Jenderal Andika Minta RSPAD Terus Lakukan Donor Plasma Konvalesen KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di RSPAD (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa memberikan arahan agar Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto terus melakukan kegiatan donor plasma konvalesen.

"Agar terus dilakukan demi membantu penanganan pandemi COVID-19 yang sedang dihadapi Indonesia," ujar Jenderal Andika Perkasa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/9).

Baca Juga:

May Day 2020, Kapolda Jateng Tidak Berikan Izin Demo di Tengah Pandemi COVID-19

Donor plasma konvalesen menjadi upaya memenuhi stok kantong plasma demi membantu penanganan pasien pandemi COVID-19 di Indonesia.

Sebelumnya, Jenderal Andika Perkasa juga telah menyampaikan pendonoran plasma tersebut dilakukan melalui beberapa gelombang.

Dengan mengikuti berbagai prosedur, para perwira yang sudah dinyatakan negatif dua kali hingga dapat mendonorkan darahnya untuk memenuhi ketersediaan plasma konvalesen.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa memberikan tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi Utama kepada Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Moermahadi Soerja Djanegara dan anggota I BPK RI Agung Firman Sampurna (MP/Ponco)

Unit Mutu Transfusi Darah RSPAD, dokter Jenie Erawati Muchti menjelaskan kegiatan donor plasma lanjutan ini sudah memasuki gelombang 11 dan 12, kali ini diikuti 30 perwira Secapa Angkatan Darat.

”Untuk saat ini jumlah Perwira Secapa AD yang sudah mendonorkan sebanyak 241, untuk hari ini ditambah 30, Iebih kurang jadi 271 kantong," kata Jenie.

Unit Mutu Transfusi Darah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto sudah mendapatkan lebih dari 700 kantong plasma konvalesen.

Baca Juga:

TNI-Polri Gelar Doa Bersama dan Persiapan Pengamanan Pelantikan Presiden

Kemudian, jumlah plasma yang sudah digunakan, yakni sebanyak 568 kantong untuk 40 rumah sakit.

"Sebanyak 19 rumah sakit di Jakarta dan 21 rumah sakit di luar Jakarta. Dan untuk hari ini stoknya ada 508," ujar Jenie. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rahayu Saraswati Sebut Terjadi Ketimpangan Pembangunan di Tangsel
Indonesia
Rahayu Saraswati Sebut Terjadi Ketimpangan Pembangunan di Tangsel

Menurutnya, hal tersebut harusnya menjadi tugas Pemkot untuk memperbaiki semua jalan di Tangerang Selatan agar tidak ada ketimpangan.

Pertama Kalinya, Seluruh Kelompok Agama Bentuk Satu Wadah Ormas
Indonesia
Pertama Kalinya, Seluruh Kelompok Agama Bentuk Satu Wadah Ormas

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj mengukuhkan pengurus Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK).

Penanganan Banjir Ala Anies Bermuatan Politis dan Populis
Indonesia
Penanganan Banjir Ala Anies Bermuatan Politis dan Populis

Peneliti Populi Center Jefrie Ardiansyah mengkritik langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semasa penanganan bencana banjir di ibu kota.

Indonesia dan Singapura Bahas Aturan Perjalanan Bisnis
Indonesia
Indonesia dan Singapura Bahas Aturan Perjalanan Bisnis

Kedua Menlu juga sepakat menugaskan tim masing-masing untuk memulai negosiasi pada kesempatan pertama.

Tetap Gelar Upacara 17 Agustus, Pemprov DKI Batasi Tamu
Indonesia
Tetap Gelar Upacara 17 Agustus, Pemprov DKI Batasi Tamu

Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2020 ini akan terasa berbeda dari tahun sebelumnya karena pandemi COVID-19.

Untuk Pertama Kali, Jokowi Bakal Pidato di Sidang Umum PBB
Dunia
Untuk Pertama Kali, Jokowi Bakal Pidato di Sidang Umum PBB

Pidato presiden ini di tengah upaya negara-negara dunia yang berjuang untuk mengendalikan COVID-19 serta perang dingin antara Amerika Serikat dan Tiongkok,

Jiwa Anak-anak Terancam Jika Ikut Demo
Indonesia
Jiwa Anak-anak Terancam Jika Ikut Demo

Menyampaikan aspirasi itu merupakan hak anak tapi harus melalui saluran yang tepat dan tidak berisiko bagi jiwa anak.

Hindari Longsor, Kali Sentiong Dibangun Turap
Indonesia
Hindari Longsor, Kali Sentiong Dibangun Turap

Kini Kali Sentiong tengah dilakukan proses pengerukan lumpur hingga sampah lainnya

Indonesia Bakal Diguyur Investasi dari UEA, Nominalnya Ratusan Triliun
Dunia
Indonesia Bakal Diguyur Investasi dari UEA, Nominalnya Ratusan Triliun

Mengenai teknis investasi UEA itu, Luhut menjelaskan, akan banyak di BUMN, di Petrochemical dan sebagainya.

Polisi 'Garap' Hadi Pranoto Kamis
Indonesia
Polisi 'Garap' Hadi Pranoto Kamis

Surat panggilan telah dilayangkan ke Hadi Pranoto