Jelang Laga Pamungkas Premier League: Akankah Keajaiban Kembali Berpihak Pada Liverpool? Jurgen Klopp dan Pep Guardiola saat mendampingi skuatnya masing-masing (Foto:zimbio)

MerahPutih.Com - Liverpool tengah menulis takdirnya sendiri di ajang Premier League. Takdir itu adalah tropi juara yang telah ditunggu kurang lebih tiga puluh tahun. Dalam hal takdir, tak ada satupun yang bisa melawan kecuali takdir itu sendiri. Lantas, akankah keajaiban takdir kembali berpihak pada Liverpool?

Dalam penentuan kampiun tahun 2018-2019 Liverpool tidak sendirian. Ada garis takdir lain yang juga coba ditarik Manchester City. Skuat Pep Guardiola itu disebut lebih memiliki kans ketimbang pasukan Jurgen Klopp. Namun dalam sepak bola berlaku adagium klasik, bola itu bundar artinya segala kemungkinan bisa terjadi di lapangan selama 90 menit permainan.

Menjelang pekan 38 Premier League yang berlangsung serentak pada Minggu (12/5) pukul 21.00 WIB, Man City memimpin puncak klasemen dengan raihan 95 poin dan terpaut satu poin dengan Liverpool (94 poin) yang berada di peringkat dua klasemen.

Klopp and Guardiola
Manajer Liverpool Jurgen Klopp dan Manajer The Citizens Pep Guardiola (Zimbio)

The Citizens akan menyambangi markas Brighton & Hove Albion di laga terakhir, sementara Liverpool akan menjamu Wolverhampton Wanderers di Anfield. Di atas kertas, dilihat dari kualitas individu skuat, Man City dan Liverpool diunggulkan memenangi laga nanti.

Kendati demikian, laga-laga tersebut cukup menjebak bagi Man City dan Liverpool. Brighton bermain di depan pendukungnya sendiri dan sebisa mungkin tampil maksimal memuaskan fans di laga terakhir Premier League. Belum lagi dengan motivasi bermain melawan juara bertahan.

Pun demikian Wolves. Tim asuhan Nuno Espirito Santo dikenal sebagai salah satu pembunuh klub-klub Premier League musim ini. Tottenham Hotspur, Chelsea, Arsenal, Liverpool, dan Manchester United pernah mereka kalahkan musim ini.

Jadi, persaingan titel Premier League akan tetap berjalan seru dan terjadi hingga menit 90 plus waktu tambahan. Lantas Situasi seperti apa yang dibutuhkan kedua tim untuk merengkuh titel Premier League 2018-19?

Duel strategi antara Jurgen Klopp dan Guardiola
Rivalitas Klopp dan Guardiola ditentukan hingga laga pamungkas Premier League (Zimbio)

Semua Tergantung Manchester City

Manchester City tidak perlu pusing berpikir situasi untuk jadi juara Premier League. Kemenangan sudah cukup bagi mereka memenangi titel Premier League keenam dan kedua yang diraih beruntun.

Hasil imbang juga sudah cukup bagi Vincent Kompany dkk mengamankan titel Premier League apabila Liverpool kalah dari Wolves. Apabila the citizens kalah dari Brighton, maka mereka bisa jadi juara jika Liverpool bermain imbang kontra Wolves.

Jika kedua tim sama-sama meraih 95 poin maka hasil akhir yang dihitung adalah selisih gol. Saat ini, Man City punya keunggulan empat poin selisih gol dengan raihan 69 poin berbanding 65 Liverpool.

Sementara itu bagi Liverpool, kemenangan jelas menjadi target utama tanpa harus memikirkan Man City terlebih dahulu. Liverpool bisa menjadi juara apabila Man City menelan kekalahan di markas Brighton.

Itu saja kondisi yang diharapkan oleh seluruh fans Liverpool terjadi di akhir pekan ini. Maklum, tidak ada peluang sedekat sekarang ini sebelumnya untuk mengakhiri penantian titel yang terakhir diraih pada 1990.

"Peluang masih ada, namun Anda harus realistis. Melihat cara Manchester City bermain sepanjang musim, setiap orang seharusnya mengharapkan mereka menang," tutur Virgil van Dijk, bek Liverpool, seperti dikabarkan FourFourTwo.

"Akan tetapi, Anda tidak pernah tahu dan satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah fokus mengalahkan Wolves. Sebab, itu juga merupkan tugas yang sangat besar," pungkasnya.(bolaskor.com)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH