Jelang Idul Adha, Pemprov DKI Belum Temukan PMK di Hewan Ternak Warga Ternak sapi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di berbagai daerah pemasok hewan ke ibu kota, menjadi perhatian serius oleh pemerintah DKI Jakarta, terutama menjelang Idul Adha 2022.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemerintah DKI belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya hewan ternak mereka yang terjangkit PMK.

Baca Juga:

PMK Masih Menyebar, Pemantauan Ternak Jelang Idul Adha Harus Diperketat

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini berharap, wabah penyakit mulut dan kuku tidak menyerang hewan ternak masyarakat. Terlebih, kurang dari satu bulan umat muslim di Indonesia akan melaksanakan Lebaran kurban.

"Alhamdulilah belum ada informasi sampai saat ini mudah-mudahan tidak ada," papar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/6).

Riza tegaskan, untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku ini pihaknya terus rutin melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap hewan ternak.

"Pengawasan itu rutin yah," kata mantan Anggota DPR RI Fraksi Grindra ini.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan pasokan daging sapi aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha dengan jumlah stok sebanyak 42.268 ton.

Terkait keamanan stok dari ancaman PMK, ia menegaskan, saat ini telah dilakukan pembatasan lalu lintas ternak secara ketat guna mencegah penyebaran penyakit tersebut agar daging sapi bisa aman dikonsumsi.

"Kita tidak perlu khawatir karena pasokan dari daerah yang masuk zona hijau yakni daerah yang tidak ada kasus PMK sangat cukup untuk kebutuhan kita, khususnya untuk Idul Adha. Kita akan terus jaga dan mantapkan proses distribusi sapi sehingga supply dan demand ternak dapat berjalan lancar," katanya.

Mentan Syahrul menegaskan, kolaborasi semua pihak sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran wabah PMK, utamanya pada setiap daerah, meski tingkat kesembuhan ternak menunjukkan tren positif dan upaya pengendalian terus ditingkatkan.

"Kita tidak menganggap enteng kasus PMK yang ada, tetapi dalam menangani hal ini kami perlu kerja sama dengan semua pihak," katanya. (Asp)

Baca Juga:

PMK Mewabah, Konsultasi Digital Bisa Jadi Solusi bagi Peternak

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aturan Penonton World Superbike, dari Larangan Bawa Payung sampai Jangan Ambil Video
Indonesia
Aturan Penonton World Superbike, dari Larangan Bawa Payung sampai Jangan Ambil Video

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyampaikan aturan bagi penonton yang ingin menyaksikan World Superbike (WBSK) 2021 di Sirkuit Mandalika.

[Hoaks atau Fakta]: Minuman Bersoda Pengaruhi Efektivitas Vaksin COVID-19
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Minuman Bersoda Pengaruhi Efektivitas Vaksin COVID-19

Mengonsumsi minuman bersoda dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang lama memang berbahaya bagi kesehatan, bukan karena minuman bersoda dapat mempengaruhi keefektifan vaksin.

Perintah Tegas Jokowi Instruksikan Para Pembantunya Persiapkan Pemilu 2024
Indonesia
Perintah Tegas Jokowi Instruksikan Para Pembantunya Persiapkan Pemilu 2024

Anggaran pemilu dan pilkada serentak tersebut diperkirakan mencapai Rp 110,4 triliun.

[HOAKS atau FAKTA]: Aplikasi PeduliLindungi Dibuat dan Direkam oleh Singapura
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Aplikasi PeduliLindungi Dibuat dan Direkam oleh Singapura

Beredar informasi dari akun Twitter yunanto_id dengan sebuah tangkapan layar postingan oleh Peter F Gontha yang berisikan klaim bahwa aplikasi PeduliLindungi dibuat dan semua data direkam oleh Singapura.

Dubes Ukraina Sebut Rusia Sudah Lakukan Propaganda Sejak Puluhan Tahun Lalu
Indonesia
Dubes Ukraina Sebut Rusia Sudah Lakukan Propaganda Sejak Puluhan Tahun Lalu

Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia angkat bicara terkait konflik negeranya dengan Rusia. Terakhir, konflik berujung penyerangan pasukan Rusia ke wiliayah Ukraina.

Disebut Incar Kuning, KPK: Anak Bela Orangtua Itu Biasa
Indonesia
Disebut Incar Kuning, KPK: Anak Bela Orangtua Itu Biasa

KPK mempersilakan sekaligus menghormati yang bersangkutan maupun keluarganya yang lain untuk membela sesuai koridor hukum sebagai hak tersangka.

Bareskrim Ambil Alih Kasus Pidana Edy Mulyadi
Indonesia
Bareskrim Ambil Alih Kasus Pidana Edy Mulyadi

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akhirnya mengambil alih seluruh laporan kepolisian di Polda jajaran terkait dugaan ujaran kebencian mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

17 Atlet ASEAN Para Games 2022 Positif COVID-19
Olahraga
17 Atlet ASEAN Para Games 2022 Positif COVID-19

"Karena mayoritas memang tidak bergejala penangannya lebih mudah. Saat ini telah dikarantina dan ada yang sudah sembuh," ujar Ning

Nyatakan Siap Bertarung di 2024, Partai Non-parlemen Optimistis Duduk di Kursi DPR
Indonesia
Nyatakan Siap Bertarung di 2024, Partai Non-parlemen Optimistis Duduk di Kursi DPR

Sejumlah partai nonparlemen ikut mendaftar untuk bertarung di Pemilu 2024.

Sebagian Huntap dan Huntara Korban Semeru Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran
Indonesia
Sebagian Huntap dan Huntara Korban Semeru Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran

Progres sampai dengan 30 Maret 2022 sebanyak 1.656 unit huntap dan huntara dalam proses dibangun di 8 kluster dusun dan 115 blok hunian dengan progres fisik sebesar 48,45 persen.