaan tugas kegiatan tersebut, baik di rumah duka, pemakaman, maupun di Bandara Halim. Ternyata nihil tidak diketemukan," ujar Setyo.

Purnawirawan polisi jenderal bintang tiga ini tidak mengetahui apakah nama Djoko Tjandra masuk ke dalam sistem pencekalan Imigrasi atau tidak.

Sifat NCB Interpol hanya mengingatkan, adanya prediksi DPO akan masuk ke Indonesia.

"Tetapi harapan kami mengingatkan, karena ada potensi Djoko Tjandra masuk ke Indonesia. Karena orang tuanya meninggal," tandasnya.

Baca Juga:

KPK Kaji Kemungkinan Tersangka Lain di Perkara Djoko Tjandra

Selama menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Setyo memastikan status red notice Djoko Tjandra masih aktif.

Dia menjelaskan, status tersebut keluar atas permintaan Kejaksaan Agung pada 2009.

Setyo memaparkan, status red notice Djoko Tjandra masih aktif merujuk pada adendum baru pada 20 Februari 2014.

Pada adendum itu disebutkan, kasus yang merundung Djoko Tjandra merupakan kasus tindak pidana korupsi, bukan tindak pidana umum.

Dengan demikian, dia lantas membuat surat yang ditujukan pada negara-negara anggota Interpol yang diduga dikunjungi oleh Djoko Tjandra.

Pasalnya, negara-negara yang masuk dalam Interpol akan memberikan atensi kepada buronan yang terjerat tindak pidana korupsi. (Knu)

Baca Juga:

KPK Resmi Supervisi Penanganan Perkara Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Minta Guru Swasta Dapat Bantuan Seperti Buruh
Indonesia
DPR Minta Guru Swasta Dapat Bantuan Seperti Buruh

Guru seharusnya selalu menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pemerintah, karena terbukti banyak guru masih hidup dengan gaji seadanya

 Daripada Cabut Kewarganegaraan, Imparsial Desak Pemerintah Pulangkan Simpatisan ISIS
Indonesia
Daripada Cabut Kewarganegaraan, Imparsial Desak Pemerintah Pulangkan Simpatisan ISIS

Ketimbang mencabut kewarganegaraan, pemerintah disarankan untuk memulangkan simpatisan ISIS dan melakukan proses hukum di Indonesia.

Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan pada Senin Siang
Indonesia
Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan pada Senin Siang

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan sebagian wilayah Jakarta akan diguyur hujan yang disertai petir pada Senin.

Muhammadiyah Minta Pemerintah Lindungi WNI di Tiongkok
Indonesia
Muhammadiyah Minta Pemerintah Lindungi WNI di Tiongkok

"Sekarang kota Wuhan diisolasi, tidak boleh ada warga yang keluar atau masuk ke kota tersebut," ujarnya

Tanggulangi Corona, Jokowi Diminta Belajar dari Italia dan Iran
Indonesia
Tanggulangi Corona, Jokowi Diminta Belajar dari Italia dan Iran

Beberapa negara seperti Jerman, Prancis, dan Inggris sudah mulai melarang warganya untuk mengadakan acara

MUI: Warga Butuh Penjelasan Soal Penanganan Jenazah Pasien Corona
Indonesia
MUI: Warga Butuh Penjelasan Soal Penanganan Jenazah Pasien Corona

Kasus penolakan warga memakamkan jenazah pasien COVID-19 muncul akibat ketidaktahuan warga mengenai prosedur yang aman .

PKS: Wajar Media Asing Nilai Menkes Gagal
Indonesia
PKS: Wajar Media Asing Nilai Menkes Gagal

Netty Prasetiyani Aher menanggapi penilaian media asing terhadap Kemenkes yang tak sigap dalam menangani pandemi COVID-19.

YLKI Nilai Anak Buah Anies tak Bermoral Naikkan Harga Masker
Indonesia
YLKI Nilai Anak Buah Anies tak Bermoral Naikkan Harga Masker

"Ini hal yang tidak bermoral yang dilakukan PD Pasar Jaya selaku pasar yang notabene milik pemerintah," ucap Tulus

Pandemi Corona, 106 Anggota DPRD DKI Dilarang Kunker
Indonesia
Pandemi Corona, 106 Anggota DPRD DKI Dilarang Kunker

"Sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Hadameon.

Desak Tarik Commitment Fee Formula E, Ketua Komisi E: Keputusan Ada di Anies
Indonesia
Desak Tarik Commitment Fee Formula E, Ketua Komisi E: Keputusan Ada di Anies

Perhetalan mobil balap berenergi listrik itu dilaksanakan pada 6 Juni lalu.