Jelang Kampanye Akbar di JIS, Anies Minta Jangan Persulit Pendukungnya

Frengky AruanFrengky Aruan - Jumat, 09 Februari 2024
Jelang Kampanye Akbar di JIS, Anies Minta Jangan Persulit Pendukungnya

Capres-Cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. (Timnas AMIN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kampanye akbar puncak calon Presiden dan Wakil Presiden sudah di depan mata. Capres nomor urut satu, Anies Baswedan akan melakukan kampanye akbar di Jakarta Internasional Stadium (JIS) pada, Sabtu (10/2) besok.

Adapun kampanye akbar pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) tersebut rencananya dimulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB. Anies berharap tidak ada yang mempersulit pendukungnya yang akan datang ke kampanye

Baca Juga:

Prabowo Tanya Warga Sumut, Lebih Penting Makan atau Internet Gratis

“Jangan dipersulit karena mereka datang untuk menjalankan hak konstitusionalnya,” kata Anies dikutip di Jakarta, Jumat (9/2).

Harapan ini bukan tanpa alasan, sebab beberapa pendukung dari pasangan AMIN ini mendapatkan penghalangan bahkan sampai tidak bisa untuk menyewa kendaraan untuk datang ke JIS.

Anies menyampaikan bahwa hal ini tidak boleh lagi terjadi dan harus diberikan kemudahan karena memeriahkan pesta demokrasi adalah hak warga negara.

“Kemudian jaga kesehatan, perjuangan kita yang terpenting adalah mengajak lebih banyak mencoblos di tanggal 14 dan mengamankan suara sesudah jam pemungutan suara, itu perjuangan yang paling utama.” ujarnya.

Dia juga memastikan para relawan yang tidak mendapatkan tiket tetap bisa datang. Ia menjelaskan bahwa tiket hanya untuk menentukan kursi penonton acara hiburan di dalam stadion, sedangkan masih terdapat acara lainnya di dalam maupun luar stadion yang tidak menggunakan tiket.

"Tanpa tiket pun bisa ikut. Tetap datang, tetap dukung gerakan perubahan, tetap hadir di JIS, tetap penuhi JIS di dalam dan di luar, di seluruh wilayah JIS," ujar Anies.

Baca Juga:

Anies dan Muhaimin ‘Cari Suara’ di Jawa Timur

Anies mengungkapkan tiket yang sudah dipesan melalui platform merupakan bentuk manajemen massa, mengukur animo, hingga memberikan kesempatan untuk mencari tempat duduk lebih awal. Tetapi, bukan berarti relawan yang tidak memiliki tiket tak boleh mengikuti acara.

Pasalnya, bagi pemegang tiket yang tidak datang hingga pukul 06.30 WIB, maka kursinya akan kosong dan bisa ditempati siapa saja.

Tak hanya di dalam stadion, dirinya menyebutkan terdapat area lain di sekitar stadion yang bisa digunakan para relawan untuk menyampaikan aspirasi perubahan maupun melakukan berbagai kegiatan. Dengan begitu, para relawan diharapkan tak perlu khawatir mengenai tiket.

"Jangan sampai kami mendengar ada yang mau beli tiket. Tidak usah beli tiket, datang saja dan ruangnya masih banyak sekali untuk mengikuti acara ini karena akan banyak kegiatan," katanya.

Baca Juga:

Ganjar-Mahfud Komitmen Sikat KKN di Hajatan Rakyat Banyuwangi

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pun mengatakan akan tetap menyapa seluruh relawan AMIN yang hadir, baik di luar maupun di dalam stadion nantinya, sehingga seluruh relawan tetap bisa berjumpa dengan Anies dalam kampanye akbar.

"Insya Allah kita bisa tatap muka, mata, dan hati kita tersambungkan untuk perubahan," tutur Anies. (Knu)

#Anies Baswedan #Pilpres #Pilpres 2024
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Mahkamah Konstitusi menolak gugatan syarat pendidikan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Wacana tersebut memicu perdebatan karena sebelumnya Mahkamah Konstitusi telah memutuskan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
KPK mengusulkan klausul kaderisasi dalam pencalonan presiden hingga kepala daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mencetak pemimpin berkualitas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Bagikan