Jawaban Polri Terkait Tudingan Pelanggar HAM Terbanyak Ilustrasi: Anggota Polisi tengah melakukan apel (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa laporan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh polisi karena terkait penanganan kasus yang ditangani pihaknya..

Menurut Dedi, salah satu faktor penyebabnya adalah banyaknya laporan dari masyarakat yang diterima dan kasus yang ditangani.

Baca Juga: Komnas HAM Terima 525 Laporan Pelanggar HAM, Mayoritas Pelakunya Polisi

"Tingkat penyelesaian Polri dalam penanganan kasus itu, kasus-kasus pidana itu, di atas 60 persen. Jadi pasti memiliki impact dalam penanganan kasus, 350.000 sampai dengan 400.000 kasus yang ditangani, pasti ada impact-nya," ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (17/7).

Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

Menurut Dedi, jumlah laporan yang masuk tidak dapat dibandingkan dengan lembaga lain yang tidak menangani laporan masyarakat sebanyak Polri. Kendati demikian, Polri tetap menerima dan mengapresiasi temuan Komnas HAM tersebut sambil terus melakukan perbaikan.

Baca Juga: Ini Alasan Kepolisian Disebut Sebagai Terlapor Pelanggar HAM Terbanyak

"Temuan itu tetap sangat dihargai, sangat diapresiasi, dan terus Polri dalam hal ini melakukan pembenahan sesuai dengan promoter, kinerjanya dibenahi, budayanya dibenahi, manajemen medianya dibenahi," ucapnya.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Amiruddin menjelaskan, sepanjang Januari-April 2019, Komnas HAM mencatat ada 60 aduan dari masyarakat mengenai dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan personel Polri di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Jenderal Polri Minta Komnas HAM Serahkan Data 32 Orang Hilang 22 Mei

Dugaan pelanggaran HAM itu, lanjut Amiruddin, berkaitan dengan pelaksanaan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi), proses hukum yang tidak prosedural, di antaranya penggunaan tindak kekerasan dan lambatnya penanganan laporan masyarakat. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH