Jenderal Bintang Dua Berpeluang Gantikan Posisi Jenderal Idham Azis Kapolri Jenderal Idham Azis saat membuka Kejuaraan Nasional Menembak "Kapolri Cup" di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

MerahPutih.com - Indonesia Police Watch (IPW) menilai bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis bisa menjadi panggung beberapa Jenderal bintang dua.

Presidium IPW, Neta S Pane menyebut, peluang keterpilihan jenderal bintang dua sebagai Kapolri tergantung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tentunya calon Kapolri bisa juga diambil dari bintang dua. Kebetulan dalam waktu dekat ada dua jenderal bintang tiga yang pensiun,” kata Neta kepada wartawan, Senin (16/11).

Baca Juga

Ini Sejumlah Syarat Duduk di Kursi Kapolri

Neta menuturkan, saat ini bintang 3 di struktur Polri terdapat 13 orang. Namun, tidak semua bisa masuk dalam bursa calon Kapolri. Para bintang tiga dari Akpol 1987 diprediksi sulit masuk bursa karena Kapolri Idham Azis dari Akpol 1988.

“Jika Akpol di bawah Akpol 88 dipaksakan menjadi Kapolri tentu terjadi kemunduran di institusi kepolisian. Sehingga yang bisa masuk bursa calon Kapolri adalah dari Akpol 88A, Akpol 88B, Akpol 90, dan Akpol 91,” imbuhnya.

IPW menilai banyak figur berkompeten yang bisa masuk bursa Kapolri. Namun, IPW menyakini Wanjakti Polri hanya akan memilih 5 figur sebagai bakal calon Kapolri, yang nantinya akan diserahkan kepada Presiden Jokowi.

“Proses pemilihan oleh Wanjakti Polri itu sendiri masih lama, yakni pertengah Januari atau usai Polri melakukan tugas besar, yakni pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021,” pungkas Neta.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis segera memasuki masa pensiun pada Januari 2021 mendatang. Bersamaan dengan itu, bursa calon Kapolri baru diperkirakan mulai memanas.

Ada empat syarat utama yang harus diperhatikan Presiden Jokowi dalam memilih calon Kapolri pengganti Idham Azis. Pertama yakni calon Kapolri baru pernah menjadi Kapolda di wilayah Jawa atau di daerah rawan konflik. Kedua, harus paham dengan manajemen dan organisasi polri secara utuh.

Baca Juga

Jokowi Dinilai Bakal Pakai Faktor 'Kedekatan' Tunjuk Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Ketiga calon Kapolri harus memahami kebutuhan fasilitas, sarana, dan prasarana Polri. Terakhir yakni calon Kapolri harus paham mengenai sistem karir untuk mengembangkan tugas profesional kepolisian. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua MPR Tegaskan Dugaan Kebocoran Data Bukan Persoalan Main-Main
Indonesia
Ketua MPR Tegaskan Dugaan Kebocoran Data Bukan Persoalan Main-Main

Di era teknologi informasi saat ini data merupakan kekayaan nasional yang patut dijaga

Rekonstruksi Penyerangan Pengawal Rizieq, Polisi Temukan Senjata Api dan Samurai
Indonesia
Rekonstruksi Penyerangan Pengawal Rizieq, Polisi Temukan Senjata Api dan Samurai

Polisi menggelar rekonstruksi di empat titik terkait dengan kasus penyerangan oleh laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek.

Unpad Terima Hibah 30 Mesin PCR dari Korea Selatan
Indonesia
Unpad Terima Hibah 30 Mesin PCR dari Korea Selatan

Mico Biomed, Korea Selatan menghibahkan 30 unit mesin polymerase chain reaction (PCR) kepada Universitas Padjadjaran (Unpad).

Kemerdekaan Pers Harus Semakin Berkualitas
Indonesia
Kemerdekaan Pers Harus Semakin Berkualitas

Data Aliansi Jurnalis Independen (AJI), setidaknya ada 84 kasus kekerasan terhadap jurnalis dari 1 Januari - 25 Desember 2020.

Pengendara Diklaim Makin Taat Hukum, Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Hanya 11 Kendaraan
Indonesia
Pengendara Diklaim Makin Taat Hukum, Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Hanya 11 Kendaraan

Penindakan dengan jam operasional baru ini sudah berlangsung selama empat hari.

KPU Solo Sediakan Alat Bantu Braille Bagi Pemilih Tuna Netra
Indonesia
KPU Solo Sediakan Alat Bantu Braille Bagi Pemilih Tuna Netra

pemilih disabilitas di Pilwakot Solo dibagi empat jenis, yakni disabilitas fisik, intelektual, mental, dan sensorik. Untuk penyandang tuna netra masuk kategori sensorik.

[HOAKS atau FAKTA]: Resep Tiongkok, Berkumur Air Garam Mampu Musnahkan COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Resep Tiongkok, Berkumur Air Garam Mampu Musnahkan COVID-19

Beredar sebuah pesan berantai melalui WhatsApp yang menyatakan bahwa terjadi penurunan jumlah pasien COVID-19 di Tiongkok karena warganya rajin berkumur dengan air garam 3 kali sehari, dilanjutkan dengan meminum air hangat.

Muhammadiyah Harap Bangsa Indonesia Tak Terbelah Sikapi Konflik di Palestina
Indonesia
Muhammadiyah Harap Bangsa Indonesia Tak Terbelah Sikapi Konflik di Palestina

PP Muhammadiyah mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia

Kuasa Hukum Dinar Candy Sebut Kliennya Menyesal Berbikini di Pinggir Jalan
Indonesia
Komnas HAM Apresiasi Sikap Kooperatif Kapolda Metro Jaya
Indonesia
Komnas HAM Apresiasi Sikap Kooperatif Kapolda Metro Jaya

Komnas HAM akan mendalami lagi satu per satu dari berbagai aspeknya