Jelang Akhir Tahun, Kim Jong Un Gelar Rapat Penting Bersama Para Petinggi Partai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS)

MerahPutih.Com - Momentum akhir tahun ternyata menjadi kesempatan bagi Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un untuk menggelar rapat pleno bersama para petinggi partai buruh di negeri tersebut.

Kim Jong Un mengadakan pertemuan tingkat tinggi guna membahas kebijakan penting menjelang batas waktu akhir tahun.

Baca Juga:

Kim Jong-Un Pimpin Uji Coba Senjata Antipesawat Terbaru

Lebih lanjut, Kim selaku ketua Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa, memandu sesi pada hari pertama rapat pleno untuk membahas hal-hal penting dalam pembangunan pertahanan negara dan nasional serta kegiatan partai, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Penentuan sikap dari perjuangan Partai Buruh Korea, isu-isu kebijakan penting diangkat sebagai agenda rapat pleno," kata KCNA.

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menggelar pertemuan akhir tahun dengan para petinggi partai
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi pengarahan mengenai program senjata nuklir dalam foto tanpa tanggal yang dirilis KCNA di Pyongyang, Minggu (3/9). (ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS)

KCNA tidak memberikan rincian lebih lanjut dari pertemuan itu, tetapi menyebutkan rapat itu akan dilanjutkan.

Rapat pleno partai Korea Utara itu dilakukan seminggu setelah Pyongyang mengadakan Pertemuan Militer Pusat Partai Buruh yang berkuasa untuk membahas peningkatan kemampuan militer negara itu.

Awal bulan Januari 2020, Korea Utara akan mengadakan sidang paripurna dari partai yang berkuasa untuk membahas dan memutuskan masalah-masalah penting karena perubahan situasi di dalam dan luar negeri, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pyongyang telah berulang kali meminta Washington untuk memenuhi tenggat akhir tahun dan menawarkan inisiatif baru untuk mengatasi perbedaan mereka atas program senjata nuklir Korea Utara.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Pyongyang memperingatkan Washington awal bulan ini bahwa kegagalan untuk memenuhi harapan terkait program senjata nuklir Korea Utara dapat mengakibatkan "hadiah Natal" yang tidak diinginkan.

Baca Juga:

Di tengah-tengah meningkatnya ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat, Korea Utara melakukan dua uji coba "penting" di lokasi peluncuran satelit pada Desember untuk meningkatkan pencegahan nuklir strategisnya.

Menanggapi peringatan Korut, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat siap untuk berurusan dengan "hadiah Natal" Korea Utara di tengah kekhawatiran Amerika Serikat terhadap persiapan uji coba rudal jarak jauh Korea Utara.(*)

Baca Juga:

Kim Jong Un Bertemu Putin Bahas Kebuntuan Program Denuklirisasi Pyongyang

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Realisasi Penyaluran Dana Pemerintah di Bank Capai Rp49,6 Triliun
Indonesia
Realisasi Penyaluran Dana Pemerintah di Bank Capai Rp49,6 Triliun

OJK akan terus memantau agar perbankan terus mengakselerasi pemberian kredit dan berbagai upaya pemulihan sektor riil.

Dugaan Hoaks di Akun Youtube Anji, Sosiolog Hingga Ahli Pidana Diperiksa Polisi
Indonesia
Dugaan Hoaks di Akun Youtube Anji, Sosiolog Hingga Ahli Pidana Diperiksa Polisi

Hari ini pihak kepolisian juga memeriksa satu terlapor lain yakni Hadi Pranoto

Peneliti 74 Negara Berkolaborasi Temukan Obat COVID-19, Termasuk Indonesia
Indonesia
Peneliti 74 Negara Berkolaborasi Temukan Obat COVID-19, Termasuk Indonesia

Peneliti kolaborasi itu mengambil nama Solidarity Trial

Kemenag Minta Calon Pengantin Tunda Akad Nikah di Tengah Wabah COVID-19
Indonesia
Kemenag Minta Calon Pengantin Tunda Akad Nikah di Tengah Wabah COVID-19

Kamaruddin memastikan pendaftaran layanan pencatatan nikah tetap dibuka

Bermula dari Saling Tantang di Instagram, Tawuran Berujung Kematian Pecah di Petojo
Indonesia
Bermula dari Saling Tantang di Instagram, Tawuran Berujung Kematian Pecah di Petojo

MD yang merupakan warga Kebon Jahe ini tewas setelah mengalami luka bacok dan dalam perawatan di RS Tarakan.

Indonesia Dinilai Lebih Siap Hadapi Resesi Ekonomi
Indonesia
Indonesia Dinilai Lebih Siap Hadapi Resesi Ekonomi

Jika resesi terjadi di Indonesia, maka berbagai lini ekonomi akan terpengaruh dan puncaknya akan menambah angka pengangguran dan kemiskinan.

Tidak Mudik, Presiden Jokowi: Memang Berat Tapi Keselamatan Sanak Saudara Lebih Penting
Indonesia
Tidak Mudik, Presiden Jokowi: Memang Berat Tapi Keselamatan Sanak Saudara Lebih Penting

"Saya yakin, bersama-sama kita bangsa Indonesia akan mampu melewati ujian berat ini," pungkasnya

Ini Dalil MUI Larang Salat Jumat Dua Gelombang Saat Pangebluk COVID-19
Indonesia
Ini Dalil MUI Larang Salat Jumat Dua Gelombang Saat Pangebluk COVID-19

MUI beralasan Salat Jumat dua gelombang hanya bisa dlilaksanakana di daerah minoritas Islam.

Menkopolhukam Mahfud MD Jamin Lokasi Karantina Tidak Bahayakan Warga Natuna
Indonesia
Menkopolhukam Mahfud MD Jamin Lokasi Karantina Tidak Bahayakan Warga Natuna

Terawan Agus Putranto juga sudah menjamin bahwa warga Natuna tidak akan tertular virus corona.

DPR: Negara Kalah dengan Djoko Tjandra, Masa Satu Buronan Saja Susah Ditangkap
Indonesia
DPR: Negara Kalah dengan Djoko Tjandra, Masa Satu Buronan Saja Susah Ditangkap

Djoko Tjandra buron dan melarikan diri ke Papua Nugini setelah Mahkamah Agung (MA) menerima peninjauan kembali Kejagung.