Jenderal Andika Siapkan 160 Ribu Prajurit TNI AD untuk 22 Mei, Ada Apa? Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa. MP/Kanugrahan

MerahPutih.com -TNI Angkatan Darat mempersiapkan pasukannya untuk pengamanan pengesahan pemenangan Capres dan Cawapres pada Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa mengatakan, ada 163 ribu anggotanya yang disiapkan untuk mencegah terjadinya konfik saat penetapan pemenang Pemilu. "Mekanismenya kita atas permintaan Polri," kata dia, di Mabes TNI AD, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/5).

BACA JUGA:

Ini Hitung-Hitungan Jokowi Tunjuk Jenderal Andika Perkasa Jadi KSAD

TKN Harap KSAD Jenderal Andika Pertahankan Jati Diri TNI Yang Berasal Dari Rakyat

Menurut Andika, permintaan ini biasanya berhubungan ketersediaan logistik. "Kami punya rasa tanggung jawab kami berushaa mempelajari wilayah kami selalu menyiagakan lebih diminta;" imbuh jenderal bintang 4 itu.

Andika meminta masyarakat lebih teliti dalam mengikuti ajakan negatif di media sosia. "Jangan sampai nanti ada konsekuensi yang kemudian di luar dugaan. Karena kami aparat tegas yang memang tidak bisa diajak negosiasi bahkan terus ada tindakan hukum," jelas Andika.

KSAD Andika
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa. MP/Kanugrahan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyatakan ada pihak-pihak yang menghasut rakyat melakukan kerusuhan dengan cara mengadu domba tentara, kepolisian dan sipil.

"Dengan mengatakan 70 persen TNI/Polri sudah dapat dipengaruhi untuk berpihak kepada langkah-langkah inkonstitusional. Itu tidak benar, seperti itu. Siapa bicara seperti itu, di mana. Kalau engak bisa membuktikan, harus mengambil risiko secara hukum. Enggak bisa dibiarkan seenaknya ngomong," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (6/5).

BACA JUGA:

Pengamat Duga Prabowo Pura-Pura Menang Demi Cegah Anarki

Amien Rais Serukan People Power, Aktivis 98: Dia Bapak Reformasi yang Suka Menelikung

Wiranto menegaskan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak mentolerir aksi-aksi yang nyata-nyata melanggar hukum dan sudah mengganggu ketertiban keamanan nasional itu. Termasuk, hasutan-hasutan yang kini marak beredar di dunia maya, alias media sosial

"Untuk apa? Bukan untuk siapa-siapa tapi untuk menjaga kedamaian, menjaga ketertiban, menjaga keamanan, menjaga tegaknya NKRI, pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD1945," tutup mantan Panglima TNI di era Orde Baru itu. (Knu)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH