'Jembatan Udara' akan Memudahkan Perjalanan Antara London dan New York Memperkenalkan 'jembatan udara transatlantik'. (Foto: Unsplash/Nathan Hobbs)

PADA masa-masa normal, umumnya sebanyak lima juta pelancong Inggris mengunjungi AS. Begitupun sebaliknya, jumlah pelancong yang hampir sama melakukan perjalanan dari AS menuju Inggris. Perjalanan antara kedua negara hampir tidak mungkin dilakukan sejak Maret 2020 akibat pandemi Corona.

Namun, seperti yang dilansir laman Time Out, sekarang pemerintah Inggris dan Amerika dikatakan sedang dalam pembicaraan untuk memperkenalkan 'jembatan udara transatlantik'. Jalur baru itu akan menghubungkan kota London dengan New York.

Baca juga:

Australia Mungkin Masih Tertutup Hingga Juli 2021

1
Kebijakan 'koridor perjalanan regional' sedang dipelajari pemerintah Inggirs. (Foto: Unsplash/Andre Benz)

Pejabat pemerintah Inggris sedang mempelajari rencana untuk kebijakan 'koridor perjalanan regional' baru, mengutip lalman The Daily Telegraph melaporkan.

Hal ini akan memungkinkan perjalanan ke dan dari daerah 'berisiko rendah' di negara-negara yang saat ini tidak termasuk dalam daftar 'perjalanan aman' Inggris, karena tingkat penularannya tinggi. Di AS, ini bisa mencakup wilayah seperti kota New York.

Saat ini, pelancong dari Inggris dilarang masuk ke AS, sementara orang Amerika bisa terbang ke Inggris tetapi harus mengisolasi diri selama 14 hari setelah kedatangan.

Di bawah aturan baru, penduduk New York dan London akan dapat melakukan perjalanan ke dan dari kota mana pun tanpa wajib karantina.

Namun, sampai saat ini masih belum jelas sejauh mana para pelancong akan dapat menjelajah luar batas kota saat sampai di kedua kota tersebut.

Baca juga:

Dua Bandara di Kota New York Siapkan Tempat Uji Virus

2
Warga Inggris hingga kini masih dilarang masuk ke AS. (Foto: Unsplash/Aron Van de Pol)

Bagi pemerintah Inggris, jembatan udara baru kemungkinan akan bergantung pada kasus-kasus virus Corona di wilayah New York, saat tersisa di bawah ambang batas 20 per 100.000 orang, diukur selama periode tujuh hari. Rata-rata kota AS saat ini adalah 7,2 per 100.000 orang, dibandingkan dengan London di angka 10,2.

Kenyataan sulit ini jelas butuh usaha ekstra. New York dan London telah lama menjadi salah satu tempat terbaik di dunia untuk merayakan Natal.

Jika pandemi virus Corona tahun 2020 berakhir, singgah di salah satu kota terbesar di dunia itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan. (lgi)

Baca juga:

Spektakuler, Liburan dari New Delhi ke London Cukup Pakai Bus

Kredit : leonard


Leonard

LAINNYA DARI MERAH PUTIH