Jelang PSBB Total Jakarta, Tambahan Kasus COVID Capai 3.636 Kerumunan warga Jakarta. (Foto: Kanugrahana).

MerahPutih.com - Jumlah pasien COVID-19 di Indonesia bertambah 3.636 orang per Minggu (13/9), sehingga jumlah pasien menjadi 218.382 kasus positif. Penambahan terjadi jelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di Jakarta, Senin (14/9).

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 2.552 orang, sehingga total pasien sembuh ada 155.010 orang. Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 73 orang, sehingga total ada 8.723 pasien yang meninggal.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 30.100 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Baca Juga:

Jakarta PSBB Total, Nasib Ojek Online Selamat

Data penambahan kasus positif di Indonesia dipublikasikan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/.

Selama satu pekan ini, penambahan kasus COVID-19 di Indonesia rata-rata bertambah di atas 3000 kasus per hari. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.380 kasus, per 12 September.

Tingginya kasus serta mulai penuhnya ruangan ICU membuat DKI Jakarta menarik rem darurat dengan pemberlakuan PSBB kembali. Namun, pemberlakuan PSBB ini sempat jadi tarik ulur antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Menko Perekonomian Airlangga
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Tangakapan Layar BNPB).

Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penerapan PSBB secara ketat tidak berlebihan atau overdosis.

Ia mengingatkan, Jakarta bukan hanya sebuah provinsi mencerminkan 20 persen perekonomian negara, tetapi dia adalah pusat syaraf perekonomian nasional.

"Sehingga apapun yang diambil merefleksikan, berpengaruh terhadap kebijakan nasional," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), Erick Thohir, berharap vaksin Merah Putih dapat mulai diproduksi pada tahun 2022.

"Dari informasi yang didapatkan insya Allah kalau bisa uji klinis I sampai dengan III vaksin Merah Putih bisa berjalan pada tahun depan, sehingga pada tahun 2022 kita bisa mulai memproduksi vaksin Merah Putih," ujar Erick Thohir.

Baca Juga:

Anies Pastikan Tutup Gedung Kantor dengan Karyawan Positif Corona


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH