Jelang Pelantikan Firli Bahuri, IPW Prediksi Sejumlah Pihak di KPK Mulai Ketakutan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane memprediksi sejumlah pihak ataupun orang dalam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah ketakutan jelang dilantiknya Komjen Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.

Neta melihat ada tiga hal kenapa mereka sangat resah dan takut.

Baca Juga:

Irjen Firli Digadang Calon Kuat Ketua KPK, IPW: Barisan Novel Baswedan Gentar

"Pertama, figur Firli sebagai jenderal polisi aktif, selama ini ada stigma negatif publik terhadap polisi, meski jauh sebelum Firli ada dua jenderal polisi yang menjadi pimpinan KPK. Kedua, Firli pernah menjadi Deputi Penindakan KPK sehingga dia tahu persis borok borok di lembaga antirasuah tersebut," kata Neta alam acara diskusi media di kawasan Cikini, Jakartab Pusat, Rabu (11/12).

Neta S Pane sebut sejumlah oknum di KPK ketakutan jelang pelantikan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK
Neta S Pane (tengah) dalam sebuah diskusi publik di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat (MP/Kanu)

Dengan adanya revisi UU KPK muncul persepsi di kelompok anti Firli itu bahwa OTT KPK akan dihilangkan. Padahal persepsi itu keliru. UU KPK hasil revisi tdk menghapus kewenangan KPK sebagaimana pasal 12 uu 30 th 2002.

"Jadi, revisi UU KPK tidak memangkas tugas pokok, fungsi, peran dan kewenangan KPK. Artinya, UU KPK hasil revisi tak menghalangi OTT KPK," jslas Neta.

Neta menambahkan, selain tidak akan mampu, jika dibiarkan begitu saja, pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK akan tebang pilih, melenceng.

"Bukan mustahil KPK akan menjadi alat politik pihak tertentu untuk mengkriminalisasi lawan lawan politiknya," terang Neta.

Ia menambahkan, sejak lima tahun terakhir di KPK telah muncul raja raja kecil dan KPK terbelah antara Polisi India dan Polisi Taliban.

Pimpinan KPK sering kali dianggap sebagai anak kos yang tidak berwibawa. Wibawa pimpinan KPK dikebiri oleh sekelompok 'raja kecil' di tubuh lembaga antirasuah itu.

"Situasi ini sangat tidak layak terjadi karena tidak mencerminkan mereka sebagai pejabat negara. Padahal, Pimpinan KPK adalah pejabat negara sebagai uu no 30 th 2002. Tapi yang terjadi adalah KPK telah jadikan segelintir oknum seperti LSM," ungkap Neta.

Anehnya, pimpinan KPK dianggap tidak mampu menjaga marwah lembaganya. Mereka malah ikut ikutan dalam kegiatan demo yg diinisiasi WP.

"Pimpinan KPK seperti tersandera dan tunduk kepada WP yang sesungguhnya adalah bawahannya, sehingga pimpinan KPK bisa digerakkan segelintir orang yang mengatasnamakan WP. Seharusnya, apa pun situasinya Pimpinan KPK tidak boleh terprovokasi, apalagi terjebak dlm pertunjukan yg dipentaskan segelintir pegawai WP," jelas Neta.

Baca Juga:

Hari Antikorupsi, Novel Baswedan Singgung Kemenangan Koruptor

Neta melihat, Firli sepertinya tidak menginginkan KPK hanya menjadi pemadam kebakaran dalam pemberantasan korupsi.

Ia menginginkan KPK bertindak preventif dan mampu melakukan deteksi dan antisipatif dalam pemberantasan korupsi. Sehingga koruptor tidak bagai jamur di musim hujan, dan Sukamiskin tidak dipadati koruptor, dan uang negara bisa diselamatkan sebelum dicolong para koruptor

"Artinya, dalam konsepnya Firli ingin mengembalikan KPK pada urutan tugas pokoknya," tutup Neta S Pane.(Knu)

Baca Juga:

Firli: Saya Berharap Indonesia Tak Lagi Peringati Hari Antikorupsi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH