Jelang Peringatan Sumpah Pemuda, BPIP Sebut Isu SARA Hambat Kemajuan Bangsa Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)

Merahputih.com - Jelang peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober esok, Staf Khsus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, menegaskan sejak masa pra kemerdekaan, pemuda Indonesia telah menyadari akan pentingnya persatuan.

Hal itu ditandai dengan sejarah bangsa ini dalam isi Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 silam.

Baca Juga

Cuma 31 Persen Publik Tahu Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja

Menurut Benny, persoalan SARA (Suku Agama Ras Antar Golongan) menjadi penghambat dalam kemajuan suatu bangsa.

"Sejak awal pemuda kita berjiwa kebangsaan karena mereka cinta bersama untuk merdeka tanpa melihat kebangsan, kesukuan, dan keagamaan," kata Benny kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (27/10)

Sumpah Pemuda tercetus dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Namun dua tahun sebelumnya, telah dilakukan Kongres Pemuda I mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta).

Kongres Pemuda I atau Kerapatan Besar Pemuda dihadiri oleh perwakilan dari perhimpunan pemuda/pemudi termasuk Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers, Jong Bataks Bond, Pemuda Kaum Theosofi, dan masih banyak lagi.

Dalam koran Bataviaasch Nieuwsblad (Lembaran Berita Batavia) yang terbit pada Senin, 29 Oktober 1928, bahwa Kongres Pemuda II hari pertama berlangsung pada Sabtu (27/10/1928) di Gedung Katholikee Social Bond atau Perhimpunan Sosial Katolik, berlokasi persis di belakang gereja Katedral.

Sedangkan kongres di hari kedua diadakan di Gedung Oost Java di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Kongres Pemuda II di Batavia dihadiri para utusan organisasi-organisasi pemuda di tanah air, seperti Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, Katholikee Jongelingen Bond, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun, dan lainnya.

Benny menuturkan, Sumpah Pemuda dibacakan di arena Kongres Pemuda ke-2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama, dan daerah dari belahan barat Indonesia dan terdapat nama Mohammad Yamin.

Ia adalah seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto, Sumatera Barat, yang mewakili organisasi pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond.

"Keberagaman yang ada pada saat itu, menunjukkan para pemuda di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia tak menjadikan perbedaan status sosial sebagai halangan untuk bersama-sama membangun negeri melalui ikrar satu tanah air, bangsa, dan bahasa," ujar Benny.

Selain itu, Benny menjelaskan bahwa Generasi 28 mampu mengatasi sekat pemisah karena mereka memiliki jiwa merdeka. "Ini harus ditiru generasi saat ini," sebutnya.

Baca Juga

UU Cipta Kerja Masukan Amdal Bagian Izin Usaha

Tujuan digelarnya Kongres Pemuda II antara adalah untuk melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda pemuda Indonesia, membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia. "Termasuk memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia," jelasnya.

Selanjutnya Benny mengatakan bahwa dari generasi 28, pemuda bisa belajar kemampuan mereka membangun kesadaran nilai-nilai kebangsaan tanpa memikirkan lingkaran kepedulian SARA. "Generasi 28 mengajarkan bahwa dalam membangun kesadaran nilai-nilai kebangsaan tanpa membawa permasalahan SARA," tutup Benny. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mendagri Terbitkan Aturan PPKM Mikro
Indonesia
Mendagri Terbitkan Aturan PPKM Mikro

"Pemberlakuan PPKM Mikro diperpanjang sejak tanggal 22 Juni 2021 sampai dengan tanggal 5 Juli 2021," bunyi diktum keenam belas.

Belasan Terduga Teroris di Jatim Diduga Kelompok Jemaah Islamiyah
Indonesia
PKS: Menteri Saja Bingung Jelaskan PPKM Berlevel, Apalagi Rakyat
Indonesia
PKS: Menteri Saja Bingung Jelaskan PPKM Berlevel, Apalagi Rakyat

"Mungkin hanya di Indonesia sering berganti istilah, dari PSBB, kemudian wacana New Normal, kemudian berubah PPKM, ada PPKM Mikro, PPKM Darurat dan PPKM berlevel," kata Sukamta

Indonesia Butuh Teknologi Tracking Buat Vaksinasi 180 Juta Warga
Indonesia
Indonesia Butuh Teknologi Tracking Buat Vaksinasi 180 Juta Warga

Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk tahun depan melalui APBN 2021 adalah sebanyak Rp29,6 triliun.

Masuk Tahun Ketiga, Sompo Latih Puluhan Mahasiswa Sadar Lingkungan
Indonesia
Masuk Tahun Ketiga, Sompo Latih Puluhan Mahasiswa Sadar Lingkungan

Program magang yang dilakukan Sompo Environment Foundation diluncurkan pada 2020 di Jepang, telah menghasilkan lulusan 1.100 mahasiswa.

Ditutup Karena COVID-19, Perbatasan RI-Papua Nugini Segera Dibuka
Indonesia
Ditutup Karena COVID-19, Perbatasan RI-Papua Nugini Segera Dibuka

Perbatasan baru akan dibuka sekitar 21 Juni 2021 dan berbagai kesiapan kini dilakukan termasuk regulasi yang mengaturnya mengingat saat ini pandemi COVID-19 masih mewabah.

Peran BIN Hingga BNPT Dalam Penyusunan Soal Tes Calon ASN KPK
Indonesia
Peran BIN Hingga BNPT Dalam Penyusunan Soal Tes Calon ASN KPK

BAIS TNI, Pusat Intelijen TNI AD, dan BPPT berperan dalam pelaksanaan wawancara pegawai KPK

24 Paskibraka Siap Upacara Kemerdekaan di Kantor Anies
Indonesia
24 Paskibraka Siap Upacara Kemerdekaan di Kantor Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik 24 pelajar Pasukan Pengibar Bendera Pusaka untuk upacara hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2021.

Densus 88 Gerebek Dua Rumah di Bekasi dan Condet, Diduga Terkait Bom Katedral
Indonesia
Densus 88 Gerebek Dua Rumah di Bekasi dan Condet, Diduga Terkait Bom Katedral

Sekitar pukul 13.00 WIB, satu buah koper dibawa oleh seorang tim Labfor Polri

Demokrat Angkat Suara Pasca Kantornya Digeruduk Massa yang Mengaku Mahasiswa
Indonesia
Demokrat Angkat Suara Pasca Kantornya Digeruduk Massa yang Mengaku Mahasiswa

Mereka mengekspresikan simpati mereka dalam berbagai cara