Jawa Timur Jadi Provinsi Dengan Lonjakan Kasus Corona Terbanyak Jubir Pemerintah Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Lima provinsi memiliki angka kenaikan kasus positif Covid-19 tertinggi per hari ini, Kamis (28/5).

Berdasarkan update data corona hari ini yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, sebanyak 687 orang positif Covid-19 hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Baca Juga:

Beberkan Alasan Disiplinkan Warga, Polri Sebut Agar Masyarakat Produktif

Adapun kelima provinsi dengan kasus positif Covid-19 tertinggi, yakni Jawa timur dengan 171 kasus baru.

Meski tinggi, angka kasus hari ini di provinsi tersebut menurun dari kemarin yang total kasusnya mencapai 199 kasus.

Jubir Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
Jubir Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Kemudian, Kalimantan Selatan dengan 116 kasus baru, ketiga DKI Jakarta dengan 105 kasus, Keempat Sulawesi Selatan dengan 46 kasus baru, dan Sumatera Utara dengan 30 kasus.

Di sisi lain, terdapat 7 Provinsi yang tidak ada penambahan kasus sama sekali yaitu: Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Utara, Riau, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Khusus di DKI Jakarta, penambahan jumlah kasus terjadi pada warga negara Indonesia yang baru kembali karena bekerja di luar negeri.

Berdasarkan hasil skrining, ditemukan cukup banyak kasus positif pada pekerja yang baru kembali dari luar negeri.

Baca Juga:

Muncul Petisi Tunda Pilkada Demi Kesehatan dan Keselamatan Publik

Achmad Yuriianto mengatakan, mereka kemudian seluruhnya dirawat di RS Darurat Wisma Atlet.

Pemerintah juga telah memeriksa 11.495 spesimen melalui metode real time PCR maupun tes cepat molekuler (TCM). Dengan demikian secara akumulatif spesimen terkait COVID-19 yang diperiksa sejumlah 289.906.

Berdasarkan pemeriksaan spesimen tersebut ditemukan kasus positif terkonfirmasi per 28 Mei sejumlah 687 orang sehigga total menjadi 24.538 orang terinfeksi COVID-19.(Knu)

Baca Juga:

Balon Udara Bahayakan Penerbangan di Solo, Polda Jateng Lakukan Penyelidikan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Periksa Dirkeu Waskita Karya Terkait Kasus Korupsi Proyek Fiktif
Indonesia
Cegah Pemudik, Polresta Surakarta Gelar Operasi Keselamatan Candi Dua Pekan
Indonesia
Cegah Pemudik, Polresta Surakarta Gelar Operasi Keselamatan Candi Dua Pekan

Polresta Surakarta, Jawa Tengah menggelar Operasi Keselamatan Candi selama dua pekan mulai dari 12-25 April 2021 mendatang.

Tarif Tol ke Bandung dari Cikampek Naik Rp3 Ribu
Indonesia
Tarif Tol ke Bandung dari Cikampek Naik Rp3 Ribu

Dalam penyesuaian tarif tol ini terdapat penurunan tarif pada angkutan logistik dengan golongan kendaraan III dan V.

Anies: Tingginya Klaster Perkantoran akibat Karyawan Abai Pakai Masker
Indonesia
Anies: Tingginya Klaster Perkantoran akibat Karyawan Abai Pakai Masker

Biasanya, karyawan melepas maskernya ketika berada di kantor.

Kenaikan Kasus COVID-19 di Bandung Diklaim Masih Terkendali
Indonesia
Kenaikan Kasus COVID-19 di Bandung Diklaim Masih Terkendali

Ketika lebaran, sulit menghindari kebiasaan bersilaturahmi di masyarakat

Polisi Dinilai Punya Dasar Hukum Tolak Laporan Munarman
Indonesia
Polisi Dinilai Punya Dasar Hukum Tolak Laporan Munarman

Agar laporan kepada polisi ditindaklanjuti perlu memerhatikan tentang dugaan tindak pidana yang dilaporkan

Indonesia Alami Gelombang Panas 40 Derajat, Simak Penjelasan BMKG
Indonesia
Indonesia Alami Gelombang Panas 40 Derajat, Simak Penjelasan BMKG

karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak tergolong sebagai gelombang panas.

Kasus Nurhadi, KPK Periksa Bos PT Delta Beton Roy Tanuwidjaja
Indonesia
Kasus Nurhadi, KPK Periksa Bos PT Delta Beton Roy Tanuwidjaja

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka.

Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat di Dua Wilayah Jakarta
Indonesia
Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat di Dua Wilayah Jakarta

Cuaca cerah berawan diperkirakan akan berlanjut hingga Selasa dini hari

Irjen Napoleon Bonaparte Dituntut 3 Tahun Penjara
Indonesia
Irjen Napoleon Bonaparte Dituntut 3 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 3 tahun pidana penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte.