Jelang Pembukaan Mall, Pengelola Diminta Tegas Terapkan Protokol Kesehatan Puri Indah Mall. Foto: Wikimapia

MerahPutih.com - Kepolisian melakukan sosialisasi kepada pengelola untuk Mall tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan saat pandemi COVID-19 menjelang pembukan pusat pembelanjaan pada Senin (15/6)

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, hampir seluruh mall di wilayah hukumnya sudah dilakukan sosialisasi.

Baca Juga

Kemenag Belum Putuskan Protokol Kesehatan untuk Pondok Pesantren

"Kita memasuki PSBB transisi menuju new normal, sektor ekonomi mulai dibuka kembali. Kami beri masukan soal hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh pihak mal harus sesuai dengan ketentuan yang ditentukan," kata Heru di Jakarta, Jumat (12/6).

Heru menerangkan, pusat perbelanjaan harus mendukung program pemerintah untuk menerapkan protokol new normal di lingkungan.

"Kami memohon bantuan dari pengelola terutama satpam sebagai mitra Polri untuk dapat membantu dalam menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan dan sosial distancing terhadap para pengunjung mall,"jelas Heru.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto

Jika tidak konsisten, lanjut Heru, upaya pencegahan COVID-19 bakal sia-sia. "Karena apabila kurva Corona meningkat selama masa new normal nanti kemungkinan akan diterapkan PSBB kembali," tutur Heru.

Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Fariyal Rasip mengakui terkait sanksi kepada pengunjung yang bandel. pihak Kepolisian dan Mall masih menunggu instruksi dari Pemprov DKI.

Salah satu mal terbesar di Jakarta, Puri Indah Mall sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Marketing Communication Puri Indah Mall Hendri Priatna menjelaskan, pihaknya menyiapkan sebuah alat thermo scanner untuk mendeteksi warga yang datang tanpa kenakan masker.

"Sudah, sekalian untuk mendeteksi orang pakai masker atau ga. Jadi kalau ga pakai masker ada notifikasinya langsung," ucap dia kepada wartawan.

Alat tersebut disiapkan di pintu mal bagian barat dan timur dalam artian baru dua saja yang disiapkan. Sehingga, dengan adanya alat ini pihaknya sudah menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah.

"Yang pasti semua soal protokol kesehatan semua sudah kita siapkan seperti pengaturan jarak, maupun penggunaan fasilitas," ungkap dia.

Bahkan, lanjut dia pihaknya juga sudah menyiapkan skema bagi warga yang ingin naik dan turun menggunakan lift. Selain itu juga pengguna eskalator juga sudah diatur oleh pihaknya.

"Kapasitas lift juga sudah kita atur, terus jarak yang mau menggunakan eskalator pun sudah kita atur. Lalu tenant juga sudah mengatur kapasitas masing-masing, semua handsanitizer sudah kita sediakan, tempat cuci tangan kita sediakan. Jadi sebelum masuk semua harus mengikuti protokol yang ada," tutur dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih melarang pusat kebugaran, bioskop dan pameran buka seiring pembukaan mal pada 15 Juni 2020.

Anies mengatakan hal itu saat berkunjung ke Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara untuk melihat kesiapan beroperasinya pusat perbelanjaan itu di masa PSBB transisi.

Pada kesempatan itu Anies mengumumkan rencana pembukaan 80 mal di Jakarta pada 15 Juni 2020.

"Pemprov DKI telah menetapkan 15 Juni pusat perbelanjaan akan bisa mulai beroperasi," kata Anies diikuti tepuk tangan para pegawai dan masyarakat.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat menyatakan tak semua tenant di mall mendapat izin untuk beroperasi kembali. Sesuai ketentuan dalam PSBB Transisi, Ellen mengatakan kelonggaran hanya diberikan untuk beberapa jenis bidang usaha.

"Kategori yang belum akan buka di tanggal 15 Juni dan sedang akan dipertimbangkan untuk buka di fase berikutnya adalah lebih ke arah kategori leisure, antara lain, sinema, fitness, karaoke, arena permainan anak dan tempat kursus anak," ujar Ellen.

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan telah menyiapkan segala persiapan seperti fasilitas protokol kesehatan mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan, handsanitizer serta pengaturan jarak aman. Pengunjung dan karyawan juga diwajibkan untuk menggunakan masker.

Baca Juga

Pasar Tanah Abang Ramai, Polisi Tertibkan Warga yang tak Patuhi Protokol Kesehatan

Menjelang pembukaan mal di Jakarta, pengelola juga memberikan pelatihan bagi karyawan terkait prosedur penerapan tatanan baru atau new normal.

"Bagi pusat belanja, juga akan memberikan training kepada segenap karyawan dengan adanya kebiasaan baru yang berbeda dari saat normal yang lalu," ujarnya. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH