Jelang Larangan Mudik, Penjualan Tiket Bus di Terminal Yogyakarta Stabil Terminal Giwangan, Yogyakarta. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Dua pekan menjelang larangan mudik Lebaran tren pembelian tiket bus disejumlah terminal di Yogyakarta masih stabil. Sejumlah agen penjualan tiket bus mengaku belum ada kenaikan penjualan tiket baik untuk bus jarak jauh maupun bus antar kota dalam provinsi (AKDP).

Salah satu agen penjualan tiket PO. Pahala Kencana Nurdin mengatakan, kondisi penjualan tiket di tempatnya masih dalam keadaan normal.

"Awal bulan puasa biasanya belum pada mau mudik. Biasanya nanti dua minggu sebelum Lebaran baru pada nyari tiket," kata Nurdin di Yogyakarta, Rabu (21/4).

Saat ini dalam sehari ia dan teman-teman agen lainnya hanya mampu menjual satu atau dua lembar saja kepada penumpang tujuan luar provinsi. Begitu juga untuk tujuan dalam kota atau antar kabupaten dalam provinsi DIY masih berkisar satu dna dua tiket.

"Itu tujuan Jakarta yang lumayan banyak. Karena biasanya memang banyak yang tujuan ke sana. Di awal puasa biasanya memang sepi," katanya.

Sementara untuk harga tiket bus, Nurdin menjelaskan masih sama seperti harga saat liburan akhir pekan. Dirinya belum berencana menaikkan harga tiket. Saat ini ia mematok harga tiket Rp160.000-Rp180.000 dengan tujuan Jogja-Jakarta.

"Biasanya mengikuti permintaan. Kalau permintaan banyak itu biasa harga tiket otomatis juga naik bahkan bisa sampai 100 persen kalau sepekan sebelum Lebaran," imbuhnya.

Terminal Giwangan, Yogyakarta. Foto: ANTARA

Namun dalam kondisi pandemi saat ini pengusaha bus berpikir berulang kali untuk menaikkan harga tiket. Lantaran daya beli masyarakat masih rendah.

"Kami khawatir kalau ada kenaikan sekarang pasti tidak laku karena kemampuan daya beli saja menurun"pungkas dia.

Kondisi yang demikian juga diamini oleh Ketua Organda DIY, Hantoro. Dia menyebut belum terdapat kenaikan jumlah penumpang maupun pemesanan tiket menjelang larangan mudik nanti.

"Untuk anggota kami tidak ada kenaikan sepertinya. Kondisi masih sama dan belum banyak permintaan," katanya.

Kebijakan larangan mudik ini dinilai membuat masyarakat Yogyakarta tertekan. Ia memprediksi ada lebih dari 5.000 masyarakat Yogyakarta yang bekerja di sektor transportasi akan kehilangan pekerjaan.

Berdasarkan data Organda DIY saat ini, sedikitnya ada sekitar 2.000 armada yang kembali terancam tidak beroperasi akibat pelarangan mudik tahun ini. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 5.000 pengemudi dan kernet angkutan darat.

"Itu baru pengemudi dan kernet saja ada sekitar 5.000 orang. Belum kami ada mekaniknya, administrasi dan karyawan lainnya. Mereka terancam kehilangan penghasilan di momen mudik lebaran 2021 saat ini," tutup Hantoro. (Teresa Ika/Yogyakarta)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mega Korupsi Asabri, Kejagung Tahan Saudara Kandung Benny Tjokro
Indonesia
Mega Korupsi Asabri, Kejagung Tahan Saudara Kandung Benny Tjokro

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menahan saudara kandung terdakwa Benny Tjokrosaputro berinisial TT.

Bareskrim Bakal Ambil Barang Bukti Tewasnya Laskar FPI Temuan Komnas HAM
Indonesia
Bareskrim Bakal Ambil Barang Bukti Tewasnya Laskar FPI Temuan Komnas HAM

Penyidik Bareskrim membutuhkan barang bukti tersebut untuk bisa menindaklanjuti hasil investigasi Komnas HAM.

OJK Ingatkan Bank Untuk Berjaga Antisipasi Restrukturisasi Kredit
Indonesia
OJK Ingatkan Bank Untuk Berjaga Antisipasi Restrukturisasi Kredit

Meski jumlah debitur UMKM terbilang mendominasi mengajukan restrukturisasi kredit, namun secara nominal baki debet terbesar yakni Rp584 triliun diajukan oleh 1,76 juta debitur nonUMKM.

Restrukturisasi dan Sita Aset Jadi Andalan Selamatkan Jiwasraya dan Asabri
Indonesia
Restrukturisasi dan Sita Aset Jadi Andalan Selamatkan Jiwasraya dan Asabri

"Jiwasraya yang dirampok besar-besaran, kami restrukturisasi dan sekarang berhasil merestrukturisasi 94-98 persen," ujar Arya.

Kamis (10/12), Penambahan Kasus Corona Ibu Kota Capai 1.180 Orang
Indonesia
Kamis (10/12), Penambahan Kasus Corona Ibu Kota Capai 1.180 Orang

Dengan positivity rate 8,9 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.180 jiwa.

Tempat Tidur Isolasi dan Ruang ICU COVID-19 di Jakarta Hampir Penuh
Indonesia
Tempat Tidur Isolasi dan Ruang ICU COVID-19 di Jakarta Hampir Penuh

Peningkatan kapasitas fasilitas ini pula diiringi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan

Jelang Demo BEM SI, Gedung KPK Dijaga Ketat Polisi
Indonesia
Jelang Demo BEM SI, Gedung KPK Dijaga Ketat Polisi

Pantauan di lapangan, polisi sudah melakukan apel penjagaan sejak pagi. Jalan Kuningan Persada yang berada tepat di depan Gedung KPK ditutup menggunakan tambang.

600 Lebih Kendaraan Masuk Bandung Diputar Balik
Indonesia
600 Lebih Kendaraan Masuk Bandung Diputar Balik

Hari pertama pelaksanaan penyekatan mudik Lebaran 2021 kemarin, Kamis (6/5/2021), sebanyak 610 kendaraan diputar balik kembali meninggalkan Kota Bandung.

Target Vaksinasi Pemprov DKI Tercapai Meski 5 Ribu Pendaftar Tak Lolos 'Screening'
Indonesia
Target Vaksinasi Pemprov DKI Tercapai Meski 5 Ribu Pendaftar Tak Lolos 'Screening'

Masyarakat yang tidak lolos screening adalah mereka yang menderita sakit

Eri-Armuji Unggul Hitung Cepat, Putra Risma Cukur Gundul
Indonesia
Eri-Armuji Unggul Hitung Cepat, Putra Risma Cukur Gundul

Aksi tersebut merupakan bentuk nazar Fuad dan timnya setelah jagoannya menang sementara di Pilkada Surabaya 2020.