Jelang Akhir Pekan, Nilai Tukar Rupiah Merosot 101 Poin Ilustrasi (Pixabay)

MerahPutih.Com - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Jumat (21/12) merosot 101 poin ke posisi Rp14.598 dibandingkan sebelumnya Rp14.497 per dolar AS.

Pelemahan rupiah yang cukup signifikan tersebut, menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dipengaruhi menguatnya dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia dan pertumbuhan domestik bruto (PDB) kuartalan Amerika Serikat.

"Dua data itu akan menguji kekuatan dolar AS selanjutnya. Jika tidak sesuai ekspektasi maka kekuatan dolar AS akan tertahan," kata Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (21/12).

Ia menambahkan, ketidakpastian tahun depan mengenai kebijakan suku bunga the Fed juga masih membayangi pasar.

Kurs rupiah terhadap dolar AS
Seorang petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Pusat BNI Jakarta, Senin (12/10). (Foto Antara/Wahyu Putro A)

"Satu sisi, kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi AS menjadi sentimen negatif untuk dolar AS. Di sisi lain, prospek kenaikan suku bunga di tahun depan dapat memancing minat investor terhadap dolar AS," katanya.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail sebagaimana dilansir Antara menambahkan dana asing yang cenderung keluar dari pasar keuangan domestik turut menjadi faktor yang menahan rupiah.

"Capital outflow dari pasar saham Indonesia menahan rupiah," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (21/12), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp14.480 dibanding sebelumnya (20/12) di posisi Rp14.499 per dolar AS.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kerajaan Arab Saudi Jelaskan Pentingnya Bahasa Arab kepada Warga Surabaya



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH