Jejak Inspiratif Serda Mugiyanto, dari Kehilangan Kaki Hingga Jadi 'Lilin Borobudur' Serda Mugiyanto menunjukan hasil budidaya kelengkeng yang dikembangkan di kawasan Borobudur Jawa Tengah (Dispenad)

SERDA Mugiyanto membuktikan dirinya sebagai sosok prajurit inspiratif di tengah keterbatasan fisik. Prajurit yang harus kehilangan salah satu kakinya akibat terkena ranjau darat saat bertugas di Ambon 1999 silam itu sukses memberdayakan masyarakat Kampung Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dalam usaha perkebunan kelengkeng.

"Awal mula terjun ke pertanian pada tahun 2004 kursus di Pusrehab Kemenhan (Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan). Setelah itu, diterjunkan ke lapangan dengan pulang ke satuan. Saya mulai mengaplikasikan untuk menanam berbagai tanaman buah," kata Mugiyanto, menuturkan kisahnya, dikutip Jumat (7/8).

Baca Juga:

Kisah Inspiratif, Gadis Berkaki Satu Mampu Jadi Atlet Lompat Jauh

Setelah mencoba bertani berbagai macam buah, Mugiyanto terus mencari varietas yang paling unggul dan cocok untuk dikembangkan di kampung halamannya. Akhirnya, dia menjatuhkan pilihan pada kelengkeng kateki. Perjuangan prajurit TNI itu dimulai sejak 2015 silam dan kini sudah menuai hasil sukses.

andika dan mugiyanto
KSAD Jenderal Andika Perkasa melihat kaki palsu yang digunakan Serda Mugiyanto. (Dispenad)

Pencapaian Serda Mugiyanto ini menarik perhatian langsung dari orang nomor satu di TNI AD. Kamis (6/8) kemarin, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Andika Perkasa berkunjung langsung ke kediaman Mugiyanto, sekaligus meninjau perkebunan budidaya kelengkeng.

Rombongan KSAD diajak berkeliling perkebunan melihat hasil tanam anggota Babinsa Kodim 0705 Magelang itu yang dibantu warga sekitar. Jenderal Andika pun sempat menyempatkan berbincang dengan masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur yang turut terlibat dalam budidaya kelengkeng, termasuk bertemu dengan Muali, ayah Mugiyanto.

Baca Juga:

Kisah Inspiratif, Polisi Gendong Kakek yang Ingin Menyeberang Jalan

Kepada KSAD, Muali bercerita mengakui anaknya dari kecil memang bercita-cita sebagai prajurit TNI. Dia menuturkan anak sudah terbiasa disiplin dan ulet sejak kecil.

Kedisiplinan yang diingat sang ayah sejak kecil Mugiyanto tidak pernah mau menerima uang saku lebih di luar jatah hariannya. Bahkan, kata dia, anaknya tetap mempratekkan kedisiplinan itu saat hendak mendaftar masuk TNI puluhan tahun silam.

"Cita-cita memang jadi tentara. Dia daftar juga sendiri. Cuma minta sangu (uang saku). Kalau mintanya Rp10 ribu, ya, Rp10 ribu. Dikasih lebih enggak mau, pasti dikembalikan. Anaknya memang disiplin," kenang ayah Mugiyanto.

andika dan mugiyanto
Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Serda Mugiyanto, prajurit TNI AD yang sukses membudidayakan kelengkeng di tengah keterbatasannya secara fisik. (ANT/Dispenad)

Kisah yang dituturkan ayah Mugiyanto itu sempat membuat Jenderal Andika terharu sekaligus bangga. Bahkan, KSAD langsung memerintahkan agar Mugiyanto melakukan kerja sama dengan institusi militer lain untuk mengolah beberapa lahan yang tidak produktif di kawasan Borobudur untuk menunjang program ketahanan pangan nasional.

"Kalau Serda Mugiyanto dapat melakukan kerja sama, bisa membentuk ketahanan pangan. Artinya, dengan produktivitas lahan perkebunan, putaran ekonomi juga akan terjadi di kampung Borobudur sehingga masyarakatnya bisa memiliki penghasilan lebih," titah Jenderal Andika.

KSAD menegaskan sepak terjang Mugiyanto harus menjadi teladan bagi anggota TNI lain di seluruh Indonesia. Apalagi, lanjut dia, Serda Mugiyanto mampu membuktikan diri anggota TNI meskipun dengan keterbatasan fisik tetap mampu berkarya menginspirasi masyarakat sekitar dan institusi korps. Atas jasa saat bertugas di Ambon dan pencapaiannya di kampung halaman, Mugiyanto juga diganjar kenaikan pangkat luar biasa dari TNI.

"Kenaikan pangkat dari tamtama menjadi sersan dua ini tidak sia-sia. Yang lebih membuat bangga, dengan segala kekurangan, ternyata Serda Mugiyanto bisa menjadi lilin kecil di Borobudur," tutup jenderal bintang empat dari TNI AD itu. (*)

Baca Juga:

Kisah Inspiratif, Kakek 80 Tahun Jadi Model Pagelaran Busana



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH