Jembatan Gabah dan Plastik Wujud Komitmen Keberlanjutan SMS

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 16 April 2023
Jembatan Gabah dan Plastik Wujud Komitmen Keberlanjutan SMS
SMS dan Plana berkolaborasi wujudkan back to nature, wellness, dan sustainability lifestyle. (foto: Merahputih.com/Dekrita Wijaya)

SECARA sekilas, jembatan itu terlihat seperti titian umumnya,. Namun, tak disangka, jembatan itu terbuat dari bongkahan yang merupakan hasil olah gabah padi dan plastik. Olahan itu dipoles dengan indah menampilkan warna kecokelatan bak kayu sungguhan.

“Ini merupakan hasil kolaborasi Summarecon Mall Serpong dan Plana dalam merenovasi Salsa Food City menjadi lebih sustainable dengan menyediakan Sustainability Area,” kata Co-Founder of Plana Juan Chandra di Casa Barrels, Summarecon Mall Serpong, Jumat (14/4).

BACA JUGA:

Flexing Hidangan Lezat di Restoran Berkelanjutan

Salsa Food City direnovaasi sebagai proyek baru guna mengusung konsep back to nature, wellness, dan sustainability lifestyle. “Ironis selama ini kita bikin rumah ditata tampak natural, tapi sebenarnya pohon banyak dipotong untuk membangun rumah. Maka dari itu, Plana dan SMS menjalankan proyek ini untuk mewujudkan sustainable lifestyle,” kata Juan.

Plana wood
Proyek ini berhasil menyelamatkan 533 pohon, 720 kg sampah plastik, dan memanfaatkan 1.440 kg gabah padi.(foto: Merahputih.com/Dekrita Wijaya)

Dalam merombak Salsa Food City dan Hana Pond seluas 300 meter persegi, kayu plana (buatan) yang digunakan terbuat dari 60 persen gabah padi dan 30 persen sampah plastik. Dengan cara itu, Summarecon Mall Serpong (SMS) telah menyelamatkan 533 pohon, 720 kg sampah plastik, dan memanfaatkan 1.440 kg gabah padi.

“Ini sebenarnya merupakan goal SMS ketika ulang tahun sebelumnya. Mereka langsung mengimplementasikan ke Salsa Food City dan Hana Pond, enggak cuma bikin program atau bazar sustainability. Dengan proyek ganda ini, kami berhasil mengurangi penebangan pohon dan sampah tak terolah,” lanjut Juan.

BACA JUGA:

Menuju Kemasan Karton yang Berkelanjutan

Pihak SMS dan Plana tidak buru-buru dalam meningkatkan kepedulian terhadap sustainable living. Mereka ingin pengunjung tersadar perlahan-lahan dengan sendirinya tanpa perlu dibombardir kampanye.

“Kami enggak buru-buru. Biar orang melihat dulu sekali dua kali kunjungan baru tersadar, ‘Eh ini kayak kayu nih’. Lalu mereka akan berpikir, ‘Is it a good product?’. Nanti dengan sendirinya pengunjung akan tahu kok," imbuhnya.

plana wood
Kayu plana dirancang anti rayap dan anti lapuk. (foto: Merahputih.com/Dekrita Wijaya)

Juan meyakinkan produk yang digunakan memiliki kualitas yang baik. Pengunjung tidak perlu khawatir kayu lapuk atau jebol. “Durability produknya enggak bakal kalah sama produk konvensional, ini antirayap dan antilapuk. Plana sudah berjalan 7-10 tahun dan selama ini kami enggak ada masalah atau komplain. Kalaupun ada, kami beri garansi 10 tahun,” tutup Juan.(kmp)

BACA JUGA:

Konsep Rumah Modular Dukung Gaya Hidup Berkelanjutan

#Gaya Hidup
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.
Bagikan