Bayang-Bayang Sunan Kalijaga Pada Secuplik Riwayat Masjid Jublegan Depok Masjid Riyadus Salihin (Jublengan), Depok, Jawa Barat. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

TAK hanya kampung tertua, masyarakat Cikambangan, Depok, juga memiliki bangunan masjid bersejarah bernama Masjid Jublegan. Tak seperti masjid pada umumnya, Riyadus Solihin nama termutakhir Masjid Jublegan, memiliki keunikan tanpa kubah di atapnya.

Masjid Jublegan, menurut H Medan, sesepuh Cikambangan, memiliki ikatan kuat dengan tokoh Islam kenamaan tanah Jawa, Sunan Kalijaga. Benarkah cerita tutur turun temurun Cikambangan menukil kehadiran Sunan Kalijaga di Masjid Jublegan?

"Entah dari mana Raden Said nama asli dari Sunan Kalijaga ini datang ke tempat itu," kata H Medan (80) di pelataran Masjid Riyadus Solihin, Kampung Cikambangan, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Sunan Kalijaga, menurut H Medan, dapat membangun masjid tersebut dalam tempo semalam. Sang Wali kemudian menamai masjid ini dengan nama Masjid Jami Riyadus Solihin. Yang anehnya masjid itu terbangun tanpa kubah di atasnya. "Namun, jika azan magrib berkumandang suara menggema dari tempat ibadah itu terdengar sampai jauh," kataya.

Masjid Riyadus Salihin (Jublengan), Depok, Jawa Barat. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

"Ini kebesaran Gusti Allah diberikan kepada warga kampung Cikambangan. Siapa pun salat di masjid ini mesti mendapatkan berkah. Sampai sekarang masjid ini sangat dijaga masyarakat. Bahan bakunya hanya dari kayu dan semen. Tidak tahu kenapa sampai sekarang kalau ada yang buat kubah di atasnya tidak bisa dilakukan. Yang mewakafkan tanahnya adalah (Alm) H Napin," katanya.

Masa keemasan Kampung Cikambangan sempat dirasakan masyarakat pada pemerintahan Presiden Soeharto. Selama 20 tahun lebih tempat ini dijadikan sebagai pusat studi budaya dan lokasi wisata di Jawa Barat.

Pemugaran dilakukan sang penguasa RI selama 30 tahun tersebut. Selain itu, mantan Panglima TNI yang pernah menjabat Wakil Presiden era Soeharto pernah tiga kali ke Kampung Cikambangan. Pria ini pun sempat mengambil air bau busuk tersebut secara langsung. Selain itu, Tri Sutrisno juga menyempatkan diri salat berjamaah bersama warga di tempat itu. (*)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH