Jelang Pemilu AS, Facebook Tawarkan Rp 1,7 Juta untuk Tutup Akun Facebook menganggap media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pemilu AS 2020. (Foto The Verge)

JELANG pemilu presiden AS beberapa bulan lagi, Facebook mengumumkan sebuah kerjasama dengan peneliti dari luar perusahaan. Ini merupakan sebuah bagian dari studi terbaru Facebook tentang bagaimana media sosial dapat memengaruhi demokrasi menjelang pemilu. Alhasil, Facebook pun akan membayar penggunanya untuk menonaktifkan akunnya.

Media sosial memang memiliki dampak yang begitu besar terhadap apapun itu, tidak terkecuali dunia politik. Mengutip Daily Mail, kabar ini diketahui pertama kali oleh reporter Washington Post, Elizabeth Dwoskin. Ia mengunggah sebuah tangkapan layar dari Facebook yang menanyakan biaya untuk menutup akun Instagram dan Facebook menjelang pemilu AS 2020.

Baca Juga:

Apple Music Tumbuh Lebih Cepat Ketimbang Spotify

medsos
Beberapa pilihan yang diberikan Facebook. (Foto: Twitter@lizzadwoskin)

“Jadi, Facebook akan membayar seseorang untuk menonaktifkan akun Instagram dan Facebook mereka sebelum pemilu. Ini merupakan bagian dari eksperimen riset. Pengumuman ini berlaku minggu depan,” tulis Elizabeth Dwoskin.

Survei tersebut menyatakan bahwa akun dinonaktifkan mulai akhir September selama satu atau enam minggu sebagai bentuk partisipasi. Pengguna juga tidak boleh mengakses platform selama waktu yang telah ditentukan.

Mengutip laman The Verge, setidaknya ada 200 ribu hingga 400 ribu pengguna yang akan ikut serta dalam proyek ini. Jika mereka setuju, perusahaan akan bisa melihat bagaimana para pengguna berinteraksi dengan produknya.

Baca Juga:

Semakin Terhubung, Pengguna Facebook Akan Bisa Melihat Instagram Stories

medsos
Pengguna harus menutup akunnya di FB pada jangka waktu tertentu. (Foto: Pexels/Kaboompicscom)

“Untuk terus memperkuat hal-hal baik untuk demkorasi di sosial media dan mengurangi hal-hal yang kurang baik, kami membutuhkan penelitian yang lebih objektif, tidak memihak, dan berbasis empiris. Karena itu, kami mengumumkan penelitian baru untuk lebih memahami dampak Facebook dan Instagram dalam sikap dan perilaku politik selama pemilu AS 2020,” tulis Facebook.

Dalam tangkapan layar tersebut terlihat bahwa Facebook menawarkan uang sebanyak USD10 atau sekitar Rp147 ribu hingga USD120 atau sekitar Rp1,7 juta per minggu. Beberapa pengguna akan diminta untuk menonaktifkan akunnya selama seminggu, sementara yang lain diminta untuk tidak menggunakan platform sampai enam minggu.

“Siapa pun yang terpilih untuk mengikuti penelitian ini, mulai dari mengisi survei, atau menonaktifkan akun Facebook atau Instagram-nya sementara waktu akan diberikan kompensasi,” kata pihak Facebook. (and)

Baca Juga:

WhatsApp Ungkap Enam Kerentanan Keamanan Baru


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH