Jelang Laga Piala Dunia Kontra Portugal, Spanyol Pecat Lopetegui Pelatih timnas Spanyol, Julen Lopegegui (Foto: Sky Sports)

MerahPutih.Com - Federasi sepak bola Spanyol (RFEF) meradang dan memecat pelatih tim nasionalnya Julen Lopetegui dua hari sebelum laga perdana Piala Dunia kontra Portugal di Sochi, Rusia.

Pemecatan Lopetegui dari kursi pelatih Tim Matador tersebut sebagai 'hukuman' karena telah menandatangani kesepakatan menukangi Real Madrid pada musim kompetisi 2018/2019 tanpa sepengetahuan federasi.

Sebagai penggantinya, RFEF pada Rabu (13/6) telah menunjuk Fernando Hierro sebagai pendamping Sergio Ramos cs selama Piala Dunia 2018 berlangsung.

Satu-satunya peran kepelatihan mantan bek Spanyol Hierro adalah satu musim dengan Oviedo di divisi kedua Spanyol, meski sebelumnya ia juga pernah menjadi asisten Carlo Ancelotti di Real Madrid.

Para pemain Timnas Spanyol
Selebrasi Timnas Spanyol saat berhadapan dengan Ukraina (Foto: Antara/REUTERS/Marcelo del Pozo)

Pria 50 tahun itu akan memiliki 48 jam untuk mempersiapkan timnya menjelang pertandingan pembukaan melawan negara tetangga sekaligus rival Portugal di Sochi pada Jumat (15/6).

Real Madrid secara tidak terduga pada Selasa kemarin mengumumkan bahwa Lopetegui, yang baru memperpanjang kontraknya dengan Spanyol dan tidak terkalahkan dalam 20 pertandingan di bawah asuhannya, akan menjadi pelatih mereka mulai musim depan.

Dalam salah satu pengumuman pemecatan pelatih paling mengejutkan sepanjang sejarah Piala Dunia, presiden RFEF Luis Rubiales mengatakan ia telah mengetahui perekrutan Lopetegui lima menit sebelum sang juara Liga Champions mengeluarkan pengumuman.

"Sang pelatih, karena ia merupakan pekerja RFEF tidak dapat bertindak seperti ini. Saya mengetahuinya melalui sambungan telepon lima menit sebelum pengumuman resmi. Kami merasa wajib mengambil keputusan ini," kata Rubiales pada konferensi pers di markas tim di Krasnodar.

"Jika seseorang ingin berbicara dengan salah satu pekerja kami, mereka harus berbicara kepada kami juga. Itu hal mendasar. Ini adalah tim nasional Spanyol yang mewakili seantero Spanyol, ini adalah tim terpenting yang kami miliki dan Piala Dunia adalah panggung terbesar dari semuanya." "Saya tidak merasa dikhianati, masalahnya adalah seluruh hal telah diselesaikan dengan absennya RFEF, yang merupakan sesuatu yang tidak akan kami biarkan." Para pemain akan berikan segalanya Rubiales mengatakan para pemain, yang menurut media Spanyol telah berusaha untuk menghalangi sang pelatih untuk mengambil tindakan sedrastis ini, telah berjanji untuk memberikan segalanya untuk tim "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Julen untuk semua yang telah dia lakukan dan dia adalah alasan besar di balik keberadaan kami di Rusia. Tetapi kami juga merasa berkewajiban untuk mengakhiri jasanya," tambah Rubiales.

Pelatih sementara Tim Matador
Caretaker pelatih Tim Matador Fernando Hierro (Foto: acom)

"Kami semua terluka dengan situasi ini. Saya telah mengatakan alasan saya melakukan hal ini kepada para pemain dan mereka memahaminya. Mereka telah memperlihatkan kepada saya bahwa mereka mendukung sepenuhnya dan saya tidak ragu mereka akan memberikan segalanya apapun yang terjadi," tuturnya.

Spanyol, salah satu favorit praturnamen serta juara pada 2010, juga akan menghadapi Maroko dan Iran dalam penyisihan grup di Rusia.

Belum ada komentar yang dilontarkan oleh Lopetegui (53), yang dijadwalkan untuk mengikuti konferensi pers bersama Rubiales namun tidak datang.

Rubiales mengatakan dirinya tidak memiliki perasaan buruk terhadap Lopetegui, yang menggantikan Vicente del Bosque setelah Piala Eropa 2016.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Julen untuk semua yang telah dia lakukan dan dia adalah alasan besar di balik keberadaan kami di Rusia. Tetapi kami juga merasa berkewajiban untuk mengakhiri jasanya," ucapnya.

Ia kemudian melanjutkan, "Harus ada pesan untuk semua petugas RFEF dan ada cara berperilaku yang harus Anda patuhi." Pada reaksi pertama mengenai keputusan ini, mantan penyerang Spanyol Juanito mengatakan argumen Rubiales begitu sempurna.

"Nilai-nilai tim nasional berada di atas segalanya," ucapnya melalui Twitter. "Jika kami tidak dapat memenangi Piala Dunia, Spanyol kini merupakan juara dengan martabat."(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Mitos Kutukan Piala Dunia, Inggris Paling Apes



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH