Jelang Sidang Vonis, Novel Baswedan Kembali Minta Terdakwa Penerornya Dibebaskan Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Ant)

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali meminta kedua terdakwa penyiraman air keras, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis untuk dibebaskan. Pasalnya, Novel tak meyakini kedua anggota Brimob Polri itu pelaku penerornya.

Hal itu disampaikan Novel Baswedan jelang sidang putusan perkara penyiraman air keras yang akan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (16/7) lusa.

Baca Juga

Saking Kesalnya, Novel Baswedan Minta Penerornya Sekalian Saja Divonis Bebas

"Bila tidak ada kualifikasi bukti yang memadai maka harus dibebaskan. Jangan sampai wajah hukum semakin rusak dengan banyaknya kejanggalan dan masalah dalam proses hukum ini," kata Novel saat dikonfirmasi, Selasa (14/7).

Esensi persidangan, kata Novel, untuk menemukan kebenaran materiil, bukan untuk menjustifikasi atas dasar kepentingan ada pelaku. Ia pun menegaskan menghukum seseorang harus berdasarkan fakta objektif berbasis alat bukti.

"Tidak boleh menghukum orang yang tidak berbuat, sekalipun yang bersangkutan menghendaki tetapi tidak didukung bukti yang memadai. Jangan dipaksakan dengan mengkondisikan fakta atau mengada-adakan bukti," tegas Novel.

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan polisi atas kasus dugaan penyiraman air keras yang menimpa dirinya, Senin (6/1/2020). (ANTARA/Fianda Rassat/am).
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan polisi atas kasus dugaan penyiraman air keras yang menimpa dirinya, Senin (6/1/2020). (ANTARA/Fianda Rassat/am).

Sebelumnya, Novel juga pernah meminta kedua Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis untuk dibebaskan. Pasalnya, Novel meragukan dua terdakwa penyiraman air keras yang melukai wajahnya, bukan pelaku yang sebenarnya.

"Saya tidak yakin kedua orang itu pelakunya. Sudah dibebaskan saja daripada mengada-ada," kata Novel lewat akun Twitter pribadinya @nazaqistsha dikutip Rabu (17/6).

Untuk diketahui, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette telah dituntut hukuman satu tahun pidana penjara. Jaksa menilai, Ronny dan Rahmat terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel.

Jaksa menyebut kedua terdakwa tidak ingin menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel. Menurut jaksa, kedua terdakwa hanya ingin menyiramkan cairan keras ke badan Novel untuk memberikan pelajaran.

"Bahwa dalam fakta persidangan, terdakwa tidak pernah menginginkan melakukan penganiayaan berat. Terdakwa hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melakukan penyiraman cairan air keras ke Novel Baswedan ke badan. Namun mengenai kepala korban, akibat perbuatan terdakwa, Novel Baswedan mengakibatkan tidak berfungsi mata kiri sebelah hingga cacat permanen," ucap Jaksa Fedrik Adhar membacakan tuntutan.

Baca Juga

Novel Baswedan Sebut Pasal yang Jerat Dua Penyerangnya Janggal

Dalam pertimbangan Jaksa, hal yang memberatkan Ronny dan Rahmat dinilai telah mencederai institusi Polri. Sedangkan hal yang meringankan, keduanya berlaku sopan selama persidangan dan mengabdi di institusi Polri.

Atas perbuatannya, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir dituntut Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
23 Maret, PN Jakpus Gelar Sidang Gugatan Anak Buah Moeldoko Terhadap AHY Cs
Indonesia
23 Maret, PN Jakpus Gelar Sidang Gugatan Anak Buah Moeldoko Terhadap AHY Cs

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengumumkan sidang perkara gugatan yang dilayangkan oleh sejumlah politikus, salah satunya, Marzuki Alie, terhadap Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 23 Maret 2021.

Polisi Ringkus 3 Calo Rapid Tes di Stasiun Senen
Indonesia
Polisi Ringkus 3 Calo Rapid Tes di Stasiun Senen

Kronologi pencaloan rapid test terendus pada Sabtu (19/12) kemarin sekitar pukul 23.00 Wib, pelapor memberkan informasi bahwa telah terjadi praktik percaloan hasil rapid tes.

Gibran: Lebaran Tahun Ini Bapak Enggak Mudik, Halal Bihalal Daring Saja
Indonesia
Uang Panjar yang Dikeluarkan Pemerintah Dapatkan Vaksin COVID-19 Nyaris Rp4 Triliun!
Indonesia
Uang Panjar yang Dikeluarkan Pemerintah Dapatkan Vaksin COVID-19 Nyaris Rp4 Triliun!

Sinovac berkomitmen menyediakan bahan baku vaksin COVID-19 sebanyak 20 juta dosis pada akhir 2020

Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim
Indonesia
Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan berkas kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri.

DKI Sudah Salurkan Ratusan Ribu Dosis Vaksin COVID-19 ke Warga
Indonesia
DKI Sudah Salurkan Ratusan Ribu Dosis Vaksin COVID-19 ke Warga

Kemudian kapasitas penyuntikan yang dipunya Pemprov DKI sudah mencapai 19.741 orang per hari

Bersama AHY Hingga Cak Imin, Erick Thohir Berpeluang Maju di 2024 Lewat Poros Ketiga
Indonesia
Bersama AHY Hingga Cak Imin, Erick Thohir Berpeluang Maju di 2024 Lewat Poros Ketiga

Partai-partai yang kemungkinan mengusung nama-nama itu adalah Partai NasDem, PKS dan PAN

Dua Wisatawan Borobudur Positif COVID-19
Indonesia
Dua Wisatawan Borobudur Positif COVID-19

Ada 150 wisatawan di kawasan Borobudur menjalani tes diagnostik cepat dan enam orang di antaranya reaktif.

Gunung Merapi Siaga, Kasus COVID-19 Klaten Melonjak 201 Orang Per Hari
Indonesia
Gunung Merapi Siaga, Kasus COVID-19 Klaten Melonjak 201 Orang Per Hari

Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mencatat kenaikan kasus Corona sebanyak 201 orang per hari.

Pemprov DKI Terbitkan Rekomendasi Pemugaran Kantor Pos Pertama di Batavia
Indonesia
Pemprov DKI Terbitkan Rekomendasi Pemugaran Kantor Pos Pertama di Batavia

Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta menerbitkan surat rekomendasi pemugaran Gedung Filateli milik PT Pos Indonesia.