Jenderal Andika Diprediksi Tak Akan Jadi Panglima TNI, tapi Berpeluang Isi Posisi Ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Roma, Italia, Jumat (29/10). (Foto: Biro Pers Setpres)

MerahPutih.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa melepas Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan kunjungan kerja ke Eropa dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20).

Sejumlah pihak pun memandang bahwa kehadiran KSAD melepas Presiden Jokowi sebagai sinyal terkait pergantian posisi Panglima TNI. Diketahui Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memasuki masa pensiun November 2021.

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS tidak sepakat dengan anggapan tersebut. Pasalnya, kehadiran Andika saat melepaskan rombongan Presiden Jokowi sebagai pertanda hampir dapat dipastikan tidak akan menjadi Panglima TNI.

Baca Juga:

Pimpinan DPR Nilai Jenderal Andika dan Laksamana Yudo Mumpuni Jadi Panglima TNI

"Hal itu dapat dilihat dari kehadiran Andika yang tidak menggunakan atribut lengkap sebagai KASAD, tidak memakai topi dan tongkat komando," kata Fernando kepada wartawan, Senin, (1/11).

Fernando juga mengingatkan, pada saat pameran alutsista bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia, Ibu Negara menolak disupiri oleh Andika.

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa di Puslatpur Amborawang, Samboja, Kaimantan Timur, Kamis 12/8/2021. (novi abdi/Antara)
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa di Puslatpur Amborawang, Samboja, Kaimantan Timur, Kamis 12/8/2021. (novi abdi/Antara)

"Kemungkinan besar Andika tidak akan menduduki posisi puncak di TNI, namun akan mendapatkan jabatan di luar TNI seperti kepala BIN yang selama ini santer terdengar," ujar Fernando.

Baca Juga:

Jenderal Andika Ikut Lepas Jokowi ke Roma, Sinyal Gantikan Marsekal Hadi?

Lebih lanjut, Fernando menambahkan, sebagai komandan seharusnya Andika dapat memakai tongkat komando atau perlengkapan penting lainnya saat melepas Jokowi ke eropa.

"Terlebih ketika melakukan kegiatan penting seperti melepaskan rombongan Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke luar negeri," kata Fernando. (Pon)

Baca Juga:

Survei Calon Panglima TNI, Jenderal Andika Hanya Kalah dari Laksamana Yudo Dalam Hal ini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Helikopter Terbang di Langit Jakarta Kibarkan Bendera China
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Helikopter Terbang di Langit Jakarta Kibarkan Bendera China

Dalam unggahan tersebut, mempertanyakan sikap aparat penegak hukum yang tidak berani bertindak terkait pengibaran bendera Tiongkok di tanah Indonesia.

Prokes Ketat Harus Diterapkan di PON dan Superbike
Indonesia
Prokes Ketat Harus Diterapkan di PON dan Superbike

Sebanyak 2.239 medali akan diperebutkan oleh 7.199 atlet yang berlaga. PON Papua juga akan diramaikan oleh kedatangan 3.580 ofisial, 60 delegasi teknis, 1.147 wasit nasional dan 30 wasit luar negeri, serta 53 panitia pelaksana.

Karantina di Hotel Dihentikan, Pusat Bakal Bantu Pengadaan Fasilitas Isolasi di Daerah
Indonesia
Karantina di Hotel Dihentikan, Pusat Bakal Bantu Pengadaan Fasilitas Isolasi di Daerah

Pemerintah pusat siap membantu pemerintah daerah yang mengalami kendala, khususnya dalam pengadaan fasilitas isolasi maupun karantina mandiri.

Uji Coba Road Bike di Sudirman-Thamrin, Pengguna Jalan Diminta Taati Aturan
Indonesia
Uji Coba Road Bike di Sudirman-Thamrin, Pengguna Jalan Diminta Taati Aturan

Mulai hari ini, Senin (7/6) hingga Jumat (11/6), Pemprov DKI melakukan pelaksanaan uji coba lintasan road bike di Jalan Raya Sudirman-Thamrin.

Berkurang Satu, Pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet 377 Orang
Indonesia
Berkurang Satu, Pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet 377 Orang

125.972 pasien COVID-19 sembuh dan keluar dari rumah sakit

Penyekatan Mudik Diklaim Berkontribusi Bagi Penurunan Kasus COVID-19
Indonesia
Penyekatan Mudik Diklaim Berkontribusi Bagi Penurunan Kasus COVID-19

Selain melakukan penyekatan, Polri sendiri melakukan pengetasan terhadap seluruh masyarakat dengan Swab Antigen

Astronom Saudi Sebut Ramadan Terjadi Dua Kali Pada 2030
Indonesia
Astronom Saudi Sebut Ramadan Terjadi Dua Kali Pada 2030

Pada 1451 H, bulan Puasa akan dimulai 5 Januari 2030, sementara Ramadan 1452 H akan dimulai 26 Desember 2030.

Densus Geledah Kantor LSM Syam Organizer Terkait Dugaan Penggalangan Dana Terorisme
Indonesia
Densus Geledah Kantor LSM Syam Organizer Terkait Dugaan Penggalangan Dana Terorisme

Syam Organizer sendiri merupakan yayasan amal milik organisasi Jamaah Islamiyah

Tarik Minat Milenial, Keraton Yogyakarta Kemas Ulang Penyajian Budaya
Indonesia
Tarik Minat Milenial, Keraton Yogyakarta Kemas Ulang Penyajian Budaya

Upaya pembaruan dalam Keraton Yogyakarta, kata Bendara, juga pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Sri Sultan HB VII yang membuat Keraton Yogyakarta kala itu lebih terbuka.

Ketua DPD Dukung RUU TPKS Segera Ditetapkan Jadi UU
Indonesia
Ketua DPD Dukung RUU TPKS Segera Ditetapkan Jadi UU

La Nyalla mendukung agar Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) segera ditetapkan menjadi Undang-Undang TPKS.