Jeda Kemanusiaan Beresiko Jebakan Betmen? Anak-anak Suriah jadi korban perang. (Dok./instagram.com/@syria_children)

Karena pertimbangan memberi kesempatan warga sipil dan juga gerilyawan untuk meninggalkan Kota Aleppo Timur, militer Suriah mengumumkan gencatan senjata.

Dengan istilah Jeda Kemanusiaan, seperti dilaporkan kantor berita SANA, militer Suriah memberlakukan 10 jam gencatan senjata di hari Jum’at (4 Nov.).

Komando Umum Angkatan Darat Suriah menyatakan pihaknya memutuskan untuk melaksanakan "jeda kemanusiaan" hari Jumat mulai pukul 09.00 hingga 19.00 waktu setempat, dengan harapan mereka (warga sipil) bisa mengungsi ke tampat yang aman.

Diharapkan warga sipil dan para gerilyawan dapat meninggalkan Aleppo melalui Jalan Castello di Aleppo Utara, dan tempat penyeberangan Souk Al-Khair menuju daerah yang dikuasai gerilyawan di Provinsi Idlib di bagian barat-laut Suriah.

Atau warga sipil juga memiliki pilihan lima jalur lainnya untuk menuju daerah yang dikuasai pemerintah di Aleppo Barat.

Namun betulkah pihak Suriah betul-betul menginginkan agar warga sipil bisa mengungsi ke tempat yang aman? Ataukah itu hanya jebakan betmen?

Dalam beberapa gencatan senjata sebelumnya, tercatat sekutu Suriah, Rusia telah melanggar gencatan senjata yang telah disepakati bersama. Pasukan Moskow dan Suriah itu justru bahu membahu membombardir kawasan-kawasan yang telah sepakat melakukan gencatan senjata.

Sementara hingga kini PBB sebagai dewan bangsa-bangsa dunia yang memiiki otoritas, tidak berani memberikan sanksi terhadap salah satu anggota Dewan Keamanan PBB tersebut. (SANA/dsyamil)

BACA JUGA

  1. AS Serukan Upaya Diplomatik Akhiri Konflik Suriah
  2. Takut, Amerika Serikat Kini Tolak Pengungsi Suriah
  3. Australia Terima Pengungsi Suriah yang Pertama

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH